
Ternyata Mom Sye menghubungi selain untuk menanyakan apa mereka sudah sampai, Mom Sye juga lagi-lagi mengutarakan keinginannya ingin segera memiliki cucu dari Alice dan Max.
Setelah panggilan berakhir, Alice terduduk lemas di sofa, ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, apa dirinya harus menyerahkan mahkota-nya pada laki-laki yang belum ia cintai atau bertahan sampai menunggu rasa cinta itu datang.
Tak lama Max pun keluar dari dalam kamar mandi.
"Pakailah baju-mu, setelah itu kita makan malam di bawah. Aku sudah lapar." ucap Max.
Tanpa berkata-kata, Alice pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
💋 💋 💋
Tiga hari berlalu.
Tiga hari sudah Max dan Alice berada di Las Vegas dan tiga hari sudah Max menjalankan misi cari perhatian-nya pada Alice.
Dengan alasan mencari Anthony, Max mengajak Alice ke tempat-tempat yang romantis yang ada di kota Vegas.
Seperti malam ini, Max mengajak Alice makan di restoran dan memesan ruang VIP dan memesan paket makan malam romantis, dengan alasan kalau di ruang sebelahnya ada Anthony sedang bersama bos mafia. Padahal itu hanyalah kebohongan Max semata.
"Untuk apa kita kesini Max?" tanya Alice.
"Untuk apalagi kalau bukan untuk mengikuti Om mu itu. Orang suruhan ku bilang, sekarang Om mu itu ada di restoran ini dan sedang bersama bos mafia." jawab Max.
"Bos mafia? Untuk apa Om Anthony bersama bos mafia?" tanya Alice.
"Ya mana aku tahu, makanya kita harus mencari tahu." jawab Max.
"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita masuk." ucap Max seraya menarik tangan Alice.
Sesampainya di meja resepsionis, Max pun langsung menunjukkan bukti reservasi ruang VIP pada si pelayan dan si pelayan pun membawa Max menuju ruangan-nya.
"Om mu ada di ruangan sebelah." jawab Max.
"Kalau Om ku ada diruangan sebelah, kenapa kita ada disini? Harusnya kita kan langsung menggerebek ruangan sebelah!" protes Alice.
"Kamu mau di mangsa oleh bos mafia yang sedang bersama Om mu itu?" tanya Max dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Alice.
"Ya sudah kalau tidak mau, kita tunggu bos mafia itu pergi atau Om mu yang duluan pergi. Baru nanti kita kejar. Sekarang, kita makan dulu, aku lapar." kata Max lagi.
"Lalu bagaimana kita bisa tahu kalau ada dari antara mereka yang keluar dari ruangan sebelah kalau kita ada disini?" tanya Alice.
"Tenang saja sayang, kan ada anak buah ku yang selalu mengikuti-nya. Sudah jangan banyak protes, kita makan dulu." jawab Max.
Tak lama pelayan pun datang dengan membawa troli yang berisi makan malam romantis untuk mereka. Ada appetizer, main course dan dessert dan tidak ketinggalan satu botol red wine kualitas terbaik juga pihak restoran keluarkan.
Alice ternganga melihat makanan yang ada di atas meja. Antara heran tapi juga senang. Heran karena sejak masuk di ruangan itu, tidak terlihat Max memesan makanan apapun tapi senang juga karena ia seperti sedang candle light dinner dengan orang yang dia cintai.
"Selamat menikmati." ucap pelayan setelah selesai menuangkan red wine ke gelas Alice dan Max.
Setelah pelayan keluar, tak lama masuklah pemain biola untuk menambah suasana romantis mereka.
Sambil menyantap makan malam, Alice terlihat menikmati alunan biola yang di bawakan oleh violinis itu, sangking menikmati-nya Alice sampai lupa kalau saat ini mereka sedang dalam misi menguntit Om Anthony.
Sedangkan Max, entah kenapa melihat senyum Alice, hatinya seperti merasakan kehangatan dan getaran yang belum pernah ia rasakan sebelum-nya.
💋 💋 💋
Bersambung...