Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Senjata Makan Tuan



Di lantai atas.


Sebelum Max dan Alice naik, Nico dan Ozcar sudah melihat kedatangan Max dan Alice.


"Bukannya itu Max? Sedang apa dia disana? Kenapa tidak langsung naik?" tanya Ozcar.


Nico pun menajamkan matanya untuk melihat ke arah yang Ozcar lihat.


"Bukannya itu si gadis pargoy?" timpal Nico.


"Iya itu si gadis pargoy. Sepertinya Max sedang mengenalkan si gadis pargoy pada sekelompok buaya sawah." balas Ozcar.


"Kalau mereka buaya, terus kita apa? Kita kan sama saja dengan mereka." balas Nico.


"Jelas beda! Kita itu komodo." balas Ozcar.


"Tapi untuk apa si gila Max mengenalkan gadis pargoy pada kelompok buaya? Apa sekarang Max ganti profesi menjadi mucikari?" tanya Nico.


"Entah lah. Kau tahu sendiri otaknya Max lain dari pada yang lain! Mungkin dia mau pamer kalau dia bisa mendapatkan gadis muda." jawab Ozcar.


"Cih! Nanti kalau si gadis pargoy di goda buaya-buaya itu baru tahu rasa!" celetuk Nico.


"Kau mau taruhan dengan ku Nic?"


"Taruhan apa?"


"Ayo kita bertaruh, aku yakin Max akan terjebak dengan permainannya sendiri. Aku yakin nanti Max akan jatuh cinta pada gadis itu." Jawab Ozcar.


"Aku juga yakin begitu." balas Nico.


"Menurut mu berapa lama Max akan jatuh cinta pada gadis itu? Aku tiga bulan." ucap Ozcar.


"Aku satu bulan." balas Nico.


"Lalu apa yang akan kita pertaruhkan?" Tanya Nico.


"Mm.. entah lah aku juga tidak tahu. Bagaimana kalau aku simpan hadiah kemenangan ku sampai aku menikah nanti. Jadi nanti kau yang akan membiayai bulan madu ku." jawab Ozcar.


"Oke, aku setuju. Aku sama kalau dengan mu kalau begitu. Aku akan menyimpan hadiah kemenangan ku sampai aku menikah nanti." balas Nico.


"Tapi ngomong-ngomong dengan siapa kita akan menikah nanti? Apa mungkin kita akan menikahi salah satu ja lang kita?" tanya Nico.


"Entah lah terserah authornya saja mau menikahkan kita dengan siapa." balas Ozcar.


Tak lama mereka melihat Max membuat keributan di dekat tangga.


"Sepertinya Max emosi, ayo kita ke bawah, sebelum Max membunuh orang di hari pertunangannya dengan si gadis pargoy." ajak Nico.


"Kita lihat saja dulu. Kalau memang Max sudah tidak bisa di kontrol, baru kita turun." cegah Ozcar.


💋 💋 💋


"Ingat jangan memanggil ku, Om! Atau ku robek mulut mu!" sekali lagi Max memberi peringatan pada Alice.


Kini mereka sudah berada di lantai atas dan hendak berjalan menuju table dimana Nico dan Ozcar berada.


"Mmm.." balas Alice malas.


"Apa kalian sudah tidak laku lagi, makanya kalian hanya duduk berdua disini?" ejek Max sesampainya di table khusus untuk mereka.


Nico dan Ozcar memutar bola matanya malas mendengar ejekan Max.


"Sombong sekali kau! Mentang-mentang baru bertunangan." balas Ozcar.


"Kenapa? Kalian iri yah?" balas Max.


"Untuk apa kami iri kalau kami akan mendapatkan saham tiga persen." sindir Ozcar.


Mendengar itu, Max langsung memberikan tatapan tajam pada Ozcar. Bisa bahaya kalau sampai Alice tahu tentang taruhan mereka.


Melihat tatapan tajam Max, bukannya takut, Ozcar malah tertawa terbahak-bahak.


"Apa kau tidak ingin mengenalkan tunangan mu itu pada kami, Max?" tanya Nico.


"Kalian sudah mengenalnya! Jadi untuk apa kalian minta kenalan lagi! Jangan modus kalian!" jawab Max tidak senang.


Ozcar dan Nico kembali tertawa melihat Max yang posesif.


"Kami kan hanya mengenal dia dengan sebutan gadis pargoy! Kami kan tidak tahu namanya." balas Nico.


"Tunangan ku ini putri dari-"


"Haish, diam kau! Kami hanya ingin mendengar suara Nona cantik ini." Potong Ozcar sambil mendorong tubuh Max lalu menarik tangan Alice dan mendudukkan Alice di sofa sebelah Nico, setelah itu Ozcar pun duduk di sebelah Alice.


Untung saja Alice sudah memakai jas Max, jadi Alice tidak merasa risih jika harus duduk diantara dua siluman komodo jantan itu.


Tapi tidak dengan Max, hatinya panas sepanas air lahar gunung berapi yang masih meletup-letup melihat Alice di himpit oleh kedua temannya, ditambah Alice yang selalu melemparkan senyum manis saat berbicara dengan Nico dan Ozcar.


Jangan tersenyum seperti itu! Berhenti memberi senyuman manis mu pada dua siluman komodo itu! Aaargh... kau hanya boleh tersenyum semanis itu pada ku, Alice!


Max marah-marah dalam hatinya tak terima Nico dan Ozcar melihat senyum manis Alice.


Dan malam itu niat hati ingin membuat teman-temannya iri, yang terjadi malah Max yang iri dan panas hati. Senjata Makan Tuan.


💋 💋 💋


Bersambung...