Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Masih Flashback (Kedatangan Namee)



"Makanya aku tidak menyangka kalau laki-laki itu bisa bertunangan dengan gadis polos seperti temannya Alice." Lanjut Ozcar.


Tiba-tiba saja Nico kepikiran dengan kode tangan yang di berikan Namee sebelum pergi meninggalkannya.


"Lalu kalau tangan membentuk seperti ini, apa memiliki arti?" tanya Nico lagi sambil menggerakkan tangannya seperti yang di lakukan Namee tadi.


"Darimana kau tahu kode itu?" tanya Ozcar.


"Tadi teman si gadis pargoy itu menggerakkan tangannya seperti ini sebelum dia pergi." jawab Nico.


"Itu tandanya dia meminta pertolongan mu. Dia merasa kalau dirinya berada di bawah tekanan." jawab Ozcar.


"Kita harus menolongnya Oz, jangan sampai gadis polos itu menjadi korban si predator itu."


"Aish, kau saja lah. Aku masih lelah." tolak Ozcar, maklum saja dia baru bermain jungkat-jungkit dengan wanita tadi di kamar VIP. Kamar yang memang di sewakan untuk orang-orang yang ingin bercinta tapi tidak ingin membawa wanita-nya ke hotel.


"Ayolah Oz, kalau terjadi apa-apa pada si gadis pargoy itu kita juga yang terkena masalah." paksa Nico seraya menarik tangan Ozcar. Mau tak mau Ozcar pun menuruti kemauan Nico untuk mengejar Namee dan Attar walau Nico tidak tahu kemana Attar membawa Namee pergi.


"Memangnya kau tahu harus mencari mereka kemana?" tanya Ozcar sambil menuruni anak tangga.


Langkah kaki Nico pun terhenti. Dia pun baru sadar kalau dirinya tidak tahu alamat rumah Namee ataupun Attar.


"Tidak!" jawab Nico.


"Lalu kau mau menyusul mereka kemana?! Ah.. bodoh sekali kau!" geram Ozcar.


"Iya juga yah." gumam Nico.


"Ya sudah lah, kita pulang saja. Tidak usah di pikirkan tentang gadis polos itu. Kalau terjadi apa-apa kan bukan salah kita, karena tunangannya yang menjemputnya. Yang penting bukan kita yang melakukannya." ajak Ozcar.


Nico pun menganggukkan kepalanya setuju. Mereka pun keluar dari dalam klub malam. Saat hendak ke parkiran, tak sengaja mereka melihat mobil Max sudah berada di tempat parkir dan sedang bergoyang-goyang. Dan mereka sangat yakin kalau yang di dalam bukan Max dan Alice melainkan Max dengan wanita lain.


"Berani sekali dia, sudah mau nikah bukannya strerilin si Jalu, malah ajak Jalu jajan sembarangan! Nanti pas nikah si Jalu men cret - men cret baru tahu rasa." celetuk Nico.


💋 💋 💋


Jam masih menunjukkan pukul lima subuh. Berbekal informasi yang diterima dari Alice, Namee kini sudah berada di depan pintu apartemen Nico. Alasan Namee meminta alamat Nico karena Namee ingin meminta bantuan pada Nico, awalnya Alice tidak ingin memberikan alamat itu pada Namee, karena Namee tidak mau mengatakan pada Alice bantuan apa yang dibutuhkan Namee. Tapi karena Namee sangat memaksa dan memohon dan mengatakan hanya Nico lah yang mampu membantunya, mau tak mau Alice memberikan alamat Nico pada Namee. Alamat Nico pun Alice dapatkan dari Max. Entah sadar atau tidak Max memberikan alamat itu pada Alice karena Alice menghubungi Max saat Max masih setengah sadar.


Ting Tong Ting Tong Ting Tong.


Namee menekan bel pintu dengan tidak sabaran.


Nico yang masih berada di alam bawah sadar pun terganggu dengan suara bel pintu itu.


"Aaargh.. " teriak Nico frustasi karena tidurnya di ganggu. Dengan mata yang masih terpejam Nico pun mendudukkan dirinya lalu meraba nakas di sebelahnya untuk mengambil ponselnya. Ia membuka matanya sedikit hanya untuk mengintip jam berapa sekarang.


"Astaga masih jam lima subuh!" geram Nico.


Ting Tong Ting Tong Ting Tong. Bel pintu kembali berbunyi.


"Ini pasti si Max! Mau apalagi sih dia datang pagi-pagi buta begini! Jangan bilang dia di usir Mommy-nya karena ketahuan beri jajan Jalu sembarangan!" gerutu Nico sambil menyambar boxer-nya yang ada di lantai.


Sudah menjadi kebiasaan Nico kalau tidur tidak memakai apa-apa dan membiarkan si Jamal-nya merasakan kebebasan.


Hanya dengan menggunakan boxer pink bergambar Patrick temannya Spongebob, Nico pun keluar dari dalam kamar-nya.


Ia tidak melihat lagi layar monitor untuk memastikan siapa yang datang, karena ia sangat yakin kalau yang datang adalah Max.


Ceklek. Nico membuka pintu unit apartemennya.


Matanya yang tadi masih satu watt, sontak menjadi seratus watt kala melihat sosok Namee yang ada di depan pintu.


💋 💋 💋


Bersambung...