Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Malaikat Alim VS Setan Mesum



Nico mengendari mobilnya ke arah yang bukan menuju apartemennya.


Saat melihat toko kue yang cukup ramai, Nico pun membelokkan mobil-nya kesana.


"Untuk apa kita kesini?" tanya Namee.


"Untuk apalagi kalau bukan untuk memanas-manasi tunangan mu itu!" jawab Nico.


Namee memutar bola matanya malas karena Nico lagi-lagi menyebut Attar sebagai tunangannya.


"Akting kita di mulai dari toko itu. Nanti di toko itu kamu beli lah coklat, ice cream atau apapun yang kamu mau dan jangan lupa kamu harus bersikap manja pada ku." ucap Nico.


Namee menganggukkan kepalanya paham dengan maksud Nico.


Setelah memarkirkan mobil-nya, Nico dan Namee pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju toko roti. Tak lupa mereka bergandengan tangan sambil Namee sesekali menyandarkan kepala-nya di bahu Nico dengan manja. Bahkan saat keluar dari toko roti, mereka juga masih berakting mesra.


Tanpa mereka sadari kalau kemesraan palsu mereka itu di lihat Max di seberang toko roti.


Bukan hanya Max, tapi orang suruhan Attar juga merekam kemesraan Nico dan Namee untuk dilaporkan pada Attar.


Entahlah bagaimana reaksi Attar begitu melihat gadis incarannya bermesraan dengan laki-laki lain.


Setelah dari toko roti, Nico tidak langsung pulang ke apartemen, melainkan dia berputar-putar dulu untuk membuat orang suruhan Attar yang sedang mengikuti mereka itu capek sendiri. Tapi ternyata tidak, nampaknya tangki bensin mobil orang suruhan Attar itu masih penuh makanya orang suruhan Attar itu tak gentar mengikuti mobil Nico.


Nico mulai gemas sendiri karena orang suruhan Attar itu tidak mau juga menyerah. Karena sudah lelah, mau tidak mau Nico pun melajukan mobil-nya kembali ke apartemen.


Namun saat di pertengahan jalan, dimana jalanan sedang sepi tiba-tiba Nico kepikiran satu cara yang akan membuat orang suruhan Attar merasa sudah cukup memberi laporan untuk Attar.


Nico membelokkan mobil-nya ke gang yang sepi dan remang-remang.


"Untuk apa kita kesini?" tanya Namee.


"Untuk mengusir mereka. Aku sudah bosan berkeliling-keliling tapi mereka tidak mau berhenti juga mengikuti kita." jawab Nico.


"Ya kenapa tidak langsung pulang ke apartemen saja."


"Kalau kita pulang ke apartemen, apa yang akan mereka laporkan pada bos mereka. Kita harus membuat mereka merasa yakin kalau kita memiliki hubungan yang sangat serius.


Nico memberhentikan mobilnya lalu menoleh kearah Namee lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Namee.


Namee spontan menjauhkan wajah-nya namun Nico dengan cepat menahan tengkuk Namee.


"Jangan macam-macam! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!"


"Bukannya kamu memohon pada ku untuk membantu mu? Jadi ikuti cara main ku!" balas Nico.


"Kita harus berpura-pura berciuman, biar anak buah si Nastar ada bahan laporan. Kamu paham!" kata Nico lagi.


"Oh.." Namee membulatkan mulutnya.


"Tapi hanya pura-pura kan?" tanya Namee mewanti-wanti.


"Iya! Siapa juga yang mau ciuman betulan dengan mu!" balas Nico.


"Kita pindah ke belakang." ucap Nico.


"Untuk apa?"


"Tidak usah banyak tanya! Lakukan saja!"


Sambil berpura-pura ciuman panas, Namee dan Nico pun pindah tempat duduk belakang. Setelah berada di tempat duduk belakang, Nico pun menyuruh Namee untuk pura-pura membuka pakaian Nico.


"Buka pakaian ku!" pinta Nico.


"Ini sudah kelewat batas! Aku tidak mau!"


"Kamu mau terlepas dari psikopat itu atau tidak? Kalau tidak mau, ya sudah aku juga tidak mau membantu mu!"


Namee menghela nafasnya kasar. Mau tidak mau Namee pun melepas kemeja semi formal yang saat ini Nico pakai, kemudian mendudukkan Namee diatas pangkuannya. Karena terlalu berbahaya mendudukkan Namee langsung di pangkuannya, sebelum itu Nico meletakkan terlebih dulu bantal kepala yang sejak tadi ada di tempat duduk belakang ke paha Nico.


"Ciumi leher ku!" perintah Nico lagi. Lagi dan lagi Namee menurut, ia pun berpura-pura menciumi leher Nico


"Apa kamu memakai tank top? Atau langsung memakai b r a?" tanya Nico.


"Aku memakai tank top." jawab Namee.


"Kalau begitu, izinkan aku menurunkan tali tank top mu terlebih dulu."


"Jangan becanda! Aku tidak mau!


"Sudah di bilang ikuti saja cara main ku! Kalau sekali lagi kamu menolak, maka aku benar-benar berhenti membantu mu! Kalau perlu ku seret kamu ke mobil anak buah si Nastar!" ancam Nico kesal.


Namee pun diam.


"Ya sudah, tapi jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan! Jangan menyenggol-nyenggol ketempat yang lain!"


"Cih! Kamu bukan seleraku!" balas Nico.


Tangan Nico pun mulai meraba punggung Namee lalu menurunkan tali tank top Namee. Tujuannya, agar saat Nico membuka kaos Namee, siluet yang di tampilkan seolah-olah Namee hanya memakai b r a saja.


Setelah menurunkan tali tank top, barulah Nico membuka kaos semi formal Namee, kemudian membuka b r a Namee. Begitu berhasil membuka b r a Namee, Nico sengaja melambai-lambaikan b r a itu ke udara seolah ingin memberitahu anak buah Attar kalau kini Namee sudah polos di bagian atas.


Setelah itu, Nico pun pura-pura menciumi leher dan menyusu di dada Namee. Sudah sampai sejauh itu pun, anak buah Attar belum juga beranjak dari tempatnya.


Saat sedang berpura-pura menyusu di dada Namee, Nico gagal fokus melihat cetakan puncak dada Namee.


Setan mesum di sebelah kiri Nico pun membisikkan pada Nico agar Nico benar-benar menyusu di susu segar Namee.


Tapi malaikat alim di sebelah kanan Nico selalu mengingatkan kalau dirinya tidak boleh berbuat mesum pada Namee. "Ingat Nico, kau akan di kulit Alice kalau sampai dia tahu temannya kau lahap!" bisik malaikat alim.


Siapakah yang akan di dengar Nico? Malaikat Alim atau Setan Mesum? 🤔


💋 💋 💋


Bersambung...