Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Gara-gara Bibir Lecet



Sontak Alice mendorong tubuh Max namun Max malah makin menahan kepala Alice dan memperdalam ciumannya. Alice tidak hilang akal, dia pun hendak menjambak rambut Max, namun kali ini gerakan Alice bisa terdeteksi oleh Max. Max pun langsung menangkap tangan Alice dan mengunci kedua tangan Alice dengan satu tangannya hingga membuat Alice tidak bisa bergerak sama sekali. Alice terus meronta, tapi tetap saja Max tidak mau melepaskan kunciannya dan ciumannya yang ada Max malah semakin brutal mencium bibir Alice.


Ya hitung-hitung mengambil kesempatan dalam kesempitan lah. Begitu pikir Max.


Tiiin.. Tiiiin.. Tiiin..


Suara klakson mobil dari mobil di belakang Max berhasil membuat Max melepaskan ciumannya.


"Kamu!!!" geram Alice begitu Max melepaskan kuncian dan ciumannya. Alice pun langsung menjambak rambut Max.


"Aaarghh... Lepas Alice, lepas. Itu mobil yang di belakang sudah klakson-klakson. Lepas dulu Alice. Simpan marah mu sampai di mansion." ucap Max.


Tiiin... Tiiiin... Tiiin..


Mobil di belakang Max kembali membunyikan klakson, nampaknya mobil yang di belakang sudah tidak sabar untuk keluar dari lampu merah itu sebelum lampu berubah kembali menjadi merah.


Mau tidak mau Alice pun melepaskan tangannya dari rambut Max dan menyimpan amarahnya sampai di mansion.


"Awas kamu nanti!" geram Alice.


Max tidak menjawab, ia pun menarik rem tangan lalu melajukan mobilnya sambil matanya melihat ke arah tempat ia melihat Nico dan teman Alice tadi.


Melihat sahabatnya dan teman Alice sudah tidak ada lagi disana Max pun bernafas lega.


Awas saja kau Nico, kalau sampai nanti si Jalu kena jambak oleh Alice, akan ku buat hal yang sama dengan si Jamal mu itu!


Gerutu Max dalam hati.


💋 💋 💋


Vellf Mansion.


Kini Max dan Alice sudah berada di Vellf Mansion.


"Hai Alice sayang." sapa Mom Sye begitu melihat Alice. Sedangkan Max masih beberapa meter di belakang Alice.


"Malam Mom." balas Alice.


"Kak Mar kemana?" tanya Alice karena tak melihat kakak ipar beserta suami dan kedua anaknya itu ada di ruang keluarga itu.


"Sedang pergi ke rumah mertuanya. Lusa mereka harus kembali ke Selandia Baru." jawab Mom Sye.


"Bagaimana Mami mu? Apa dia senang melihat sertifikat-sertifikat pabrik Papi mu sudah kembali?" tanya Mom Sye sambil mengajak Alice duduk di sofa.


"Mami baik-baik saja, dia nampak semakin sehat sekarang, itu semua berkat Mom." jawab Alice.


"Mami menitip salam untuk Mom dan mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya karena Mom sudah banyak membantu kami." lanjut Alice.


"Kita kan keluarga, jadi sudah sepantasnya kan keluarga itu saling membantu." jawab Mom Sye.


"Alice, kenapa bibir mu?" ucap Mom Sye saat melihat bibir bawah Alice agak sedikit luka.


Max yang baru masuk ke dalam ruang tengah itu pun langsung mendapat sorot mata tajam dari Mom Sye.


"Hei tua bangka, sini kamu!" perintah Mom Sye.


"Ada apa?" tanya Max tanpa dosa sambil berjalan mendekati Mom Sye dan Alice.


"Lihat ini, pasti kamu kan yang membuat bibir Alice lecet seperti ini?!" tanya Mom Sye.


Max pun melihat ke arah bibir Alice.


Mati aku! Alamat gagal honeymoon di Las Vegas ini!


Gumam Max dalam hati.


Mata Alice membulat begitu mengetahui bibir-nya lecet.


"Kamu itu, apa gak bisa pelan-pelan sedikit! Kasihan kan bibir menantu Mom yang seksi ini harus lecet!" omel Mom Sye lagi.


"Hanya sedikit kok Mom." balas Max.


"Maaf yah Sayang, habisnya bibir mu manis sekali seperti permen karet, makanya aku jadi geregetan sendiri sama bibir mu tadi." ucap Max pada Alice sambil mengelus rambut Alice.


Mendengar kata-kata Max jelas saja membuat Alice semakin kesal dengan Max. Alice memberi pelototan tajam pada Max seolah memberi ancaman yang sangat berbahaya pada Max.


Max tidak memperdulikan pelototan tajam Alice dan malah menjauh dari tempat Mom Sye dan Alice lalu duduk di sofa sebelah mereka.


"Sayang, bukankah kamu bilang ingin langsung mandi begitu sampai sini. Sana pergi mandi. Biar aku yang berbicara pada Mom Sye tentang rencana kita." ucap Max.


Awalnya Alice mengernyitkan keningnya bingung dengan maksud perkataan Max, namun tak lama ia mengerti apa yang Max maksud.


"Mom, Alice naik ke kamar yah, badan Alice lengket, jadi Alice mau mandi dulu." pamit Alice.


"Memangnya waktu di mansion Mami-mu kamu tidak mandi?" tanya Mom Sye heran, karena melihat pakaian Alice sudah berganti dan Mom Sye pikir Alice sudah mandi.


"Mmm-"


"Sudah Mom, tapi yah Mom tau lah namanya juga pengantin baru, kami singgah di hotel dulu tadi." Potong Max menyerobot jawaban Alice.


Mata Alice membulat mendengar kata-kata Max. Mendapat pelototan dari Alice, Max membalas dengan senyuman sambil mengerlingkan matanya.


"Sudah sana mandi. Dan beristirahatlah, pasti kamu sudah sangat lelah." ucap Max lagi. Kata-kata Max benar-benar membuat otak Mom Sye traveling kemana-mana.


Tak ingin semakin malu di buat Max, Alice pun cepat-cepat keluar dari ruang keluarga itu.


💋 💋 💋


Bersambung...