Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Langsung Lamaran



Mom Sye mengerti maksud Alice. Tidak masalah bagi Mom Sye kalau Alice mau menerima tawarannya hanya karena ingin memanfaatkan nama besar Vellf Group untuk menangkap paman-nya, toh memang dirinya lah yang awal mulanya menawarkan pada Alice. Lagipula, Mom Sye juga mendapat keuntungan dari pernikahan Alice dan Max, keuntungannya ya apalagi kalau bukan keturunan Vellf Group.


"Tapi Mom, tidak mau mendengar kalian membuat perjanjian di belakang Mom. Tidak ada istilah pernikahan kontrak dan ini juga pernikahan bisnis. Oke." ucap Mom Sye dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Alice.


"Jadi kalau nanti Max memberikan kontrak pernikahan, laporkan pada Mom. Kalau kamu tahu Max bersama dengan wanita lain, hajar saja dua-duanya, tidak usah takut berurusan dengan polisi, urusan polisi itu urusan Mom, oke." ucap Mom Sye dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Alice.


Mom Sye pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Max.


Cukup lama Max menjawab panggilan telepon Mom Sye dan itu membuat Mom Sye kesal.


📱Mom Sye : Kau mau angkat telpon Mom atau gedung apartemen teman mu itu yang Mom angkat!!


Setelah mengirim pesan itu, Mom Sye pun kembali menghubungi Max kali ini belum juga nada sambung pertama selesai, Max langsung menjawab telepon Mom Sye.


"Ya, apa?!" jawab Max.


"Apa kau tidak bisa sopan bicara dengan Mom mu, hah!" protes Mom Sye.


"Ada apa Mom?" Max pun merubah intonasi suaranya menjadi sedikit lebih lembut.


"Pulang kau ke mansion sekarang." perintah Mom Sye.


"Untuk apa?" tanya Max.


"Tidak perlu banyak bertanya, pokoknya pulang sekarang." perintah Mom Sye lagi tegas dan tanpa mendengar jawaban dari Max, Mom Sye langsung mengakhiri panggilannya.


"Adel.. Adel.." Mom Sye memanggil asisten pribadinya.


"Iya Nyonya."


"Tolong antarkan calon menantu ku ini pulang ke mansion-nya dan tolong beritahu pada Nyonya Mercy kalau malam nanti kami akan datang melamar putrinya yang cantik ini." ucap Mom Sye sambil mengelus lembut pipi Alice.


Mata Alice membulat.


"Secepat itu Mom? Mom saja belum membicarakannya dengan Tuan Max." kaget Alice.


"Oh iya satu lagi, jangan memanggil Max dengan panggilan Tuan, tidak ada seorang istri memanggil suaminya dengan panggilan Tuan. Oke." kata Mom Sye lagi.


"Baik Mom." jawab Alice.


"Kalau begitu Alice pulang dulu Mom."


"Iya Sayang, nanti malam kita bertemu lagi." jawab Mom Sye.


"Adel, jaga calon menantu ku baik-baik, jangan sampai lecet." perintah Mom Sye.


"Nanti akan aku kirimkan lewat pesan apa-apa saja yang harus kamu kerjakan untuk acara lamaran malam ini." kata Mom Sye lagi.


"Baik Nyoya."


"Ayo Nona Alice."


Alice pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Mom Sye di tengah-tengah danau buatan itu. Ah.. tidak sendirian juga sih, karena di dalam danau ada ikan gurame dan lele peliharaan Mom Sye. Dari pada melihara brondong mending melihara ikan lele dan gurame.


Setelah Alice terlihat sudah jauh, Mom Sye kembali mengambil ponselnya dan menghubungi putri sulungnya. Mom Sye harus memberi tahu putri sulungnya itu kalau sebentar lagi Max akan menikah.


Tuuut..


"Mommyyyyyyyy..." dengan hebohnya putri sulung Mom Sye itu menjawab panggilan telepon Mommy-nya.


"Marimaaaaaaar, aaaaw.." balas Mom Sye tak kalah heboh.


Ya, nama putri sulung Mom Sye adalah Marimar Vellfire.


💋 💋 💋


Bersambung...