Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Pokoknya Ini Salah Alice, Bukan Salah Jalu!



Setelah cepika-cepiki dengan Max, Alice pun duduk di kursi makan sebelah Mami Lucy yang posisinya berhadapan dengan Max.


Jika tadi Max hanya melihat bagian dada Alice, kini pandangan Max tertuju pada wajah Alice.


Cantik.


Gumam Max dalam hati


Max tidak bisa membohongi dirinya, malam ini Alice sangat cantik dan seksi. Sangking cantiknya Alice di mata Max, mata Max sampai tidak berkedip menatap Alice.


"Tuh Alice, Max saja sampe gak kedip." sindir Mom Sye saat menyadari kalau Max tidak berkedip melihat Alice.


Disindir Mommy-nya, Max pun jadi tersadar kalau sejak tadi dirinya menatap Alice. Sedangkan Alice bukannya malu, dia malah tersenyum manis pada Max.


Shiiit!! Gula darah ku naik! Dia terlalu manis.


Gumam Max dalam hatinya lagi.


"Astaga Max, sampe ileran gini ngeliat Alice-nya." ucap Mom Sye sambil menyeka bibir Max kasar seolah-olah memang di bibir Max ada iler.


"Hish! Mom apa-apaan sih, siapa juga yang ileran!" protes Max sambil menepis tangan Mom Sye.


Mami Lucy tersenyum melihat tingkah ibu dan anak yang ada di hadapannya, menurut Mami Lucy, Mom Sye dan Max sangat lucu.


"Mari kita makan. Setelah itu kita lanjutkan ke pembicaraan inti kita." ucap Mom Sye.


Mereka pun memulai makan malam mereka.


Sambil memotong daging steak, mata Max sambil melirik ke arah Alice yang makan dengan sangat anggun. Bukan hanya cara makan Alice saja tentunya, tapi lagi dan lagi mata Max tertuju pada dada Alice.


Melihat dada Alice, seketika Max ingin cosplay menjadi anak bayi yang kelaparan.


Enen Mama, enen Mama...


Melihat Max yang terus memandang dada Alice, Mom Sye pun menyenggol tangan Max. Khayalan Max pun buyar seketika.


"Jaga mata mu! Jangan buat malu!" bisik Mom Sye.


Mau tidak mau sepanjang makan malam, Max menundukkan wajahnya agar tidak bisa melihat Alice yang menggoda iman.


💋 💋 💋


Makan malam selesai, mereka pun berpindah ke ruang tengah.


Baru saja mendaratkan bokongnya di sofa, Mom Sye menghubungi anak buahnya untuk mengambil barang hantaran yang mereka bawa.


"Stop disitu." pinta Mom Sye. Empat orang anak buahnya pun berhenti di depan pintu ruang tengah.


Mom Sye pun berdiri dari duduknya untuk menghampiri anak buahnya


"Berdiri kau!" Mom Sye menendang kaki Max agar berdiri saat Mom Sye melewati Max. Max pun berdiri dari tempat duduknya dan ikut menghampiri anak buah Mom Sye.


Mom Sye pun mengambil salah satu barang hantaran yang berisi sepatu branded.


"Kau ambil itu!" perintah Mom Sye pada Max agar Max mengambil barang hantaran yang berisi perhiasan.


Mom Sye pun dan Max pun berjalan mendekati Alice dan Mom Sye.


Entah bagaimana cara memberikan barang hantaran yang benar Mom Sye tidak tahu, yang Mom Sye tahu barang hantaran itu harus diantarkan sendiri oleh dirinya dan Max.


"Ini Jeng, hadiah untuk calon mantu dan calon besan saya. Kata orang-orang sih barang hantaran, tapi kalau saya bilang ini hadiah untuk." ucap Mom Sye sambil meletakkan barang hantaran yang ia pegang ke atas meja.


"Gak usah repot-repot harusnya Jeng. Acara malam ini juga kan Jeng Mesye yang ngurus, seharusnya Jeng Mesye gak usah bawa apa-apa lagi." balas Mom Sye.


"Gak repot kok Jeng." balas Mom Sye.


"Max, pakaikan perhiasan itu pada Alice." perintah Mom Sye.


Tanpa membantah Max pun mendekati Alice lalu memakaikan,anting, cincin, gelang dan terakhir kalung.


Saat sedang memakaikan kalung, Max berkali-kali menelan saliva-nya berkali-kali saat jaraknya dengan tubuh bagian belakang Alice hanya satu jengkal saja.


Aroma tubuh Alice berhasil membangkitkan hasrat kelaki-lakian Max. Kalung pun sudah berhasil Max pasangkan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Max makin menepis jarak tubuh mereka.


"Sudah." Bisik Max di telinga Alice dengan suara yang menggoda dan tangannya memegang perut Alice dan mendorong perut Alice hingga bokong Alice menempel di celana Max yang sudah menyempit karena Jalu yang sudah bangun.


Jalu yang merasakan bokong Alice pun bersorak kegirangan di dalam sangkar kainnya.


Sedangkan Alice, matanya membulat saat merasakan sesuatu menendang bokongnya.


Cepat-cepat Alice menoleh ke belakang.


"Om mesum!" geram Alice pelan dengan sorot mata tajam.


"Jangan salahkan aku, siapa suruh kau sangat seksi malam ini! Jalu ku pantang melihat yang seksi-seksi." balas Max berbisik. Setelah itu Max pun kembali duduk di sofa.


💋 💋 💋


Bersambung...