
Alice yang awalnya risih dan terus meronta, lama kelamaan pun menjadi nyaman dan pasrah berada dalam dekapan Max. Mereka pun menikmati langit sore kota Vegas sambil berendam di dalam kolam jacuzzy. Selama lima belas menit, Max benar-benar membuktikan kata-katanya untuk tidak melakukan apa-apa pada Alice, tapi di menit selanjutnya aroma rambut Alice berhasil membuat Max terhipnotis. Tak sadar Max pun membenamkan wajah-nya di ceruk leher Alice sambil mengecupi-nya pelan-pelan.
Alice yang geli dengan apa yang Max lakukan pun langsung mendorong kepala Max dari leher-nya.
Setelah menjauhkan wajah Max dari leher-nya, mata Alice dan mata Max pun saling menatap, seperti ikut terhipnotis saat melihat mata Max, Alice yang tadinya ingin protes atas apa yang Max lakukan barusan malah membeku di tempatnya bahkan saat Max memajukan wajah-nya pada wajah Alice, Alice terlihat diam saja.
Hingga akhirnya bibir Max pun berhasil mendarat di bibir Alice. Bukannya melawan, Alice malah memejamkan matanya. Karena tak ada perlawanan dari Alice, Max pun melu mat bibir manis itu tipis-tipis dan satu tangan Max memegang kepala belakang Alice untuk memperdalam ciuman mereka.
Mereka pun berciuman dengan panas hingga suara decapan bibir pun terdengar. Tangan Max yang tadinya hanya diam di tempat pun lama kelamaan ikut menjalar kemana-mana. Dan saat tangan Max berhasil meraih salah satu gundukan daging Alice, disitulah Alice tersadar. Cepat-cepat Alice melepaskan ciuman panas mereka lalu mendorong tubuh Max.
"Aku mandi dulu." ucap Alice sambil berdiri lalu keluar dari kolam jacuzzy meninggalkan Max yang sedang mematung.
Max mematung karena dirinya juga baru sadar dengan apa yang dirinya dan Alice lakukan tadi.
"Apa tadi itu? Apa tadi Alice membalas ciuman ku? Dan apa tadi aku berhasil menyentuh gundukan kenyal Alice?" gumam Max masih tak percaya kalau Alice membalas ciumannya dan membiarkan Max menyentuh aset berharga Alice, yah walaupun hanya sebentar.
"Apa ini tanda-tanda'nya malam pertama ku dengan Alice sudah dekat?" gumam Max lagi.
Sedangkan di kamar mandi, saat ini Alice sedang merutuki dirinya sendiri karena membalas ciuman Max.
"Bodoh! Kenapa kamu malah membalas ciumannya, kenapa bisa-bisa'nya aku tidak sadarkan diri tadi! Aaargh.. bagaimana ini sekarang, aku malu!" rutuk Alice sambil memukul-mukul pelan kepala-nya.
Setelah lima belas menit berada di dalam kamar mandi, Alice pun keluar dari dalam kamar mandi, dan Max pun ternyata juga sudah selesai berendam di jacuzzy.
"Kenapa lama sekali di dalam kamar mandi?" tanya Max. Sikap Max terlihat biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Alice, padahal saat ini Alice sudah malu setengah mati melihat Max.
"Ya karena aku mandi." jawab Alice.
"Yakin hanya mandi?" tanya Max sambil berjalan mendekati Alice hingga membuat Alice tersudut di tembok.
"Ya-ya-ya iyalah!" jawab Alice terbata-bata.
"Hish.. apaan sih! Minggir! Aku ingin mengambil baju ku!" ucap Alice seraya mendorong tubuh Max.
Max hanya tertawa melihat tingkah Alice yang malu-malu.
"Jangan tertawa! Itu tidak lucu! Dan jangan masuk ke kamar mandi dulu! Aku ingin pakai baju di kamar mandi!" ucap Alice kesal.
Max pun berjalan menuju sofa yang ada di depan ranjang sedangkan Alice membuka koper-nya untuk mengambil pakaiannya.
Tiba-tiba saja ponsel Alice berdering. Alice pun berhenti mencari pakaian yang ada di dalam koper lalu berjalan menuju meja yang ada disamping sofa yang duduki Max karena ponsel-nya berada dalam tas yang ia letakkan di meja dekat sofa yang di duduki Max.
Alice pun mengeluarkan ponsel-nya dari dalam tas dan ternyata Mom Sye yang menghubungi-nya.
"Siapa?" tanya Max.
"Mom Sye." jawab Alice.
"Angkatlah." balas Max.
"Aku pakai kamar mandi dulu kalau begitu." ucap Max lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Max beranjak dari sofa, barulah Alice menjawab panggilan dari Mom Sye.
"Halo Mom.."
💋 💋 💋
Bersambung...