Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Merasa Terbebani



Melihat kedatangan Alice dan Max, dua orang pelayan mansion pun berlarian menghampiri mobil Max.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Vellfire." sapa kedua pelayan itu sambil setengah membungkuk.


"Hish si Mbak, biasa aja kali Mbak." balas Alice.


Melihat Max sedang mengeluarkan buah tangan untuk Mami Lucy, pelayan pun berinisiatif untuk membantu Max, tapi Max menolak.


"Sini Tuan, biar kami yang bawakan." ucap salah satu pelayan.


"Tidak usah. Mengangkat barang-barang ini adalah tugas laki-laki. Lagian saya ingin membawanya sendiri untuk Mami mertua saya." jawab Max dengan bangganya. Hanya basa-basi sih Max mengatakan itu dan berharap dua pelayan itu memaksa untuk membawakan buah tangan untuk Mami Lucy.


Tapi ternyata Alice malah langsung menarik dua pelayannya untuk meninggalkan Max dan membiarkan Max membawa semua buah tangan itu.


"Biarkan saja dia yang membawa-nya, percuma saja badan besar kalau barang-barang itu di bawakan oleh perempuan lemah seperti kita. Lagian kan yang mau membeli barang sebanyak itu dia. Jadi biarkan saja dia yang membawa-nya sendiri." ucap Alice lalu menarik kedua tangan pelayannya.


Haish!! Apa dia tidak mengerti istilah basa-basi! Ceplos sekali jadi orang!


Gerutu Max begitu Alice dan dua pelayan itu pergi dari hadapannya. Mau tidak mau Max pun membawa semua barang-barang itu sendiri.


"Mami sedang apa, Mbak?" tanya Alice pada kedua pelayan itu sambil berjalan memasuki mansion.


"Sedang membaca buku di halaman belakang Nona." jawab Mbak Dina, salah satu pelayan itu.


"Mami tidak telat mendapat suntikan kan?" tanya Alice.


"Tidak Nona, kami semua memastikan Nyonya Lucy mendapat suntikan teratur." jawab Mbak Lisa.


"Terimakasih yah Mbak, karena sudah memperhatikan Mami." ucap Alice.


"Tidak perlu berterimakasih Nona, itu kan memang sudah tugas kami." jawab Mbak Dina.


Mereka pun langsung ke halaman belakang.


"Mami..." Baru sampai di pintu halaman belakang, Alice langsung berteriak sambil berlari mendekati Mami-nya.


Mami Lucy yang sedang membaca buku pun menoleh ke arah Alice. Melihat putri semata wayangnya datang, senyum sumringah pun terbit di bibir Mami Lucy.


PLUG..


Alice langsung memeluk erat Mami-nya seolah-olah sudah satu tahun dirinya tidak bertemu sang Mami.


"Alice kangen banget sama Mami." rengek Alice.


Mami Lucy pun melepaskan pelukan Alice.


"Kamu sama siapa kesini?" tanya Mami Lucy karena tidak melihat Max atau pun Mom Sye di belakang Alice


"Sama siapa lagi Mam kalau bukan sama suami Alice tercinta." jawab mulut Alice, tapi dalam hatinya ia berasa mau muntah telah mengucapkan Max adalah suaminya tercinta.


"Lalu kemana suami mu?" tanya Mami Lucy lagi.


Panjang umur, baru saja di cari Mami Lucy, Max pun muncul dari pintu.


"Itu dia." ucap Alice.


"Apa yang dia bawa itu? Kenapa banyak sekali?" tanya Mami Lucy.


"Entah, tanyakan saja pada menantu Mami itu." jawab Alice.


"Dina, Lisa, bantu Tuan Vellfire membawa barang-barangnya." titah Mami Lucy karena tidak tega melihat menantu semata wayangnya kesusahan membawa barang belanjaan.


"Gak usah Mam, tadi Max sendiri kok yang mau membawa barang-barang itu. Ya kan Mbak."


"Tapi kan kasihan, Alice. Lihat tuh suami mu kesusahan."


"Tidak Mam, dia itu kuat. Lihat yah, sambil menggendong Alice pun dia mampu." jawab Alice.


Alice pun berjalan mendekati Max. Melihat Alice yang berjalan ke arahnya, Max pikir Alice akan membantu meringankan bebannya dengan membawa beberapa barang belanjaan, ternyata eh ternyata.


"Suami ku Sayang....." ucap Alice sambil merentangkan kedua tangannya sambil berjalan cepat mendekati Max.


Ada yang tidak beres ini!


Gumam Max dalam hati saat merasakan alarm tanda bahaya dalam tubuhnya berbunyi.


Dan benar saja, begitu Alice berada di dekatnya Alice langsung memeluknya dari arah depan. Refleks, Max pun ikut merentangkan kedua tangannya yang sedang memegang belanjaan.


Mata Max membulat lebar saat merasakan kekenyalan dua squishy Alice. Merasakan dua squishy Alice, bukannya menganggap ini adalah rejeki nomplok, Max malah merasa terbebani.


💋 💋 💋


Bersambung...