
Flashback On.
Kembali ke waktu Alice dan Namee bertemu di klub malam.
Karena hari sudah sangat malam dan Mom Sye berulang kali menyuruh Max untuk memulangkan Alice, mau tidak mau pertemuan teman lama itu harus terpisah karena Alice harus segera pulang.
Alice meninggalkan Namee bersama kedua teman Max, Nico dan Ozcar.
Tak lama setelah Max dan Alice pergi, seorang wanita pun menghampiri meja mereka.
"Hai Ozcar." sapa wanita itu dengan tatapan menggoda.
Ozcar tersenyum tipis disapa oleh wanita itu.
"Aku pergi dulu." pamit Ozcar lalu berdiri dari tempat duduknya.
Ya, tahu lah mau kemana Ozcar kalau bukan ingin membicarakan kesepakatan dengan wanita itu.
"Hei.. kau tidak bisa meninggalkan ku begitu saja Oz!" teriak Nico tidak terima karena dirinya ditinggalkan berdua dengan Namee.
"Hanya sebentar." balas Ozcar.
Ozcar pun pergi meninggalkan Nico dan Namee berdua dan turun ke lantai bawah bersama wanita itu.
"Jadi kamu temannya Alice?" tanya Nico basa-basi.
"Mmm..." jawab Namee.
Mereka pun mulai mengobrol dan obrolan mereka di dominasi oleh Nico karena nampaknya Namee orang yang pendiam.
Saat sedang mengobrol, tiba-tiba ada dua orang pria berbadan besar menghampiri mereka dan memaksa Namee untuk pulang. Awalnya Namee berontak tidak ingin ikut pulang. Melihat Namee yang di paksa pulang, Nico pun turun tangan untuk membantu Namee. Keributan kecil pun terjadi, tapi tiba-tiba seorang pria datang menghentikan keributan antara Nico dan dua orang itu.
Laki-laki itu adalah Attar Brio. Seorang pengusaha yang terkenal arogan dan gosip-nya Attar memiliki penyimpangan sek sual, dia suka bermain kasar saat sedang bercinta atau biasa di sebut dengan masokisme atau istilah kerennya sekarang adalah BDSM. Tapi sayangnya Nico sama sekali tidak pernah mendengar tentang Attar maupun gosip miring tentang Attar itu.
"Hai Tuan Muda Rush.." sapa Attar, ia mengenal sosok Nico karena keluarga Rush adalah salah satu keluarga kaya raya di negara itu.
"Kau mengenalku?" tanya Nico heran kenapa laki-laki yang ada di hadapannya yang berwajah seperti psikopat itu mengenalnya. Maklum saja kalau Nico tidak mengenal Attar karena Nico sama sekali tidak pernah tahu dan mau tahu tentang dunia bisnis. Yang ia tahu uang mengalir terus ke rekening pribadinya.
"Siapa yang tidak mengenal Anda, Tuan Muda Rush. Anda adalah anak bungsu dari keluarga Rush, benar kan? Perkenalkan, saya Attar Brio." jawab Attar.
Nico memutar bola matanya malas.
"Apa Anda memiliki hubungan terlarang dengan tunangan saya, Tuan Muda Rush?" tanya Attar.
"Tunangan mu? Maksud mu, gadis ini?" Nico bertanya balik sambil menunjuk sosok Namee.
"Iya Tuan Rush, gadis itu adalah tunangan saya. Jadi saya ingin membawa pulang tunangan saya." jawab Attar.
"Ayo sayang kita pulang." ajak Attar.
Namee menggeleng.
"Tidak! Aku tidak mau pulang bersama mu! Dan kita belum bertunangan jadi jangan mengaku-ngaku!" bentak Namee.
"Hubungi saja aku tidak takut!" Namee balik mengancam Attar.
Attar nampaknya tidak main-main dengan ancamannya, dia benar-benar menghubungi Papa Namee.
Panggilan pun tersambung. Papa Namee pun mengancam Namee jika tidak pulang bersama Attar maka Papa-nya akan bunuh diri.
Tak ingin Papa-nya sampai berbuat nekat, mau tak mau Namee pun pulang bersama Attar.
Namun sebelum pulang, Namee memberi kode pada Nico dengan jarinya untuk meminta pertolongan. Nico yang sedikit bodoh, tidak paham dengan kode umum orang yang meminta tolong itu, Nico pikir itu hanya gerakan tangan yang biasa.
π π π
Dua puluh menit setelah kepergian Namee, Ozcar pun kembali.
"Kenapa lama sekali?" tanya Nico ketus.
"Baru tahu kalau durasi ku lama, hah!" jawab Ozcar tak kalah ketus.
"Ngomong-ngomong dimana temannya si gadis pargoy?" tanya Ozcar karena tidak melihat sosok Namee.
"Sudah pulang." jawab Nico.
"Sendiri?"
Nico menggeleng.
"Tadi tunangannya datang menjemputnya!" jawab Nico.
"Oh.." Ozcar hanya ber-Oh ria.
"Oz, apa kau mengenal Attar Brio?" tanya Nico polos. Sejak tadi dia memikirkan tentang Attar Brio, entah kenapa hati kecilnya mengatakan kalau ada yang tidak beres dari sosok berwajah psikopat itu.
"Uhuk... Uhuk..." mendengar nama Attar Brio Ozcar yang sedang menyesap whisky-nya langsung tersedak.
"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan tentang Attar Brio?" Ozcar balik bertanya.
"Penasaran. Karena tunangan-nya temannya si gadis pargoy itu adalah Attar Brio. Dia mengenalku, tapi aku tidak mengenal dia." jawab Nico.
Mata Ozcar membulat mengetahui kalau Attar memiliki tunangan gadis polos.
"Apa kau yakin gadis polos itu tunangan Attar?"
"Kau mengenal Attar?" Nico balik bertanya.
"Dia seorang pengusaha. Yang aku dengar dia juga mafia narβ’koba, dan satu lagi, dia juga seorang masokis." jawab Ozcar.
Mata Nico membulat lebar mendengar jawaban Ozcar.
π π π
Bersambung...