Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Kedatangan Max dan Mom Sye di Mercy Mansion



"Baiklah, saya menerima kedatangan Nyonya Mesye dan putranya untuk melamar Alice." jawab Mami Lucy.


Setelah Mami Lucy pikir-pikir, hidup Alice pasti akan bahagia jika menikah dengan keluarga Vellfire, selain karena keluarga Vellfire sangat kaya raya, Mami Lucy juga tahu kalau Mom Sye adalah orang yang sangat baik, pasti Mom Sye akan memperlakukan Alice seperti anaknya sendiri.


Namun sayangnya, Mami Lucy tidak tahu bagaimana tabiat calon menantunya yang suka jajan tempe berjamur dan minum susu basi.


Adel dan Alice menghela nafasnya lega.


Adel pun menghubungi orang salon dan cheff serta maid untuk datang ke Mercy Mansion dan tak ketinggalan orang butik untuk membawakan dress istimewa yang akan membuat Alice semakin cantik, seksi dan elegan di acara lamaran malam ini.


💋 💋 💋


Malam harinya.


Pukul 19.00


Mobil rombongan keluarga Vellfire pun memasuki halaman Mercy Mansion.


Ada tiga mobil yang datang, satu mobil Mom Sye, satu mobil Max dan satu lagi mobil untuk membawa barang hantaran untuk melamar Alice.


Setelah memarkirkan mobilnya, Max tak kunjung turun dari dalam mobil. Meski ia sudah menyusun rencana untuk bercerai dengan Alice nanti, tapi tetap saja hatinya masih berat menerima pernikahan ini.


Karena Max tak kunjung keluar dari dalam mobil, Mom Sye pun berjalan mendekati mobil Max lalu menggedor kaca jendela mobil Max.


Dengan jari telunjuknya dan ekspresi wajah seperti debkolektor pinjaman ilegal, Mom Sye memberi kode pada Max untuk keluar dari mobilnya.


Mau tak mau Max pun keluar dari dalam mobilnya.


"Mom, Mommy saja yah yang masuk, Max tunggu disini saja." ucap Max.


"Diam kau, jangan bikin malu Mommy!!" tegas Mom Sye.


"Ayo masuk!" Mom Sye pun menggandeng tangan Max dan mereka pun berjalan mendekati Mami Lucy yang sudah menunggu di teras. Tidak ada Alice disana, nampaknya Alice masih bersiap-siap di kamarnya.


"Keluarkan senyum mu!! Atau Mom robek mulut mu!" Ancam Mom Sye.


Max menghela nafasnya kasar lalu mengeluarkan senyumnya yang ia buat senetral mungkin.


"Selamat malam Jeng Lucy." sapa Mom Sye sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Mami Lucy.


Mom Sye dan Mami Lucy memang tidak terlalu dekat, tapi karena Mom Sye adalah orang yang sangat humble, jadi siapa pun yang ia temui pasti akan dia perlakukan seperti orang yang sangat dekat.


"Jeng Lucy sehat kan?" tanya Mom Sye sambil melepaskan pelukannya.


"Sehat Jeng." jawab Mami Alice.


"Calon menantu saya mana?" tanya Mom Sye.


"Alice masih di kamarnya, dari tadi dia ribet sama gaunnya. Padahal semua gaun yang di bawa orang butik semua-nya bagus." jawab Mami Lucy.


"Oh.." Mom Sye hanya membulatkan mulutnya.


"Max, salim dong calon Mami mertua kamu!" perintah Mom Sye pada Max sambil tersenyum tapi dengan sorot mata malaikat pencabut nyawa.


Max pun mendekati Mami Lucy lalu menyalam tangan dan mencium punggung tangan Mami Lucy.


"Mari masuk." ucap Mami Lucy.


Mereka pun masuk ke dalam mansion.


"Sini saya saja yang dorong kursi rodanya." ucap Mom Sye sambil mengambil alih tugas pelayan untuk mendorong kursi roda Mami Lucy. Sedangkan Max mengikuti dari belakang.


Mami Lucy langsung mengajak Mom Sye dan Max ke ruang makan, karena memang sekarang sudah jam makan malam.


"Kita langsung ke ruang makan aja yah Jeng, gak pa-pa kan?" tanya Mami Lucy


"Iya gak pa-pa dong Jeng." balas Mom Sye.


"Mbak, tolong panggilkan Alice di kamarnya, bilang sama dia kalau keluarga Vellfire sudah datang." perintah Mami Lucy pada pelayan yang seharusnya mendorong kursi roda Mami Lucy.


Pelayan itu pun berbelok ke tangga sedangkan Mom Sye, Mami Lucy dan Max lanjut ke ruang makan.


💋 💋 💋


Bersambung...