Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Nico Membuat Penasaran



Setelah mengobrol dengan Max, Alice pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh-nya.


Melihat Alice sudah masuk ke dalam kamar mandi, Max pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi detektif bayarannya, ia ingin menanyakan perkembangan pencarian Anthony.


"Halo Tuan." sapa Rooney, si detektif bayaran Max.


"Bagaimana dengan Anthony, apa kamu sudah menemukannya?" tanya Max.


"Sudah Tuan. Sekarang dia sedang mengalami masalah." jawab Rooney.


"Masalah apa?" tanya Max.


"Dia kalah di meja judi dan meminjam uang pada rentenir untuk di pakai lagi bermain di meja judi, tapi ternyata kalah lagi dan dia meminjam lagi pada rentenir yang lain. Totalnya ada empat rentenir yang sekarang sedang mengejar Anthony." jawab Rooney.


Dasar pembuat onar! Sudah tua, bukannya menabung untuk beli peti, ini malah membuang-buang uang untuk main judi! Kalah lagi! Cih.. sudah tidak ada bakat main judi, malah pergi main judi ke sarang penjudi dunia!


Gerutu Max dalam hati.


"Sekarang kamu panggil dua atau tiga orang teman mu, tangkap dia dan sekap dia di suatu tempat!" perintah Max.


"Lalu bagaimana dengan hutang-hutangnya, Tuan?!" tanya Rooney. Karena menyekap Anthony yang saat ini adalah incaran rentenir kelas kakap bukanlah perkara yang mudah, setidaknya hutang-hutang Anthony harus lunas dulu baru mereka akan melepaskan Anthony dan memberikannya pada Rooney.


Huuft!! Pengeluaran lagi!


Gerutu Max lagi.


"Ya sudah nanti saya yang bayar. Tanyakan saja pada rentenir-rentenir itu berapa hutangnya si tua bangka itu!" jawab Max.


"Baik Tuan." jawab Rooney.


Panggilan pun berakhir.


"Sudah banyak pengeluaran ku, awas saja kalau aku tidak mendapat apa yang aku mau!" lirih Max pelan.


Max pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju balkon. Sesampainya di balkon, Max pun duduk di kursi lalu mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantiknya, lalu mengeluarkan sebatang rokok dari dalam bungkusnya kemudian menyalakan rokok itu. Max pun mulai menikmati rasa tembakau yang sudah terbakar itu sambil menikmati langit malam.


Saat sedang melihat langit malam, tiba-tiba Max teringat akan Nico.


"Aku harus tanya sama si komodo puber itu ada hubungan apa dia sama temennya Alice! Bisa habis kau Nic di jadiin rendang komodo oleh Alice kalau macam-macam dengan temannya!" lirih Max.


Max pun mengeluarkan ponselnya lagi dari kantong celananya lalu melakukan panggilan ke nomor Nico.


"Kenapa lama sekali menjawab telpon ku, hah?!" protes Max.


"Memangnya kau pacar ku atau Mommy ku, makanya aku harus langsung menjawab telepon mu, hah!" balas Nico.


"Kau!!!" geram Max.


"Ada apa menelpon ku? Apa kau mau memberitahu ku kalau kau sudah berhasil bercinta dengan istri mu itu?" tanya Nico.


"Diam kau! Bukan itu yang mau aku bahas dengan mu! Kalau soal bercinta, kau tenang saja, lebih baik siapkan uang kalian untuk membeli mobil yang ku inginkan! Karena besok aku dan Alice akan pergi berbulan madu ke Las Vegas!" jawab Max.


"Cih! Jangan terlalu percaya diri Tuan Muda Vellf, jangan-jangan sampai disana kau dan si Jalu hanya bisa menelan ludah. Hahahaha..." ejek Nico.


"Kita lihat saja nanti!" balas Max.


"Lalu untuk apa kau menghubungi ku, hah?!" tanya Nico.


"Ada hubungan apa kau dengan temannya Alice?" tanya Max.


"Oh.. itu-"


Om ganteng, aku udah siap nih.. cepetan kesini...


Teriak seorang wanita dari seberang telepon.


Dan suara teriakan itu sangat jelas terdengar di telinga Max.


"Nico, jangan bilang kau sudah..."


"Haish!! Nanti saja aku ceritakan! Ceritanya panjang untuk aku jelaskan di telepon!" potong Nico.


Setelah mengatakan itu, Nico pun memutuskan telepon mereka secara sepihak.


Tut.. Tut.. Tut..


"Woah... cari mati anak ini!"


💋 💋 💋


Bersambung...