Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Max dan Jalu Shock



Tok Tok Tok..


"Nona Alice, apa Anda sudah selesai? Nyonya dan Tuan Muda Vellfire sudah datang Nona Alice." ucap pelayan sambil mengetuk pintu kamar Alice.


"Sebentar lagi. Bilang sepuluh menit lagi aku akan turun." Jawab Alice.


"Langsung ke ruang makan saja Nona Alice, karena mereka sudah menunggu Anda di ruang makan." balas pelayan.


"Iya Mbak." jawab Alice.


Pelayan itu pun pergi dari depan kamar Alice.


Sedangkan di dalam kamar, saat ini Alice sedang kesal karena tidak ada satu pun gaun yang di bawa orang butik yang berguna ke tubuhnya.


Bagaimana mau berguna kalau semua gaun itu sangat seksi dan tak ada yang menutupi bagian dada-nya dengan benar. Mungkin gaun itu berguna untuk sebagian wanita, tapi bagi Alice gaun itu sama sekali tidak berguna.


"Haduh.. bagaimana ini? Apa aku pakai dress ku sendiri yah? Tapi kalau nanti aku pakai dress ku, Mom Sye pasti akan tersinggung." gumam Alice.


Alice menghela nafasnya kasar. Demi menjaga perasaan sang calon Mommy mertua, mau tidak mau Alice menyanyikan lagu balon ku ada lima sambil menunjuk kesepuluh gaun yang di bawa orang butik. Alice akan memakai dress dimana lagu yang Alice nyanyikan berakhir.


Lagu pun berhenti di gaun berwarna merah, dengan panjang lengan sesiku, tapi bagian dada-nya sangat rendah dan menonjolkan bagian dada Alice serta belahan paha yang sangat tinggi.



( dress yang Alice pakai)


"Baiklah aku akan memakai mu. Setidaknya, kamu masih bisa menutupi lengan ku, aku malu bekas suntik BCG ku kelihatan." lirih Alice sambil mengambil gaun merah itu dan cepat-cepat memakainya.


Rambut Alice sudah tertata sejak satu jam yang lalu oleh hair stylist. Mereka mengepang rambut Alice lalu mengulung-gulung rambut yang sudah di kepang itu.



( tatanan rambut Alice )


Setelah memakai dress-nya, Alice pun keluar dari dalam kamarnya dan turun ke lantai bawah menyusul Mami Lucy, Mom Sye dan Max yang sudah menunggu mereka di ruang makan.


"Selamat malam semuanya, maaf menunggu lama." ucap Alice setibanya di depan pintu ruang makan.


Uhuuk.. uhuuuk..


Melihat Alice yang sangat cantik dan seksi, Max sampai tersedak saliva-nya sendiri.


Melihat anak-nya tersedak, Mom Sye pun refleks mengambil air yang ada di atas meja tapi matanya sambil melihat ke arah Alice yang sangat cantik bagai bidadari.


Tanpa Mom Sye sadari kalau tangannya sudah mencekoki Max dengan air kobokan.


Hemph.. hemph.. Max memukul-mukul tangan Mom Sye yang memaksa Max meminum air pencucian tangan.


"Jeng Mesye, itu air pencucian tangan." ucap Mami Lucy menyelamatkan sang calon menantu dari siksaan Mom Sye.


Mendengar itu, barulah Mom Sye sadar, ia pun cepat-cepat meletakkan kembali air pencucian tangan itu ke meja.


"Mom mau membunuh ku, hah!" protes Max.


"Jangan salahkan Mommy, salahkan air kobokan itu, kenapa bisa ada disitu." balas Mom Sye tidak mau disalahkan. Mom Sye pun menghampiri Alice yang sudah berdiri disamping kursi Max. Mom Sye tak lagi memperdulikan putranya itu.


"Hai sayang, kamu cantik sekali malam ini, Mom sampai pangling, Mom pikir ada bidadari surga yang nyasar ke sini. Eh.. ternyata calon menantu Mom." ucap Mom Sye sambil memeluk Alice.


"Mom bisa saja." balas Alice.


Setelah berpelukan dengan Mom Sye, Alice pun mendekati Max.


"Malam Honey, maaf yah aku lama." ucap Alice sambil mencium pipi Max.


Sengaja Alice melakukan itu, agar Mami-nya percaya kalau dirinya dan Max memang memiliki hubungan.


Saat Alice mencium pipi Max, otomatis posisi Alice sedikit membungkuk, dan itu membuat mata Max yang jelalatan spontan melihat ke arah dada Alice. Bukan hanya mata Max yang membulat melihat dua gundukan daging Alice yang masih padat dan sintal, tapi kata si Jalu juga. Hanya bedanya, jika Max melihatnya sambil menelan ludah, kalau Jalu ingin membuang ludah.


💋 💋 💋


Bersambung...