
Mercy Mansion.
Alice dan Adel, asisten Mom Sye kini sudah sampai di Mercy Mansion. Sesampainya mereka disana, ternyata Mami Lucy sedang duduk di teras mansion. Sepertinya Mami Lucy sedang mengenang kenangan dirinya dan Papi Alexandro yang sering bercengkrama di teras depan.
"Mami.. Mami kenapa disini?" Tanya Alice.
"Mami hanya ingin menghirup udara segar. Mami bosan di dalam kamar terus." Jawab Mami Lucy.
"Ini bukannya..." Mami Lucy seperti mengenal wanita yang bersama dengan Alice.
"Saya asisten Nyonya Mesye Vellfire, Nyonya." sahut Adel.
"Ah.. iya. Saya ingat sekarang. Waktu pemakaman suami saya kamu dan dan Nyonya Mesye datang." Balas Mami Lucy dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Adel.
"Apa kamu sudah menikah? Sepertinya usia mu sudah cukup matang untuk menikah." Tanya Mami Lucy.
Adel menggelengkan kepalanya.
"Belum Nyonya, saya masih ingin fokus bekerja." jawab Adel.
Ya, Adel memanglah masih gadis, tapi di usianya yang sudah menginjak kepala tiga, Adel belum juga menikah.
"Cepatlah menikah. Umur tidak ada yang tahu." Mami Lucy memberi nasehat pada Adel.
"Baik Nyonya." Jawab Adel.
"Oh.. iya tapi ngomong-ngomong, kenapa asisten pribadi Nyonya Mesye datang bersama dengan putri ku? Apa Alice membuat masalah?" Tanya Mami Lucy.
"Tidak Nyonya. Saya kesini ingin menyampaikan pesan dari Nyonya Mesye." Jawab Adel.
"Benarkah? Kalau gitu ayo kita masuk ke dalam, kita bicarakan di dalam." Balas Mami Lucy.
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"Ada hal penting apa sampai Nyonya Mesye mengirim kamu datang kesini?" Tanya Mami Lucy.
"Begini Nyonya, Nyonya Mesye berencana akan datang bersama Tuan Muda Max malam ini untuk melamar Nona Alice." Jawab Adel.
Mata Mami Lucy membulat.
"Melamar? Kok bisa? Memangnya Alice dan putra Nyonya Mesye memiliki hubungan?" Tanya Mami Lucy sambil melirik Alice.
"Mami, sebenarnya, Alice dan Max memang telah menjalin hubungan kurang lebih tiga bulan." Jawab Alice berbohong. Ia sengaja berbohong pada Maminya karena tidak mau sampai Mami Lucy shock jika Mami Lucy tahu alasan lamaran dadakan ini. Sebelumnya saat perjalanan ke Mercy Mansion, Alice sudah meminta pada Adel untuk tidak memberitahu alasan pernikahan Alice dan Max yang sebenarnya.
"Benarkah? Kenapa kamu tidak pernah bilang sama Mami?" Tanya Mami Lucy.
"Maaf Mami. Kemaren itu Alice belum yakin dengan perasaan Max untuk Alice makanya Alice belum berani bicara dengan Mami. Tapi setelah melihat keseriusan Max pada Alice, barulah Alice yakin dengan perasaan Max pada Alice. Makanya saat Max mengajak Alice menikah Alice langsung mengiyakan ajakan Max." Jawab Alice.
"Dan saat Nyonya Mesye mendengar itu, Nyonya Mesye tidak ingin mengulur waktu, ia ingin cepat-cepat mengikat Nona Alice sebagai menantunya makanya Nyonya Mesye ingin langsung melamar Nona Alice malam ini juga." timpal Adel.
"Jadi kamu bekerja sebagai asisten Max itu tidak benar?" Tanya Mami Lucy.
"Kalau yang itu benar Mami. Max menawarkan ingin melunasi hutang-hutang Papi dan membuat pabrik kembali beroperasi, tapi Alice menolak. Tapi Max bersikeras ingin membantu, Alice tidak ingin berhutang Budi, makanya Alice menawarkan diri bekerja sebagai asistennya untuk mencicil uang yang Max keluarkan untuk melunasi hutang-hutang ke bank." Jawab Alice.
"Jadi bagaimana Nyonya, apa Nyonya Lucy mau menerima kedatangan Nyonya Mesye dan Tuan Max?" Tanya Adel.
Mami Lucy diam sejenak untuk berpikir.
Disatu sisi ia berat melepaskan putri semata wayangnya menikah di usianya yang masih dua puluh tahun tapi di sisi lain, mumpung dirinya masih hidup, ia ingin melihat putrinya menikah, karena umur tidak ada yang tahu.
💋 💋 💋
Bersambung...