Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Dalam Bahaya



"Sepertinya istri ku ini bahagia sekali?" tanya Max sambil berjalan mendekati Alice dan kedua pelayannya.


Sontak Alice dan kedua pelayan menoleh ke arah Max. Dua pelayan itu pun langsung berdiri dari duduk mereka.


"Kami permisi dulu, Nona." kedua pelayan itu pun pamit undur diri.


"Sudah selesai bicara dengan burung-burungnya?" tanya Alice dengan wajah tak berdosa-nya.


Max memutar bola matanya malas.


"Kamar mu yang mana? Aku ingin melihat-lihat." tanya Max tanpa menghiraukan pertanyaan Alice.


Alice pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan lebih dulu untuk menunjukkan kamar-nya pada Max.


Kini Max dan Alice sudah berada di dalam kamar Alice.


"Tadi kamu bilang ingin melihat Mami, kenapa kamu malah ada di lantai dua? Bergosip pula dengan dengan dua pelayan tadi!" ucap Max sambil berjalan menuju ranjang lalu duduk di tepi ranjang Alice.


"Mami sudah tidur makanya aku dan Mbak Dina dan Mbak Lisa naik ke sini. Tadinya aku ingin mengepak pakaian ku yang akan aku bawa ke mansion mu, eh.. malah keterusan bercerita." jawab Alice.


"Itu bukan bercerita! Itu bergosip!" balas Max.


"Woah, jadi kamu dengar kalau tadi aku sedang menggosipi adik kecil mu yang seperti ulat sagu itu?!"


Mata Max membulat mendengar Alice kembali mengatai Jalu-nya seperti ulat sagu.


"Enak saja kamu bilang ini ulat sagu! Ini ulat bulu tau! Awas saja kamu nanti, di buat gatal-gatal sama Jalu baru tahu rasa!" balas Max.


Max pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang tidur.


"Biasanya wanita suka merah muda, kenapa kamar mu tidak ada nuansa merah muda-nya? " tanya Max.


"Karena aku tidak suka." jawab Alice simple sambil berjalan menuju sofa yang berhadapan dengan ranjang.


"Jadi kapan kita akan ke Las Vegas?" tanya Alice.


"Kenapa jadi kamu yang tidak sabar?" Max malah balik bertanya. Namun tak lama Max sadar kalau seharusnya dia tidak bertanya seperti itu karena pertanyaannya mengundang kecurigaan.


Bodoh! Kenapa aku bicara seperti itu.


Max mengumpat dirinya sendiri dalam hati.


"Ya wajar lah, kan tujuan kita kesana untuk mencari Paman ku! Makanya aku sangat tidak sabaran." jawab Alice.


"Iya, maksudku kan kita harus menyiapkan semuanya dulu. Tidak bisa langsung berangkat begitu saja. Aku harus minta izin pada Mami dan Mom. Lalu paspor mu bagaimana, apa masih aktif?" balas Max mengeles.


"Kalau itu tenang saja, paspor ku masih aktif. Lalu kalau nanti Mom tidak setuju kita pergi ke Las Vegas bagaimana?" tanya Alice.


"Kalau urusan Mom, itu urusan ku. Kamu tenang saja. Pokoknya kalau nanti aku sudah mendapat izin dari Mom, baru kita berangkat." balas Max.


Entah alasan apa yang ingin Max katakan pada Mom Sye.


💋 💋 💋


Siang berganti malam. Setelah selesai makan malam bersama dengan Mami Lucy, dengan berat hati Alice harus kembali meninggalkan Mami-nya dan ikut bersama Max ke Vellf Mansion.


Dan disini lah mereka sekarang, dalam perjalanan pulang ke Vellf Mansion.


Lalu lintas cukup padat, bahkan mobil Max harus beberapa kali terjebak dalam kemacetan.


Saat terjebak kemacetan, tak sengaja mata Max melihat Nico dengan seorang gadis yang mirip dengan teman Alice. Mereka baru keluar dari salah satu toko yang menjual aneka kue, coklat dan ice cream dan hendak berjalan menuju mobil Nico. Mereka nampak sangat mesra, teman Alice itu nampak manja gelendotan di lengan Nico.


Itu bukannya Nico? Kenapa dia bisa bersama dengan temannya Alice yang waktu itu di klub? Apa jangan-jangan malam itu Nico membungkus teman Alice itu?


Gumam Max dalam hati mencurigai temannya itu.


"Kamu melihat apa?" tanya Alice yang penasaran dengan cara Max melihat sesuatu. Sontak Max pun mengalihkan pandangannya dari arah Nico.


"Ah.. tidak pa-pa." jawab Max.


Alice yang penasaran dengan apa yang sedang Max lihat pun ikut melihat ke arah yang baru saja Max lihat.


"Loh itu bukannya teman mu." ucap Alice saat melihat sosok Nico tapi dia tidak melihat sosok Namee.


Sontak Max kembali menoleh ke arah Nico, namun begitu Max melihat sosok Namee, cepat-cepat Max mengalihkan pandangannya lalu menarik tengkuk Alice dan mencium bibir Alice.


Mata Alice membulat lebar begitu Max mencium bibirnya secara tiba-tiba.


Mampus kamu Max, Jalu mu dalam bahaya sekarang!


💋 💋 💋


Bersambung...