
💋💋 Maaf yah aku lama libur, maklum akhir tahun, banyak urusan ini-itu. Oke kita lanjut cerita Max dan Alice. Terimakasih 💋💋
Vellf Mansion.
Hari ini adalah hari keberangkatan Max dan Alice ke Las Vegas.
"Mom, kami berangkat." pamit Max pada Mom Sye.
"Mmm.. semoga saja pulang dari sana kalian membawa oleh-oleh cucu untuk Mommy." balas Mom Sye.
Alice yang tidak tahu apa alasan yang Max beri pada Mom Sye pun sontak menoleh ke arah Max.
"Kalau itu Mom tidak usah meragukan anak mu ini Mom." balas Max percaya diri.
"Alice.." panggil Mom Sye.
Alice yang sedang menatap Max pun menoleh ke arah Mom Sye.
"Iya Mom." jawab Alice.
"Lakukan lah tugas mu sebagai istri dengan baik. Mommy sangat menantikan cucu dari kalian berdua." ucap Mom Sye pada Alice.
"Ah.. i-iya Mom." balas Alice.
"Ya sudah, ayo kita berangkat." ucap Max seraya merangkul pundak Alice.
"Kami pergi dulu, Mom." pamit Alice. Dan sebelum masuk ke dalam mobil, Alice memeluk Mom Sye terlebih dulu.
"Selamat berbulan madu menantu Mommy yang cantik." bisik Mom Sye.
Mata Alice membulat lebar mendengar bisikan Mom Sye.
Sialan! Pantas saja Mom Sye mengijinkan, ternyata Max memberi alasan ingin berbulan madu. Gerutu Alice dalam hati.
Alice hanya menjawab dengan senyuman tipis pada Mom Sye. Setelah itu dia pun masuk ke dalam mobil.
Setelah Max dan Alice masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju keluar dari Vellf Mansion.
"Hish, kenapa kamu bilang sama Mommy kalau kita mau bulan madu?!" geram Alice.
"Kalau tidak begitu, mana mungkin Mom akan mengizinkan kita ke sana, Alice." balas Max.
"Iya, tapi kan Mom jadi berharap pada kita, Max!"
"Memangnya kenapa? Apa kamu belum siap melakukan tugas mu sebagai istri? Bukankah kamu yang menerima tawaran Mommy ku untuk menjadi istri ku? Harusnya kamu juga sudah siap untuk melakukan tugas mu sebagai seorang istri. Mommy ku meminta mu menikah dengan ku kan karena Mommy ku ingin segera memiliki cucu yang lahir dari rahim mu. Masa iya kamu tega membuat Mom menunggu sampai kamu siap." balas Max.
Alice langsung terdiam. Benar yang di katakan Max, Alice lah yang menerima tawaran Mom Sye untuk menikah dengan Max. Mom Sye sudah memberikan segalanya untuk Alice, jadi rasanya tidak adil kalau Alice tidak membalas kebaikan Mom Sye dengan memberikan apa yang sangat Mom Sye inginkan.
💋 💋 💋
Las Vegas.
Setelah hampir dua puluh tiga jam di udara, akhirnya Max dan Alice pun sampai di salah satu hotel termewah di Las Vegas. Kamar yang Max ambil pun tipe suite room, dimana di kamar itu tersedia jacuzzy yang ada di balkon kamar. Jadi konsumen yang menginap di kamar itu dapat berendam sambil memandang kota Las Vegas.
"Woah..." Alice terpukau melihat kemewahan kamar-nya dan Max.
"Apa kau suka kamar-nya?" tanya Max.
"Apa ini tidak terlalu mahal? Berapa biaya kamar ini per malam?" Alice malah balik bertanya.
"Cih! Kenapa jadi tanya harga!" decih Max. Harga dirinya sebagai sultan Vellfire pun terasa terinjak-injak karena pertanyaan Alice.
"Aku rasa ini terlalu berlebihan Max, kita kan bisa menyewa kamar yang standard saja." balas Alice.
"Maaf, sayangnya selera ku terlalu tinggi. Aku tidak biasa tidur di ranjang di kamar hotel yang standard." balas Max dengan sombongnya.
"Cih sombong sekali kau!"
"Sudah lah, jangan memikirkan harga! Yang jelas uang ku tidak akan habis sekalipun kita menginap selama setahun disini." ucap Max lagi.
"Lalu kapan kita mencari Om Anthony?" tanya Alice.
"Apa kau ini robot, hah! Sedangkan robot saja butuh di charge! Sedangkan kau, baru juga sampai sudah ingin mencari Om mu! Aku jetlag, dua puluh tiga jam bukan waktu yang sebentar, aku ingin istirahat dan merelaksasi kan tubuh ku dulu. Besok saja kita melakukan pengintaian." jawab Max santai.
Memang benar Max jetlag, tapi ia terlihat santai karena sebenarnya Om Anthony sudah berhasil diamankan di suatu tempat oleh orang suruhan Max. Jadi Max tinggal menjalankan modusnya mengambil hati Alice.
Max pun membuka pakaiannya satu persatu.
Mata Alice membulat lebar saat Max menanggalkan pakaiannya satu persatu.
"Ka-kau mau apa?" tanya Alice dengan suara bergetar.
"Ya mau apalagi, aku ingin berendam di jacuzzy sambil menikmati langit kota Vegas di sore hari." jawab Max.
Mendengar jawaban Max, Alice pun bernafas lega. Alice pikir, Max akan meminta hak-nya sebagai suami.
Dengan boxer yang tersisa di tubuh-nya, Max pun berjalan menuju balkon dimana jacuzzy berada lalu menekan tombol spa sebelum masuk ke dalam kolam jacuzzy lalu masuk kedalam kolam kecil itu.
Setelah berada di dalam kolam, Max pun mengatur tekanan air yang sesuai dengan kenyamanan tubuh Max.
"Huh.. enaknya." de sah Max saat merasakan tubuh-nya seperti di pijat-pijat di dalam air.
Sedangkan Alice, ia memilih untuk duduk di tepi kolam jacuzzy sambil menatap ke bawah melihat pemandangan kota Vegas yang masih terlihat terang.
"Masih terang saja kota ini cantik sekali. Apalagi kalau malam hari." celetuk Alice.
"Hemh.. yah kamu benar. Tapi sayangnya kota ini tidak cocok untuk orang-orang yang polos. Kota ini terlalu keras." balas Max.
Alice menganggukkan kepalanya, bukan rahasia lagi kalau Las Vegas terkenal dengan Ibukota Hiburan Didunia. Bahkan ada yang menyebutnya kota Las Vegas adalah kota pendosa, karena disana adalah sarang perjudian, hiburan dan perbelanjaan.
"Apa kamu tidak ingin ikut berendam bersama ku?" tanya Max.
"Tidak. Kamu saja sendiri. Mending aku berendam di bathtub." jawab Alice.
"Sini lah, berendam di jacuzzy berbeda dengan berendam di bathub, apalagi saat tubuh mu pegal-pegal, berendam di jacuzzy sangat ampuh merelaksasikan tubuh mu." balas Max.
"Nanti saja, setelah kamu selesai." balas Alice.
"Kenapa? Apa kau takut aku menerkam mu disini? Tenang saja, aku sedang jetlag, tubuh ku sangat lelah, jadi tidak mungkin aku melakukan itu pada mu. Ayo buka baju mu!"
Mata Alice membulat lebar saat Max menyuruhnya membuka baju.
"Tidak mau! Kau berendam saja sendiri!" balas Alice. Alice pun mengangkat bokongnya dari tempat dia duduk dan hendak masuk ke dalam kamar, namun baru saja Alice sampai di jendela balkon, Max langsung mengangkat Alice dan memasukkan Alice ke dalam jacuzzy.
"Aaargh.. Max...!!" pekik Alice.
"Bagaimana, enak kan!" balas Max.
"Ish.. kau ini bagaimana sih! Baju ku kan basah semua jadinya!" protes Alice.
"Kan tadi sudah aku bilang buka baju mu, tapi kamu yang tidak mau."
"Kan aku bilang kau saja yang berendam!"
"Sudah lah jangan berisik, lebih baik kita nikmati saja pemandangan kota ini sambil berendam." balas Max. Ia terlalu telah untuk berdebat dengan Alice.
Max pun menarik tangan Alice lalu mendudukkan Alice di depan-nya.
"Max..." lirih Alice, dia merasa gugup dengan posisi mereka sekarang.
"Jangan berpikir yang macam-macam, relaks kan saja tubuh mu." balas Max seraya meletakkan kepala Alice di dada-nya dan Max pun melingkarkan tangannya di perut Alice.
💋 💋 💋
Bersambung...