
Vellf Mansion.
Kini Max sudah berada di mansion keluarganya.
"Tuan, Anda sudah ditunggu Nyonya Besar di salon." Ucap penjaga mansion setelah mobil Max melewati gerbang. Penjaga itu sebelumnya sudah di beritahu Mom Sye, jika Max datang, Max diminta untuk langsung menemui Mommy-nya di salon pribadi sang Mommy.
"Mm.." jawab Max malas.
Tanpa memarkirkan mobilnya, Max langsung ke halaman belakang mansion itu padahal peraturan di mansion, siapapun tidak boleh membawa mobil ke belakang mansion, mereka harus memarkirkan mobil di parkiran lalu naik mobil golf ke belakang mansion.
Sesampainya di halaman belakang mansion, barulah Max memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil. Dengan langkah panjang, Max berjalan menuju salon pribadi Mom Sye.
Ceklek.
Mendengar suara pintu terbuka, Mom Sye yang sedang meni pedi pun menoleh ke arah pintu.
"Hai.. anak ganteng Mom." Sambut Mom Sye meriah.
Max memutar bola matanya malas.
"Ada apa Mom, kenapa Mom memanggilku?" Tanya Max sambil berdiri di samping Mom Sye dengan memasukkan dua tangannya di kantong celana.
Bukannya menjawab, Mom Sye malah menjetikkan jarinya. Begitu Mom Sye menjentikkan jari, dua orang terapis pun datang.
"Kerjakan apa yang harus kalian kerjakan!" Perintah Mom Sye pada dua terapis itu.
Dua terapis itu pun langsung menarik Max masuk ke dalam bilik.
"Eh.. apa-apaan ini, lepas! Apa kalian mau memper kosa ku, hah! Kalau iya, sabar satu-satu! Aku tidak bisa sekali dua. Kasihan Jalu-ku!" Ronta Max. Max yang bertubuh besar di banding dua terapis wanita itu tidak bisa berlaku kasar pada dua terapis wanita itu karena sekarang posisinya ada sang Mommy disana. Bisa kena sleding kepalanya kalau berani berbuat kasar pada wanita.
Max tidak tahu saja kalau dua terapis itu adalah WaJi alias Wanita Jadi-jadian.
"Dasar anak itu!" Geram Mom Sye.
Mom Sye pun meminta terapis yang sedang menyervis kuku kaki dan tangannya untuk berhenti karena dia ingin menyusul Max ke dalam bilik.
"Tapi ini sekali dua Mom! Ya Max gak sanggup lah!" Balas Max.
"Diam, jangan banyak bicara! Pasrahkan saja tubuh mu pada dua wanita itu! Kau cukup menutup mata mu! Dan rasakan sentuhan-sentuhan dua wanita itu di tubuh mu!" Balas Mom Sye.
Jangan berpikiran kotor, maksudnya massage yang di berikan dua terapis itu.
Mau tidak mau Max pun pasrah dengan apa yang akan di lakukan dua terapis itu.
"Nanti malam kita akan ke rumah Alice, jadi kau harus segar." Ucap Mom Sye.
Max mengernyitkan keningnya.
"Dalam rangka apa?"
"Pake nanya! Ya dalam rangka melamar Alice lah." Jawab Mom Sye.
"Mom!" Kaget Max. Max pikir Mommy-nya memintanya datang ke mansion untuk membicarakan ulang perihal perjodohan itu, eh.. ternyata Mom Sye sudah membuat keputusannya sendiri.
"Apa? Mau protes? Kau mau dua mochi mu itu Mom jadikan hiasan pohon natal?" Ancam Mom Sye.
Max menggelengkan kepalanya.
"Bagus. Kalau begitu ikuti saja kata-kata Mom! Mom sudah capek meminta mu secara baik-baik dan elegan, untuk mu segera menikah dan mengakhiri kebiasaan mu itu! Jadi Mom terpaksa memakai cara yang urakan seperti tukang palak di pasar!" Kata Mom Sye lagi.
"Dan satu lagi, Mom tidak mau dengar kamu membuat surat kontrak pernikahan dengan Alice! Kalau sampai Mom dengar, akan Mom sedot sper ma mu itu lalu Mom buang kamu ke sungai Amazon! Mom tidak butuh anak pembangkang! Dengan sper ma mu itu, Mom bisa menghasilkan banyak cucu dari Alice!" Kata Mom Sye lagi.
Max menghela nafasnya kasar. Untung saja Max sudah memperhitungkan ke arah sana, jadi Max tidak perlu pusing lagi karena dia sudah punya cara yang lebih mantap ketimbang kontrak pernikahan.
💋 💋 💋
Bersambung...