
"Ada apa Mommy menghubungi Mar jam segini? Apa Max membuat masalah?" Tanya Marimar karena si Swiss sekarang masih pukul enam pagi.
"Mom punya berita bagus untuk mu." Jawab Mom Sye.
"Berita apa?" Tanya Mar.
"Max akan menikah." Jawab Mom Sye.
"Mom serius? Apa dia menghamili salah satu ja langnya?" Tanya Mar.
"Hish! Kalau dia menghamili ja langnya jelas Mom tidak sudi menikahkan dia!" Jawab Mom Sye.
"Lalu dengan siapa Max menikah?"
"Dengan putri almarhum Tuan Alexander Mercy." Jawab Mom Sye.
"Jangan bilang Mom menjodohkan Max dengan putri Tuan Mercy." Tanya Mar curiga.
"Ya bisa di bilang seperti itu. Tapi ini bukan pernikahan bisnis, Mom menjodohkan Max dengan Alice karena feeling Mom mengatakan kalau Alice mampu mengubah Max." Jawab Mom Sye.
"Bagaimana kalau Max menyakiti gadis itu?"
"Tenang saja Marimar, Alice bukan gadis yang mudah ditindas. Mom yakin malah Max nanti yang akan tertindas oleh Alice dan bertekuk lutut di hadapan Alice." Jawab Mom Sye.
"Kalau Mom yakin, Mar ikut-ikut saja kalau begitu. Lalu kapan pernikahannya? Bulan depan? Atau akhir tahun atau awal tahun depan?" Tanya Mar.
"No No No, malam ini lamaran minggu depan baru menikah." Jawab Mom Sye.
"Secepat itu Mom?" tanya Mar.
"Bukannya semakin cepat semakin baik?" Mom Sye malah balik bertanya.
"Pokoknya, kau harus sediakan waktu mu dari sekarang. Mom tidak mau tahu, kau, suami mu dan cucu-cucu Mom harus datang!" tegas Mom Sye.
"Yes Mom!" jawab Mar.
Panggilan pun berakhir.
Setelah menghubungi putrinya, Mom Sye pun mengirimkan pesan untuk Adel dimana isi pesan itu meminta Adel untuk menghubungi butik, salon, cheff dan beberapa maid untuk menyiapkan acara lamaran di Mercy Mansion.
💋 💋 💋
Apartemen Nico.
Sementara di apartemen Nico, Max yang baru mau pulang setelah mendapat telepon dari Mom Sye terpaksa harus tinggal beberapa menit lagi karena saat dirinya pulang, Ozcar baru muncul.
"Ada apa ini? Kenapa sejak tadi kau sibuk sekali menghubungi ku?" Tanya Ozcar sambil mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu.
"Max mau menikah." malah Nico yang menjawab.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Ozcar sampai tersedak saliva-nya sendiri mendengar jawaban Nico.
"Ja lang mana yang sudah berhasil menjebak Max?" Tanya Ozcar lagi.
"Bukan ja lang tapi si gadis pargoy." Jawab Nico lagi.
Mata Ozcar membulat lebar, sedangkan yang sejak tadi di tanya hanya memijat keningnya.
"Woah.. kau dalam masalah Max. Aku turut prihatin!" Ucap Ozcar.
"Cih.. diam kau! Memangnya aku tidak tahu dalam hati mu sekarang sedang tertawa terpingkal-pingkal!" Balas Max.
Ozcar hanya terkekeh pelan menanggapi kata-kata Max, karena memang benar apa yang di katakan Max, saat ini dalam hatinya sedang tertawa terpingkal-pingkal.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang? Menolak, menerima atau apa?"
"Menolak pun aku sudah tidak bisa. Mom ku menyukai si gadis pargoy itu. Jadi mau tidak mau aku menerima tawaran Mom ku. Tapi aku akan mengikuti saran Nico. Aku akan menghamilinya setelah anak ku lahir, baru aku akan berselingkuh darinya." Jawab Max.
"Woah.. itu sih namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kapan lagi dapat yang virgin." Balas Ozcar.
"Cih!! Memangnya dia masih virgin! Aku tidak yakin kalau dia masih virgin!" Balas Max.
"Lalu kalau dia masih virgin, apa kau akan berselingkuh darinya juga?" Tanya Ozcar.
"Virgin atau tidak virgin, aku akan tetap menghamilinya. Karena yang Mom ku mau adalah keturunan dari ku, setelah dia melahirkan baru aku akan buat ulah agar dia menceraikan ku." Jawab Max.
"Cih.. percaya diri sekali kau! Jangan-jangan sampai setahun kau menikah, kau tidak bisa menyentuhnya." Sindir Ozcar.
"Kau meragukan keahlian ku, hah? Mau taruhan?" Tantang Max.
"Ayo kita taruhan, tak sampai tiga bulan aku sudah bisa menyentuhnya. Nanti akan aku kirim video kami saat bercinta sebagai bukti." Tantang Max lagi.
"Kalau sampai tiga bulan aku belum berhasil menyetubuhi si gadis pargoy, maka aku akan memberikan tiga persen saham Vellf Group pada kalian berdua. Tapi kalau aku berhasil, maka kalian berdua harus membelikan ku mobil Pagani Huayra terbaru." Kata Max lagi.
Ozcar melirik ke arah Nico untuk menanyakan pendapat Nico, karena harga satu unit mobil yang diinginkan Max mendekati satu triliun.
Melihat lirikan Ozcar, Nico pun menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan tantangan Max.
"Oke. Siapa takut." jawab Ozcar mantap.
"Tapi tidak sah yah kalau kau menggunakan cara licik! Dia harus sadar! Ingat Max, kita berdua tahu mana bercinta yang di lakukan secara sadar dan bercinta yang di lakukan di bawah obat perangsang." Timpal Nico.
"Tenang saja, jangan panggil aku Max kalau aku tidak bisa menyetubuhinya dalam keadaan sadar!" Jawab Max.
Setelah saling sepakat dengan taruhan mereka, barulah Max keluar dari unit apartemen Nico.
Akan aku buat kau jatuh cinta pada ku gadis pargoy, dengan begitu pasti kau akan mudah aku bawa ke ranjang.
Gumam Max dalam hati sambil berjalan menuju lift.
💋 💋 💋
Bersambung...