Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Tak Terbayangkan Betapa Sakitnya



Max menelan salivanya susah payah menahan pergerakan jari-jari lentik Alice yang sedang menari-nari indah diatas pahanya.


"Kenapa wajahmu sangat merah tunangan ku? Apa sekarang hasrat mu sedang bergelora?" tanya Alice.


"Singkirkan tangan mu Alice, kalau kau tidak mau aku menggarap mu disini!" perintah Max.


Bukannya takut, Alice malah terus menantang Max dengan mengelus-elus paha Max semakin naik dan naik dan hampir sampai di pangkal paha Max.


Sebelum tangan nakal Alice sampai di area bertegangan tinggi, cepat-cepat Max menangkap tangan Alice.


"Sepertinya kau menantang ku yah!" Max mengunci kedua tangan Alice ke atas kepala Alice lalu mendorong tubuh Alice sampai merapat ke pintu mobil.


Alice tak menjawab, ia malah mengeluarkan senyum mengejek.


"Jangan kau pikir aku tidak berani melakukan sekarang Alice! Kebetulan sekali Jalu ku ini sudah sangat lapar!" ucap Alice.


"Lakukan lah kalau memang Anda berani!" tantang Alice.


"Kau!!!" geram Max.


Max pun mendekatkan wajahnya ke wajah Alice. Ia melihat bibir Alice yang mirip dengan bibir Angelina Jolie, bibir itu begitu seksi dan membuat hasrat Max makin menggebu-gebu ditambah aroma nafas Alice yang harum stoberi, padahal yang Alice minum tadi di dalam klub hanyalah minuman soda.


Max yang sudah tidak tahan ingin mencicipi bibir beraroma stroberi itu pun langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Alice.


Tubuh Alice menegang karena Max benar-benar menciumnya, tapi ia tidak meronta, karena semakin meronta, maka Max akan memperkuat cengkraman tangannya dan juga malah akan membuat hasrat Max membabi buta. Alice pun membiarkan bibir Max yang beraroma menthol menyesap bibirnya dan baru akan bergerak saat Max mulai lengah.


Tak sampai satu menit Max melemahkan kunciannya dari tangan Alice dan saat itu juga Alice menarik rambut Max hingga ciuman Max terlepas dan wajah Max mendongak ke atas. Dan seketika juga Jalu yang sudah menendang-nendang minta di lepaskan dari jeruji kain langsung menciut bagai kura-kura yang masuk lagi ke dalam tempurungnya.


"Aaarghh.. lepas!! Lepas Alice, ini kekerasan dalam pertunangan namanya!" teriak Max.


"Bukannya Anda sudah puas merasakan bibir saya? Sekarang giliran saya yang memuaskan tangan saya menjambak Anda!"


"Batalkan saja kalau Anda bisa!" balas Alice.


Max mati kutu karena pernikahan itu tidak bisa di batalkan karena pernikahannya dengan Alice adalah titah Sang Kanjeng Mommy.


Tapi Max tidak mau menyerah dan mencari ancaman untuk Alice.


"Kalau begitu tidak akan aku berikan sertifikat pabrik Papi mu!" ancam Max.


"Lakukan saja! Paling juga nanti Mom Sye yang akan memberikannya pada ku!" balas Alice.


"Dengar yah Om mesum, aku sekarang tidak takut pada mu karena aku sudah punya beckingan yang berkuasa! Dan Mom Sye juga meminta ku untuk tidak mudah ditindas oleh mu, kalau kau menindas ku, maka aku akan menindas mu balik." ucap Alice.


"Dan satu lagi, jangan pernah mengeluarkan kata-kata yang melecehkan ku seperti tadi! Atau aku akan membuat tubuh mu lebih meriang dari ini! Paham kan!" lanjut Alice.


"Iya.. iya.. paham! Sekarang lepaskan tangan mu!' jawab Max.


Alice pun melepaskan tangannya dari rambut Max lalu menyeka saliva Max yang ada di bibirnya. Sedangkan Max menyisir rambutnya dengan tangannya yang sudah berjingkrakan karena jambakan Alice. Jika tadi rambut Jalu yang berjingkrakan sekarang rambut Max yang berjingkrakan.


"Aaargh!! Dasar psikopat! Lihat ini, gara-gara ulah mu, rambut ku banyak yang rontok!" protes Max.


"Itu belum seberapa! Besok-besok kalau kau berani macam-macam dengan ku, rambut bawah mu yang ku buat rontok!" ancam Alice.


Max menelan salivanya susah payah sambil membayangkan rambut si Jalu di jambak seperti tadi oleh Alice. Tak terbayang betapa sakitnya.


💋 💋 💋


Bersambung...