Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Pesan Dari Raka



Alice keluar dari dalam kamar-nya dan turun ke lantai bawah.


Sesampainya di lantai bawah, Alice bertemu dengan salah satu pelayan di mansion-nya.


"Mbak, titip Mami yah, mungkin aku pulang agak malam." Pamit Alice.


"Non Alice mau kemana?" Tanya pelayan mansion itu.


"Mau kembali bekerja Mbak." Jawab Alice.


Dengan terburu-buru, Alice pun keluar dari dalam mansion. Dia berlari mulai dari mansion-nya sampai keluar dari kawasan tempat elite itu untuk mencari ojek atau taksi atau bajaj atau apapun itu yang bisa mengantarkannya kembali ke Vellf Group.


Aku harus meminta tolong Nyonya Mesye, hanya dia yang bisa membantu ku sekarang.


Gumam Alice dalam hati.


๐Ÿ’‹ ๐Ÿ’‹ ๐Ÿ’‹


Vellf Group.


Kini Alice sudah sampai di Vellf Group.


Begitu turun dari ojek, ia melihat Mom Sye hendak masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir di depan lobi, nampaknya Mom Sye akan pulang.


"Nyonya Mesye.. Nyonya Mesye.. tunggu Nyonya Mesye.." teriak Alice sambil berlari mendekati mobil Mom Sye.


Mom Sye yang baru mau menaikkan kaki-nya satu ke dalam mobil pun mengurungkan niatnya dan menoleh ke arah yang memanggilnya.


"Alice." Lirih Mom Sye.


"Ada apa? Kamu kenapa berlari-lari? Apa ada yang mengejar mu?" Tanya Mom Sye sambil menoleh ke belakang Alice.


Alice menggeleng dengan nafas yang masih terengah-engah.


"A-ku.. hh.. ma-u.. hh.. Nyo-nya.. hh.. a-ku ma-u." Ucap Alice dengan nafas yang tersenggal-senggal.


"Mau apa?" Tanya Mom Sye.


"Aku mau menikah dengan si Om Mesum, Nyonya." Jawab Alice dengan satu tarikan nafas.


Mom Sye mengernyitkan keningnya


Si Om Mesum? Apa yang dimaksud Alice itu Max?


Gumam Mom Sye dalam hati.


Melihat Mom Sye mengernyitkan keningnya Alice pun meralat kata-katanya.


"Maksudnya, aku mau menikah dengan Tuan Max, Nyonya." Ralat Alice.


"Benarkah?" Raut wajah Mom Sye langsung berubah seketika.


"Ayo masuk ke mobil, mari kita bicarakan di mansion Mommy." Ucap Mom Sye.


Mobil pun melaju ke Vellf Mansion.


Vellf Mansion.


Kini Alice dan Mom Sye sudah berada di Vellf Mansion.


Mom Sye langsung membawa Alice ke halaman belakang, dimana di halaman itu ada danau buatan dan di pinggir danau ada beberapa kursi panjang dan gazebo.


Mom Sye membawa Alice ke gazebo yang paling besar yang letaknya ada di tengah-tengah danau buatan.


Woah.. ini baru namanya mansion.


Gumam Alice dalam hati. Ia tercengang melihat kemegahan Vellf Mansion. Dari tempat parkir menuju ke halaman belakang itu saja, mereka harus menaiki mobil golf, kebayang kan betapa luasnya Vellf Mansion.


"Kamu benar-benar mau menerima tawaran Mommy?" Tanya Mom Sye.


"Umm.." jawab Alice sambil menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa? Kenapa kamu cepat sekali mengambil keputusan?"


"Om saya. Karena dia lah makanya saya mengambil keputusan ini." Jawab Alice.


"Om kamu? Om kamu yang mana?"


"Om Anthony. Dia belum meninggal. Dan teman saya melihat dia di Las Vegas sedang bermain judi. Makanya saya ingin menerima tawaran Nyonya."


"Hei.. sudah Mom bilang jangan panggil Nyonya! Panggil Mom!" Tegur Mom Sye.


"Apa maksud mu Anthony belum meninggal?" Tanya Mom Sye.


Alice pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan dari Raka dan balasan pesan yang Alice kirim untuk Raka.


๐Ÿ“ฑRaka : Alice, bukankah ini Om mu?



๐Ÿ“ฑRaka : Bukan kah dia sudah meninggal? Maaf, aku melihat berita tentang keluarga mu di internet.


๐Ÿ“ฑAlice : Iya, sepertinya itu memang Om Anthony. Kami tidak tahu dia benar-benar meninggal atau tidak karena mobilnya masuk jurang dan mayatnya di temukan sampai sekarang.


๐Ÿ“ฑRaka : Sepertinya ada yang tidak beres dengan Om mu. Apa kamu mau aku menyelidikinya?


๐Ÿ“ฑAlice : Tentu saja Raka, tolong bantu aku menyelidiki pria itu.


Setelah berbalas pesan dengan Raka, Alice pun merasa kalau kasus boraks adalah rekayasa Om-nya. Dan untuk membantunya membersihkan nama Papi-nya dan membuat pabrik-pabrik Papinya kembali beroperasi Alice membutuhkan orang yang berkuasa bahkan sangat berkuasa untuk menyokongnya. Siapa lagi kalau bukan keluarga Vellfire.


Jika pabrik sudah beroperasi dan di pegang Alice, Alice yakin nanti Om-nya itu akan muncul lagi.


๐Ÿ’‹ ๐Ÿ’‹ ๐Ÿ’‹


Bersambung...