
"Memangnya kenapa kalau kita mepet-mepet tidur di ranjang itu?" tanya Alice dengan suara dan tatapan mata yang menggoda.
"Jangan memancing ku Alice! Lebih baik kau bersihkan tubuh mu sekarang!" geram Max karena tahu Alice sengaja menggodanya.
Alice tertawa terbahak-bahak melihat wajah Max yang merah. Sambil tertawa Alice pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Begitu mendengar pintu kamar mandi tertutup, Max pun bernafas lega.
"Awas saja kau gadis pargoy! Saat aku berhasil mengambil hati mu, gantian akan ku buat kau panas dingin!" gerutu Max.
Max pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana, lalu menghubungi nomor sang Mommy, sayangnya Mom Sye menonaktifkan ponselnya. Sepertinya Mom Sye tahu kalau Max akan mengganggu istirahatnya dengan mencak-mencak.
"Akh.. sial, gak aktif lagi!" gerutu Max.
Max pun mendaratkan bokongnya di single sofa. Di sana, ia berpikir bagaimana caranya untuk membuat Alice jatuh cinta padanya. Jika biasanya para wanita bisa dengan mudah ia ajak ke atas ranjang, tapi Max sangat sadar kalau Alice bukan lah wanita yang seperti itu.
Max pun mencari tau cara membuat wanita jatuh cinta dari internet.
1. Beri perhatian sekecil apapun.
2. Kenali apa-apa saja yang biasanya membuat bahagia wanita mu.
3. Sesekali memberi kejutan.
4. Jujur dan konsisten terhadap keputusan, selalu menepati janji yang sudah kamu keluarkan untuk wanita mu.
5. Jangan terlalu mengikat dan memaksa wanita mu untuk selalu memenuhi kemauan mu.
6. Jangan berada di samping wanita mu dua puluh empat jam, beri dia ruang dan jarak.
7. Banyak berdoa.
Itulah tujuh hasil yang Max dapatkan dari pencarian di internet.
"Kalau cuma begini sih mudah!" lirih Max menganggap enteng.
"Tapi awas saja kau kalau sampai ketujuh cara ini tidak bisa membuat Alice jatuh cinta pada ku! Akan ku datangi perusahaan mu!" ancam Max.
Max pun meletakkan ponselnya di meja.
"Mmm.. kira-kira apa yah yang harus aku lakukan untuk biar kelihatan aku laki-laki yang perhatian?" Max pun mulai berpikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Tak lama Max pun tersenyum licik. Sekarang Max tinggal menunggu Alice keluar dari dalam kamar mandi setelah itu baru dia akan melancarkan aksinya memberi perhatian-perhatian kecil untuk Alice agar Alice klepek-klepek padanya.
Setelah kurang lebih lima belas menit menunggu Alice, akhirnya Alice pun keluar dari dalam kamar mandi.
Dengan bathrobe dan handuk kecil yang menggulung rambutnya, Alice pun berjalan menuju meja rias, ia ingin mengeringkan rambutnya.
"Mmm.." jawab Alice sambil melepas gulungan handuknya.
Melihat Alice hendak menyalakan pengering rambut, cepat-cepat Max menghampiri Alice lalu mengambil alih colokan pengering rambut lalu mencoloknya ke stop kontak.
"Sini biar aku keringkan rambut mu." ucap Max sambil mendudukkan Alice di kursi meja rias.
"Eh.. tidak usah, aku bisa sendiri." Tolak Alice.
"Sudah diam! Mumpung aku lagi baik! Jarang-jarang aku mau berbaik hati seperti ini!" ucap Max.
Max pun menyalakan pengering rambut lalu mulai mengeringkan rambut panjang Alice.
Alice mengernyitkan keningnya sambil menatap Max dari pantulan cermin.
Tumben Om mesum ini baik? Pasti ada maunya!
Gumam Alice dalam hati.
"Jangan berpikir dengan Anda mengeringkan rambut saya, Anda bisa mendapatkan hak Anda yah!" ucap Alice.
"Cih! Kenapa bahasa mu kaku sekali sih! Kita ini sudah suami-istri jadi tidak usah bicara terlalu kaku!" balas Max.
"Lagian siapa juga yang mau meminta hak! Aku melakukan ini karena aku tahu pasti kamu sudah sangat lelah dan mengantuk, makanya aku ingin membantu mu supaya kamu bisa cepat istirahat." kata Max lagi.
Alice menaikkan alisnya sebelah. Walau jawaban Max sedikit masuk akal, tapi tetap saja dia tidak boleh langsung percaya dengan modus si Om mesum itu.
"Yakin hanya karena itu?!" tanya Alice dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya Alice- ku." jawab Max.
Uweeeek.. Alice muntah dalam hati mendengar Max mengucapkan kata-kata Alice-ku.
Alice tak lagi banyak bicara dan membiarkan Max mengeringkan rambutnya. Setelah rambut setengah kering, Max pun mengoleskan vitamin rambut ke rambut Alice setelah itu lanjut mengeringkan rambut Alice sampai benar-benar kering.
"Oke sudah. Sekarang pakailah pakaian mu lalu tidur, aku juga sudah menyiapkan pakaian mu di ruang ganti." ucap Max sambil mencabut colokan pengering rambut.
"Kamu tidak menaruh kamera tersembunyi kan di dalam ruang ganti?" curiga Alice.
"Astaga! Aku tidak semesum itu Alice-ku! Kalau kamu tidak percaya, kamu boleh memakai pakaian mu di kamar mandi." ucap Max.
Alice pun berjalan ke ruang ganti untuk mengambil pakaian yang katanya sudah disiapkan oleh Max.
💋 💋 💋
Bersambung...