
Keesokan paginya.
Jam masih menunjukkan pukul enam pagi, tapi di lantai bawah Mom Sye dan kedua cucunya sudah membuat kehebohan.
Marco dan Maribet yang super duper aktif sukses membuat Mom Sye berlari kesana kesini dan berteriak hingga membuat Mar-Cornel serta Max- Alice bangun.
Di dalam kamar Max-Alice.
Mata Max dan Alice kompak terbuka.
"Bukannya itu suara Mom Sye?" lirih Alice pelan namun masih bisa di dengar oleh Max yang ada diranjang
Tunggu dulu. Max diranjang? Bukan kah semalam Max tidur di sofa? Ya memang semalam Max tidur di sofa, tapi itu hanya setengah jam. Karena Max merasa pergerakannya sangat terbatas, maka Max pun memutuskan untuk tidur di ranjang. Tapi karena tangan Alice saat tidur menggerayangi tubuh-nya, maka dari itu sebelum Jalu bangun dan dirinya harus bermain bersama Tante Scarla tengah malam, Max pun memindahkan Alice di sofa. Jadi sekarang posisi Alice tidur di sofa dan Max diranjang.
"Iya itu suara Mom." balas Max.
Untuk beberapa detik Alice belum sadar kalau saat ini dirinya tidur di single sofa yang di satukan memanjang.
Namun tak lama Alice merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
"Aakh.. kenapa badan ku pegal sekali." lirih Alice. Alice pun baru menyadari kalau dirinya sudah berada di sofa.
"Kenapa aku bisa ada disini?!" tanya Alice dengan tatapan tajam pada Max.
Max pun menoleh ke arah Alice.
Waduh! Sial aku telat bangun! Harusnya aku bangun duluan dan memindahkan dia sebelum pagi.
Pekik Max dalam hati.
Karena memang semalam Max sudah merencanakan akan memindahkan Alice sebelum pagi. Seandainya Mom Sye dan dua keponakannya tidak membuat kegaduhan di pagi hari, tidak mungkin Alice sudah bangun sekarang dan Max bisa memindahkan Alice kembali ke ranjang.
Daripada kena amuk Alice, jurus pura-pura bodoh pun Max keluarkan.
"Kenapa kamu bisa ada disitu?" tanya Max.
"Kenapa kamu malah balik bertanya! Pasti kamu yang sudah memindahkan ku kesini!" balas Alice.
"Tidak! Aku tidak memindahkan mu kesana! Kalau memang aku berniat pindah ke ranjang, untuk apa juga aku susah payah menyusun sofa itu agar bisa aku pakai tidur." Jawab Max.
"Atau jangan-jangan kau yang memindahkan aku ke ranjang karena kasihan pada ku?!" Max malah balik menuduh Alice.
Sungguh tidak masuk akal memang tuduhan Max, mana mungkin Alice bisa memindahkan Max yang bertubuh besar itu.
"Ngaco! Badan sebesar itu mana bisa aku memindahkannya." jawab Alice.
Alice hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ucapan Max semakin tidak masuk akal. Daripada tensi-nya semakin naik, Alice pun mengalah dan tidak membalas kata-kata Max.
Alice pun mendudukkan dirinya lalu menurunkan kakinya ke lantai.
"Aakh.. punggung ku sakit semua." ringis Alice sambil melakukan peregangan otot-otot setelah itu Alice pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Ia ingin membersihkan tubuhnya.
Mendengar bunyi pintu kamar mandi, Max pun menghela nafasnya kasar.
Huft.. untung saja dia tidak berubah jadi reog.
💋 💋 💋
Ruang Makan.
Pukul 07.30
Kini Mom Sye, Mar-Cornel, Max-Alice dan Marco-Maribet sudah berkumpul di ruang makan dan sedang menikmati sarapan mereka.
"Bagaimana tidur mu semalam, adik ipar? Predator ini tidak mengganggu mu kan?" tanya Mar.
"Tidak kok Kak Mar." jawab Alice sambil menyunggingkan senyumnya.
"Bagus lah. Katakan pada ku kalau predator itu mengganggu mu!" ucap Mar.
"Hei, jangan bilang begitu Mar! Kalau Max tidak mengganggu Alice, terus kapan Mom akan menimang cucu dari mereka." tegur Mom Sye.
"Iya juga yah Mom." balas Mar.
"Kalau begitu, silahkan kau menggangu dia tiap malam Max. Tapi ingat jangan bermain kasar! Kasihan Alice yang masih pemula." ucap Mar pada Max.
Alice hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata Mom Sye dan kakak iparnya.
Sedangkan Max, sudah pasti dia menggerutu dalam hatinya.
Cih, bagaimana bisa mengganggu. Belum apa-apa nanti si Jalu kena jambak.
Gerutu Max dalam hati.
💋 💋 💋
Bersambung...