Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Semuanya Pergi



Mercy Mansion.


Setelah berbicara dengan Mom Sye, Alice pun memutuskan pulang ke mansion-nya. Karena untuk apa juga dia ada di kantor kalau Max tidak ada di sana.


Sesampainya di mansion, ia melihat ada mobil dokter pribadi sang Mami sudah terparkir mulus di halaman mansion. Melihat mobil itu, perasaan Alice langsung tidak enak. Cepat-cepat Alice berjalan memasuki mansion lalu menuju kamar Mami-nya.


"Mami..." Alice berlari mendekati ranjang sang Mami.


"Mami saya kenapa dok?" Tanya Alice pada dokter Henry.


"Tadi keadaannya sempat drop. Untungnya salah satu asisten rumah tangga cepat menemukan Nyonya Lucy yang tergeletak di atas lantai, kalau tidak mungkin sekarang Nyonya Lucy sudah dalam keadaan kritis." Jawab dokter Henry.


"Apa tidak perlu di bawa kerumah sakit dok?" Tanya Alice.


"Tidak perlu, semuanya sudah normal." Jawab dokter Henry.


Mendengar itu, Alice pun bernafas lega.


Dokter Henry pun keluar dari kamar Nyonya Lucy, Alice pun mengantar dokter Henry sampai ke teras mansion.


"Terimakasih dok, atas bantuannya." Ucap dokter Henry.


"Mm.. Nona Alice." Dokter Henry nampak ragu mengutarakan isi hatinya.


"Iya dokter." Jawab Alice.


"Saya minta maaf sebelumnya karena saya harus mengatakan ini." Ucap dokter Henry.


"Memangnya dokter mau mengatakan apa?"


"Sebenarnya saya berat untuk mengatakan ini karena saya sudah sangat lama menjadi dokter pribadi keluarga ini, tapi..." Dokter Henry menggantung kata-kata'nya tapi Alice tahu apa yang hendak dokter Henry katakan.


"Ah.. iya saya paham, pasti dokter ingin mengundurkan diri menjadi dokter pribadi keluarga saya kan?" Todong Alice.


"Maaf Nona, sekali lagi saya minta maaf." Ucap dokter Henry sambil setengah membungkuk karena tidak enak hati.


Alice menghela nafasnya panjang.


"Tidak perlu minta maaf dok. Semua orang juga perlu uang. Tidak ada orang yang mau bekerja kalau tidak di gaji. Apalagi sebagai dokter pribadi harus siap kapan pun jika ada panggilan. Saya sudah tidak membayar hak dokter dari bulan kemaren, jadi wajar kalau dokter ingin mengundurkan diri." Balas Alice.


"Ya tidak begitu lah dok, saya akan tetap membayar gaji dokter saat saya ada uang nanti." Balas Alice.


"Terserah Nona Alice saja kalau begitu. Tapi jangan terlalu di paksakan, saya benar-benar ikhlas membantu Nona Alice dan keluarga." Balas dokter Henry.


Dokter Henry pun pamit undur diri. Setelah mobil dokter Henry keluar dari halaman mansion, Alice pun kembali berjalan dengan langkah gontai memasuki mansion.


Bulan lalu pengacara Anderson yang mengundurkan diri, sekarang dokter Henry juga ikut mengundurkan diri. Tidak menutup kemungkinan kalau nanti para staff mansion yang tersisa pun juga akan mengundurkan diri. Kalau semua sudah mengundurkan diri lalu pada siapa dirinya akan bertukar pikiran.


Apalagi sang Mami sangat-sangat membutuhkan dokter pribadi yang bisa di panggil kapan pun dan jam berapapun. Jadi disaat penyakit Mami Lucy kambuh, Alice tidak perlu membawa ke rumah sakit, karena dokter lah yang datang ke rumah dan juga membutuhkan orang yang bisa menjaga sang Mami selama Alice bekerja.


Alice masuk ke dalam kamar Mami-nya.


Ia melihat sang Mami sedang tidur dengan nyenyak. Melihat Mami-nya tidur dengan nyenyak, Alice pun keluar dari kamar Mami-nya dan naik ke kamar-nya.


Di dalam kamar-nya Alice kembali terngiang-ngiang tawaran Mom Sye.


"Apa aku terima saja yah tawaran Mom Sye? Toh ini bukan pernikahan kontrak. Si Om mesum juga tidak jelek-jelek banget." Pikir Alice.


"Ah.. tidak, tidak! Aku tidak boleh asal menerima tawaran ini. Jangan hanya karena ingin lepas dari kesusahan, lantas aku menerima tawaran ini. Mungkin aku akan hidup enak, kesehatan Mami juga terjamin, tapi batin ku nanti yang akan tersiksa." Pikir Alice lagi.


TRING..


Tiba-tiba notifikasi pesan masuk di ponselnya berbunyi.


Alice pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


Alice melihat ada pesan dari Raka. Raka adalah teman Alice sewaktu semester satu dan dua, namun setelah memasuki semester tiga, Raka tidak melanjutkan kuliahnya karena merasa jurusan yang dia ambil bukanlah passionnya. Raka pun kabur dari rumah dan pergi ke Las Vegas dan sekarang di Las Vegas, Raka bekerja menjadi seorang bartender.


Alice pun membuka pesan dari Raka.


Mata Alice membulat lebar begitu melihat isi pesan dari Raka.


💋 💋 💋


Bersambung...