Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Mau Pamer



Hari pernikahan Max dan Alice sudah di tetapkan, tidak ada protes atau menolak hari pernikahan yang sudah Mom Sye tetapkan.


Setelah membahas hari pernikahan, Max pun meminta izin pada Mami Lucy untuk mengajak Alice keluar. Mami Lucy pun mengizinkan Max membawa Alice.


Dan disini lah mereka sekarang, di dalam mobil Max.


Max melepas jaketnya lalu melemparnya pada Alice.


"Pakai itu! Jangan membuat konsentrasi ku bercabang!" ucap Max.


Alice pun memakai jas yang Max lemparkan, sedangkan Max menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya keluar dari halaman Mercy Mansion.


"Kita mau kemana?" tanya Alice.


"Hotel." jawab Max.


Mata Alice membulat lebar.


"Apa?! Putar balik! Aku tidak mau ikut kalau begitu!"


"Kenapa tidak mau? Bukannya kau berpenampilan seperti ini untuk menggoda ku! Oke, aku akui aku tergoda! Dan sekarang kau harus bertanggung jawab!"


"Cih, rugi sekali kalau aku berpenampilan seperti ini hanya untuk menggoda om-om alot seperti Anda.."


Sontak Max menoleh ke arah Alice. Ia kaget Alice mengatainya om-om alot.


"... mendingan aku godain Neymar, Zayn Malik, atau Simone Susinna sekalian." ucap Alice.


"Cih!! Khayalan mu terlalu tinggi gadis pargoy! Aku juga tidak akan mungkin tergoda kalau Jalu-ku ini kenyang! Masalahnya dia sedang kelaparan, makanya aku jadi gampang tergoda!" balas Max.


"Cih!! Ngeles! Memang dasar si Jalu Anda saja yang murahan! Pantang lihat yang seksi-seksi!" balas Alice.


"Apa kau bilang! Berani-beraninya kau mengatai Jalu ku murahan!" marah Max.


"Lalu kalau bukan murahan apa namanya? Kalau suka masuk ke toilet umum?!"


"Kau!!" Max menggeram. Ingin marah, tapi benar juga yang di katakan Alice, mau bilang Jalu punya selera tinggi, tapi Jalu doyannya sama barang second.


Max yang kesal karena tidak bisa menjawab kata-kata Alice pun menambah kecepatan mobilnya menuju klub malam. Ia tidak benar-benar membawa Alice ke hotel. Ia hanya ingin membawa Alice ke klub malam untuk memamerkan Alice pada Nico dan Ozcar.


💋 💋 💋


Klub Malam.


Kini mobil yang kendarai sudah sampai di parkiran klub malam.


"Lalu kau mau aku benar-benar membawa mu ke hotel, hah?" Max balik bertanya.


"Ya tidak sih! Tapi seharusnya Anda bilang dong kalau mau membawa ku ke klub malam! Aku kan bisa ganti baju dulu!" protes Alice.


"Untuk apa berganti baju? Bukannya kau bilang ingin menggoda Neymar, Zayn Malik dan Simone Susinna? Di dalam sana banyak yang kw-nya! Jadi kau goda saja mereka." sindir Max. Nampaknya Max sedang ngambek dengan Alice.


"Bawa sini jas ku!" Max langsung menarik jas-nya yang di pakai Alice lalu memakaikan ke tubuhnya.


"Ayo cepat turun! Aku sudah ditunggu teman-teman ku!" perintah Max.


Max pun turun dari dalam mobil, tapi tidak dengan Alice yang masih betah di dalam mobil. Ia nampak tidak percaya diri jika harus masuk ke dalam klub dengan gaun yang mengekspos bagian dada-nya serta belahan paha yang tinggi.


Melihat Alice yang tak kunjung turun, Max yang sudah beberapa langkah menjauh dari mobilnya pun kembali lagi ke mobil dan berjalan menuju pintu tempat Alice duduk.


Sesampainya di pintu itu, Max langsung membuka pintu mobil.


"Ayo turun! Atau kau mau di dalam mobil?!"


"Iya. Aku di mobil saja." jawab Alice.


"Oke! Tapi aku akan menutup semua kaca jendelanya dan mematikan mesin mobilnya, biar mati lemas kau di dalam mobil! Mau?!"


Alice menggeleng.


"Ya sudah cepat turun! Ku hitung sampai tiga, kalau kau tidak turun, maka aku langsung menutupnya!"


"Satu!"


"Dua!"


"Ti..."


"Iya, iya aku turun!" mau tidak mau Alice pun turun dari dalam mobil.


"Tapi aku pinjam jas mu. Aku malu dengan penampilan ku seperti ini." ucap Alice dengan wajah yang minta di kasihani.


Jelas saja Max menolak. Karena tujuan Max membawa Alice ke klub malam dengan penampilan seperti itu, ya untuk memamerkan tubuh Alice yang begitu seksi dan menggoda pada kedua teman Max dan pada pengunjung laki-laki.


💋 💋 💋


Bersambung...