Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Godaan Iman



Pukul 00.15


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam lewat lima belas menit. Karena Mami Lucy tahu Alice bersama Max dan Mami Lucy percaya dengan Max, maka sampai jam segini Mami Lucy tidak menghubungi Alice dan menyuruh Alice untuk pulang.


Tapi tidak dengan Mom Sye, ia tahu kalau semakin malam, li bi do anaknya itu semakin tinggi, makanya dari jam sebelas tadi Mom Sye tak henti-hentinya menghubungi Max untuk meminta Max segera memulangkan Alice.


Cepat pulangkan Alice sebelum jam dua belas malam, atau Mom bom klub malam mu!


Begitulah ancaman Mom Sye setiap kali menelpon Max.


Tapi sampai sekarang Max belum juga memulangkan Alice. Bukan karena tidak mau, tapi tadi waktu mereka hendak keluar dari klub, Alice bertemu dengan Nameera, teman-nya dari jaman SMP sampai SMA dulu, namun setelah memasuki bangku perguruan tinggi mereka berpisah karena Nameera mendapat beasiswa ke New Zeland.


Mau tak mau Max pun memberi waktu pada Alice untuk mengobrol dengan teman lamanya itu. Karena Max tidak mau Alice berada di lantai bawah, maka Max menyuruh Alice dan Nameera mengobrol di table Max, dkk, sedangkan Max, Nico dan Ozcar turun ke lantai dansa.


Ponsel Max terus bergetar, siapa lagi yang melakukan panggilan kalau bukan Mom Sye. Tapi Max tidak menjawab panggilan Mommy-nya itu.


"Haish, apa anak itu masih lama bernostalgia-nya?" lirih Max sambil melihat ke atas.


"Kalau menunggu perempuan bernostalgia, sampai beruang kutub selesai hibernasi pun tidak akan selesai-selesai, Max. Lebih baik kau datangi saja langsung. Dari pada Mommy mu benar-benar mengebom klub malam ini." sahut Nico.


Merasa apa yang di katakan Nico ada benar-nya, Max pun naik ke lantai atas dan diikuti oleh Nico dan Ozcar.


"Ayo kita pulang." ajak Max.


"Sebentar lagi, aku masih belum puas mengobrol dengan teman ku ini!" tolak Alice.


"Ini sudah larut malam Alice, kalian kan bisa bertukar nomor ponsel dan lanjut mengobrol lewat telepon atau video call! Jangan membuat ku dalam masalah, ayo kita pulang?! Ayo kita pulang sekarang. Kal" paksa Max.


"Tapi teman ku ini bagaimana?"


"Ada Ozcar dan Nico yang akan menjaga teman mu itu." jawab Max.


"Hei kalian berdua! Jaga teman Alice baik-baik! Kalian mengerti kan kalau di bilang jaga baik-baik?! Awas saja kalau aku dengar kalian berbuat macam-macam pada teman tunangan ku!" kata Max pada Nico dan Ozcar.


"Namee, kamu tidak pa-pa kan kalau aku pulang dan kamu di temani dua om-om ini." tanya Alice.


"Mmm.. iya tidak pa-pa." jawab Namee.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang, aku akan menghubungi mu nanti, kita akan ketemuan lagi, oke." pamit Alice dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Namee.


Max dan Alice pun keluar dari dalam klub malam. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Apa kedua teman mu itu bisa di percaya menjaga Namee?" tanya Alice sambil memasang sabuk pengaman.


"Kau tidak perlu khawatir, mereka sangat di percaya. Mereka tidak suka modus dengan perempuan yang depan-belakang rata seperti teman mu!" jawab Max.


"Cih! Seperti senjata teman mu besar saja!" balas Alice tak suka Max mengejek temannya.


Cletak. Max menyentil kening Alice.


"Auw!!!" Ringis Alice sambil mengelus keningnya.


"Berani kau membayangkan senjata laki-laki lain yah! Bayangkan senjata ku saja! Karena senjata ku lah yang akan membuat mu mengerang berkali-kali di malam pertama kita nanti!" ucap Max sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alice.


"Hish, memangnya siapa yang mau melakukan malam pertama dengan mu! Tidak sudi!" balas Alice.


Max menarik dagu Alice dan menghadapkan wajah Alice untuk berhadapan dengan wajahnya.


"Lalu untuk apa kita menikah kalau kau tidak mau melakukan tugas mu sebagai seorang istri, hah? Bukannya kau yang menyetujui pernikahan ini? Kau mendapatkan kembali pabrik-pabrik Papi mu dan nama Papi mu juga di bersihkan, kalau begitu aku harus mendapatkan pelayanan ranjang dari mu!" ucap Max.


"Kenapa? Apa kau takut aku tahu kalau kau sudah tidak perawan? Tenang saja Sayang, aku juga bukan manusia suci, jadi aku tidak akan mempermasalahkan keperawanan mu. Yang penting kau bisa memuaskan aku di ranjang dan beri aku keturunan seperti yang Mommy ku inginkan." Kata Max lagi.


Rahang Alice mengeras mendengar Max menuduhnya sudah tidak perawan, tapi dia tidak mau terpancing emosi. Justru Alice akan membalikkan keadaan dengan membuat Max emosi dan panas dingin.


"Baik, aku akan memuaskan mu diranjang, seperti aku memuaskan laki-laki sebelum mu. Membuat sekujur tubuh mu candu akan tubuhku." ucap Alice dengan tatapan dan suara yang menggoda sambil tangannya meraba paha Max dan rabaan tangan Alice itu berhasil membuat bulu kuduk Max dan Jalu berjingkrakan. Apa yang dilakukan Alice saat ini benar-benar menggoda iman Max.


💋 💋 💋


Bersambung...