Oh... My Sexy Girl

Oh... My Sexy Girl
Menjalankan Misi



"Ya sudah, ya sudah, nanti aku bantu. Sekarang turun dari pangkuan ku!"


"Terimakasih Om ganteng." ucap Namee sambil mencubit gemas pipi Nico.


"Aaargh.." teriak Nico sambil menepis tangan Namee yang sedang mencubit pipinya.


"Apa tadi kamu bilang? Om? Awas kalau sekali lagi memanggil aku Om!" ucap Nico ketus.


"Iya maaf, aku hanya kesenangan." jawab Namee lalu turun dari pangkuan Nico.


"Sekarang kamu pulang. Lihat itu belek mu masih menempel di mata mu! Pasti kamu kesini belum cuci muka dan sikat gigi kan!" ejek Nico karena saat ini Namee masih memakai piyama tidur.


Refleks Namee pun membersihkan sudut matanya karena Nico bilang ada belek di matanya.


"Enak saja, tadi aku sudah sikat gigi dan cuci muka yah sebelum kesini." jawab Namee.


"Ngomong-ngomong, semalam kamu diantar pulang dengan baik kan oleh tunangan mu itu?" tanya Nico penasaran.


"Dia bukan tunangan ku, Kak! Jadi jangan menyebutnya tunangan ku! Itu membuatku jijik!" Protes Namee.


Nico hanya tertawa kecil melihat Namee kesal.


"Semalam dia mengantar ku dengan baik sampai rumah. Tapi sepanjang perjalanan, dia selalu menatap ku dengan tatapan mengintimidasi, membuat ku takut dan seperti berada di ujung jurang kiamat." lanjut Namee.


"Ya, begitulah psikopat. Dia kalau marah tidak akan langsung bergerak memukul atau memarahi mu. Dia akan berperilaku lembut, tapi otaknya sedang berpikir untuk memberi hukuman pada mu yang lebih mengerikan ketimbang pukulan dan marah-marah dengan suara yang keras." balas Nico.


"Jangan bicara seperti itu, aku jadi semakin takut!" balas Namee.


"Tidak usah takut. Dia tidak akan menyentuh mu sebelum kamu menjadi miliknya. Jadi sekarang kamu pulang. Ayo biar aku antar kamu pulang."


"Bisakah aku tinggal disini? Karena kalau aku pulang pasti Papa ku akan mengurung ku di dalam kamar sampai hari pernikahan ku."


"Apa kamu gila! Aku disini tinggal sendiri! Kalau kamu juga tinggal disini, apa kata keluarga ku! Bisa-bisa kita benar-benar di nikahkan!" protes Nico.


"Angkat aku jadi pelayan mu kalau begitu. Jadi nanti kalau keluarga Kakak datang, aku akan mengatakan kalau aku pelayan Kakak."


"Tidak! Mereka mana percaya kalau aku memperkerjakan pelayan! Sudah jangan yang aneh-aneh! Selain keluarga ku, aku juga takut dengan teman mu itu, bisa-bisa aku di tendang sampai kutub utara kalau sampai teman mu itu tahu kamu ada di apartemen ku!"


"Tuan aku mohon. Bukannya lebih bagus kalau aku tinggal disini biar Attar semakin yakin kalau kita sedang menjalin hubungan. Ayolah Tuan. Aku mohon." rengek Namee merayu.


"Tidak! Sekali aku bilang tidak yah tidak!" Tolak Nico. Nico pun berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan menuju pintu.


Lagi dan lagi Namee memohon pada Nico untuk mengangkatnya menjadi pelayan, yang penting dirinya bisa tinggal di apartemen Nico karena dirinya tidak ingin pulang kerumah Papa-nya.


Biar bandit, Nico adalah laki-laki yang gampang sekali luluh dengan suara rengekan. Apalagi sekarang situasi Namee memang perlu pertolongan. Mau tidak mau Nico pun mengizinkan Namee untuk tinggal di apartemennya dengan dalih sebagai pelayan. Dan satu lagi, Namee tidak boleh memberitahu Alice kalau dirinya tinggal di apartemen Nico.


Flashback Off.


💋 💋 💋


Sudah seminggu Namee tinggal di apartemen Nico, tapi anehnya, Papa Nadeem sama sekali tidak mencari Namee. Padahal Namee sama sekali tidak pernah bersembunyi di apartemen, dia selalu keluar dari gedung apartemen untuk membuang sampah, masih pergi ke supermarket dan masih banyak aktifitas yang dia lakukan di luar apartemen. Bukannya dengan seperti itu Papa Nadeem bisa dengan mudah menangkap Namee dan membawa Namee pulang? Tapi kenapa ini sama sekali tidak ada pergerakan dari Papa Nadeem atau pun Attar.


Tapi yang sebenarnya terjadi, Attar lah yang menyuruh Papa Nadeem untuk tidak membawa Namee pulang dengan paksa. Attar ingin melihat sampai sejauh mana keras kepala Namee menentang perjodohan mereka. Dan selama seminggu ini, yang Attar lakukan hanya menyuruh orang untuk mengintai Namee.


Selama seminggu pengintaian, dari laporan orang suruhannya, Attar sama sekali tidak mendapat informasi kalau Namee bermesraan dengan laki-laki lain, dan karena itulah Attar sama sekali belum bertindak.


Malam itu, malam dimana Max melihat Nico dengan Namee, Namee meminta Nico untuk mengantarnya belanja ke supermarket. Karena banyaknya belanjaan yang harus di beli, mau tidak mau Nico pun mengantar Namee.


Setelah selesai berbelanja disalah satu mall terbesar di kota itu, Nico merasa kalau ada yang mengikuti mobilnya.


"Ada apa?" Tanya Namee karena melihat Nico bolak-balik melirik kaca spion dalam dan luar dengan tatapan yang aneh.


"Seperti ada yang mengikuti kita." jawab Nico.


"Benarkah?" Namee hendak menoleh kebelakang namun dengan cepat Nico menghadang kepala Namee untuk tidak menoleh kebelakang.


"Jangan menoleh kebelakang! Nanti dia tahu kalau kita sadar sedang diikuti." ucap Nico.


"Lalu bagaimana?"


"Aku rasa, itu orang suruhan Papa mu atau Attar. Jadi mari kita mulai drama kita!" ucap Nico.


Namee menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum tipis. Ia harus bisa berakting seromantis mungkin dengan Nico agar Attar menyerah untuk memilikinya, apalagi Nico dari keluarga Rush, sudah pasti Attar akan minder bersaing dengan Nico.


Kira-kira begitulah pikiran Namee. Tapi yang namanya psikopat, tidak ada yang tahu.


💋 💋 💋


Bersambung...