
Melihat Nico yang memandang dada-nya dengan tatapan mesum, refleks Namee pun menampar pipi Nico pelan hingga membuat Nico tersadar dari fantasi liarnya.
"Akh.. kenapa menampar ku, hah?!" protes Nico.
"Siapa suruh mesum!"
"Siapa yang mesum! Ini namanya penghayatan!" balas Nico membela diri.
"Bagaimana? Apa mereka masih ada disana?" tanya Nico karena saat ini posisi Namee menghadap ke belakang.
"Masih. Lalu kita harus berbuat apalagi sekarang?" tanya Namee.
"Jurus terakhir. Sekarang aku akan membaringkan mu dan menimpa mu lalu kita seolah-olah sedang bercinta dengan ugal-ugalan. Kamu mengerti kan maksud ku?!"
"Apa harus seperti itu?"
"Kamu mau tidak?"
"Ya sudah, tapi bantal ini harus menjadi pengganjal!" ucap Namee.
"Mm.." balas Nico.
Nico pun mulai membaringkan tubuh Namee kemudian meletakkan kedua kaki Namee di pundaknya. Bantal sialan pun menjadi pengganjal antara Kang Jamal dan Neng Embem, ya mau gimana lagi, Neng Embem bukan pasangan halal Kang Jamal dan Nico tidak mau mempermalukan dirinya sendiri karena kelakuan si Jamal yang saat ini sudah berontak di balik jeruji kain.
Setelah mengatur posisi yang biasa Nico pakai untuk Jamal balapan liar, Nico pun mulai menghentak-hentakan si Jamal dengan sangat kuat agar mobil yang mereka tempati sekarang juga bergoyang.
Melihat mobil yang mereka ikuti sedang bergoyang, jelas saja salah satu anak buah Attar itu meminta temannya yang berada di jok kemudi untuk melajukan mobil-nya.
"Apa kau mau disini sampai mereka pelepasan, hah!" protes satu anak buah Attar.
"Mmm.. bukan kah kita harus memberikan informasi yang detail pada boss Attar."
"Ini kan sudah detail! Jadi harus sedetail apalagi?"
"Kita belum tahu berapa lama durasi laki-laki itu." jawab anak buah yang satunya lagi.
"Bodoh! Tidak perlu sampai seperti itu! Maksudnya detail itu kita cukup memberi informasi apa yang di lakukan gadis itu dan laki-laki itu. Tidak perlu sampai durasi dan gaya apa!"
"Bagaimana kalau nanti boss Attar bertanya?"
"Kita kan bisa mengarangnya, bodoh! Lagi pula tidak mungkin boss Attar menanyakan itu! Sudah cepat lajukan mobil mu, kita pergi dari sini! Lama-lama kita disini, bisa-bisa celana ku yang sempit!"
Melihat lampu mobil menyala dan tak lama mendengar suara mobil, Nico pun yakin kalau saat ini anak buah Attar itu sudah pergi. Tahu anak buah Attar sudah pergi, bukannya menyudahi akting-nya, Nico malah semakin keras menghentak si Jamal. Karena apa? Karena tanggung, pikir Nico. Sambil menyelam minum air, sambil berakting sambil menenangkan si Jamal yang sedang tantrum di balik jeruji kain.
"Apa mereka sudah pergi? Kenapa lama sekali?" Tanya Namee yang sudah mulai risih dengan gaya mereka sekarang.
"Belum. Sebentar lagi." jawab Nico berbohong. Sebentar lagi maksud Nico adalah sebentar lagi sampai Jamal-nya gumoh dan tenang.
Nico terus menghentak si Jamal dengan sangat ugal-ugalan. Untung saja ada bantal yang mengganjal di tengah-tengah mereka, kalau tidak sudah pasti Namee bisa merasakan ketajaman tendangan Jamal.
Lima menit kemudian, Nico pun merasakan Jamal yang ingin gumoh. Tidak ingin sampai Namee tahu, cepat-cepat Nico pun menjauhi tubuh Namee.
"Oh.. shiiit! Aku mau kencing dulu! Sudah tidak tahan" ucap Nico beralasan.
"Apa mereka sudah pergi!"
"Sepertinya!" jawab Nico. Nico pun keluar dari dalam mobil kemudian mencari tempat yang lebih gelap dan sepi untuk mengeluarkan muntahan Jamal.
Setelah Nico pergi, Namee pun cepat-cepat memakai b r a dan baju-nya kembali sebelum Nico datang.
Tak lama Nico pun kembali ke mobil.
"Tangan mu." ucap Namee begitu Nico masuk ke dalam mobil.
"Untuk apa?" tanya Nico.
"Kakak kan baru buang air kecil dan pasti tidak cuci tangan, jadi harus memakai ini." ucap Namee seraya menunjukkan hand sanitizer gel yang selalu Namee bawa dalam tas kecil-nya.
"Cih!! Baru saja aku mengeluarkan hand sanitizer, sekarang malah dikasih hand sanitizer lagi!" protes Nico dengan suara pelan.
"Hah? Kakak bilang apa?" tanya Namee. Untung saja Namee tidak mendengar kata-kata Nico.
"Tidak ada." balas Nico. "Sudah teteskan hand sanitizer-nya." kata Nico lagi seraya menengadahkan kedua telapak tangannya kepada Namee.
Setelah memakai hand sanitizer, barulah Nico melajukan mobil-nya keluar dari gang yang sepi dan gelap itu. Mereka pun kembali ke apartemen tanpa harus di buntuti oleh anak buah Attar.
💋 💋 💋
Bersambung..