
Dua Tahun kemudian,
Putri berdiri tepat di depan makam Damar dengan membawa sebuah bucket bunga lily di tangannya. Ia berjongkok tepat di samping nisan Damar.
Putri tersenyum dan menaruh bucket itu tepat di depan nisan Damar.
Udara sore ini cukup dingin, untungnya Putri mengenakan jaket tebalnya.
“Hai, Kak.” sapa Putri tersenyum menganggap jika Damar akan mejawab sapaannya.
Ia menghela napas panjang dan melanjutkan ucapannya, “Udah lama ya Putri gak ke sini? Maaf ya Kak, belakang ini Putri sibuk karena bentar lagi Putri bakal ngejalanin Ujian Nasional. Makanya Putri jarang ke sini. Tapi, walaupun Putri udah jarang ke sini, bukan berarti Putri lupa sama Kak Damar.”
Putri menghela napas panjang dan mengusap lengannya karena hawa dingin mulai menusuk meski jaket yang ia kenakan begitu tebal.
“Putri mau cerita sedikit Kak tentang kuliah Putri setelah lulus nanti. Mama nyuruh Putri buat kuliah di Jerman, katanya biar bisa bareng Kak Putra. Tapi Putri nolak Kak, soalnya kalau Putri kuliah di Jerman, Putri jadi susah dong buat jengukin Kakak di sini.”
Putri menyeka air matanya yang hampir turun, “Kok Putri jadi cengeng gini ya Kak?” Putri berusaha tertawa. “Padahal Putri udah janji sama Kak Damar kalau Putri gak akan nangis.”
Putri mendongak ke atas berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, “Kak, Putri kangen,” ucapnya dengan suara lirih.
Ia tak kuasa lagi membendung air matanya. Air matanya lolos begitu saja.
"Maafin Putri, Kak. Kakak yang tenang ya di sana. Putri selalu sayang dan cinta sama Kak Damar, sampai kapan pun cinta Putri buat Kak Damar gak akan berkurang.”
Putri mencium nisan Damar, “Putri pamit pulang ya Kak. Putri janji, Putri akan sering-sering ke sini.” ucapnya lalu bangkit dan berjalan pergi dari makam Damar.
Perasaannya sudah lebih tenang setelah menengok makam Damar. Ia berjanji akan rajin kemari dan membawakan bunga untuk Damar sebagai kado terindah darinya.
*Dalam mimpiku
Aku bermimpi
Tentang kekasih
Itu dirimu
Tambatan hati
Yang telah pergi
Hanya dirimu
Tak ada lagi
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Aku kan selalu untukmu
Cintamu akan s'lalu bersemi
Di hidupku
Malam malamku
Tanpa dirimu
Di hias rindu
Resah di dada
Ingin berjumpa
Ku tak berdaya
Terbang ke sana
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Aku kan selalu untukmu
Cintamu akan s'lalu bersemi
Di hidupku
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Aku kan selalu untukmu
Cintamu s'lalu akan bersemi
Di hidupku*
[ Cinta Dalam Hidupku - Rossa ]
**Yeay!
Akhirnya Need You selesai!
Thank you ya untuk kalian yang udah baca cerita Need You dari awal sampai akhir.
Dukung cerita Need You supaya masuk ranking dan dibaca jutaan pembaca ya.
Untuk yang belum kasih vote, kasih vote untuk 50 Episode ini ya ❤️
Dan juga kasih kesan dan pesan kalian setelah baca cerita ini ya. Tulis di kolom komentar di bawah ini! Oke?
Thank You sem**uanyaaaaa ❤️