Need You

Need You
Empat Puluh Lima




Putri terbangun dari tidur nyenyaknya saat ia merasa dadanya terasa sakit. Sangat sesak dan di tambah lagi ia sampai terbatuk-batuk. Ia pun mengambil segelas air yang ada di atas nakas dan di teguknya. Setidaknya batuk dan rasa sesaknya sudah mendingan.


Putri pun melanjutkan tidurnya, namun sebelum matanya terpejam, ia merasa ada sesuatu yang aneh pada bagian kakinya. Ternyata kakinya terlihat bengkak. Putri tak tahu ini gejala apa, yang jelas ini terjadi secara tiba-tiba. Memang sih belakangan ini ia sering merasa kelelahan dan sesak napas.


Karena tak ingin memikirkan yang tidak-tidak, Putri pun melanjutkan tidurnya. Ia paksa matanya agar mau terpejam. Namun percuma, rasa takut terus menghantui dirinya. Ia takut terjadi sesuatu pada dirinya.


Paginya, Setelah selesai mandi, Putri pamit kepada Laras untuk pergi ke sekolah. Namun sampai di jalan, kepalanya terasa amat berat dan dadanya lagi-lagi terasa sesak. Karena Rumah Sakit tak jauh dari tempatnya saat ini, akhirnya ia meluangkan waktu untuk cek darah ke Rumah Sakit.


Tangan Putri bergetar kencang saat ia menunggu hasil lab. Tak lama dari itu, Dokter yang menanganinya tadi pun keluar dengan membawa selembar kertas yang terbungkus dalam amplop.


Dokter tampak menunjukkan raut wajah serius membuat Putri penasaran.


“Bisa kita bicara di ruangan saya?” Putri mengangguk dan mengikuti langkah Dokter tersebut ke ruangannya.


Putri penasaran dengan apa yang akan Dokter itu ucapkan. Akankah berita baik atau malah buruk? Yang jelas kalau sudah seperti ini, pasti berita buruk yang akan di ucapkan.


Dokter itu menghela napas sebelum ia berbicara, “Sebelumnya dengan berat hati saya harus menyampaikan ini,” ucapan Dokter itu sukses membuat mata Putri melebar. Benar dugaannya, Dokter ini pasti akan menyampaikan sesuatu yang buruk. “Dari hasil pemeriksaan lab, anda positif menderita penyakit gagal jantung,”


Mata Putri melebar, “Gagal jantung?”


Dokter itu mengangguk, “Gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah, sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat. Pada kasus anda ini, penyebab anda mengalami gagal jantung karena terjadinya kerusakan yang sangat berat pada katub jantung anda.”


Mata Putri memerah, ingin sekali rasanya ia menangis sekarang juga, namun ia berusaha tetap tegar. “Jadi apa yang bisa saya lakukan Dok?”



Sepulangnya dari Rumah Sakit, Putri tidak berniat untuk pulang ke Rumah. Akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi Damar.


Melihat kehadiran Putri, Damar pun tersenyum. Damar menyambut kehadiran Putri dengan senyum manis di wajahnya. Hari ini Damar terlihat lebih segar dari biasanya.


“Hai,” sapa Damar menghampiri Putri dengan kursi rodanya.


Putri tersenyum membalas sapaan Damar. Ia pun mendudukan dirinya di gazebo rumah Damar.


Damar mendekat ke arah Putri dan menatap mata Putri dengan bingung. “Kamu habis nangis?”


Pertanyaan Damar tersebut sontak membuat Putri segera menyeka air matanya ingin sekali lagi ingin jatuh. “Enggak, aku gak nangis kok.” jawab Putri berbohong.


Putri lupa jika tangannya masih menggenggam kertas hasil cek darah tadi. Dengan sigap, ia pun segera memasukannya ke dalam tas sebelum Damar melihat. Namun sayang, Damar sudah berhasil melihatnya.


Tiba-tiba jantung Putri terasa sesak lagi. Ia pun pamit kepada Damar untuk mengambil air minum di dapur.


Setelah kepergian Putri, Damar segera mengambil kertas itu dan ia masukan ke dalam bajunya sebelum ketahuan dengan Putri. Damar merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Putri.