Need You

Need You
Dua Puluh Delapan




Putri menyusuri koridor di temani Damar di sampingnya, Damar ingin mengantarkan Putri sampai kelas sebelum ia menuju kelasnya.


Sepanjang koridor Damar menggenggam tangan Putri yang membuat seluruh siswi iri melihatnya. Namun banyak juga siswi yang mengatakan bahwa mereka pasangan yang serasi. Terlebih Putri merupakan anak pemilik sekolah dan merupakan most wanted girl. Sedangkan Damar ketua OSIS dan merupakan most wanted boy. Hal tersebut yang membuat mereka berdua terlihat serasi.


"Put, entar istirahat lo langsung ke kantin aja. Gue sama Angga tunggu di sana." ucap Damar ketika sampai di depan kelas Putri.


Putri mengangguk, "Oh yaudah kalau gitu. Lo balik ke kelas lo gih." usir Putri.


"Iya, iya." Damar mengacak rambut Putri kemudian pergi menuju kelasnya.


“Tumben mesra,” ucap Susan mengagetkan Putri. “Wah, lo udah jadian ya?” pekik Susan dengan suara cemprengnya.


“Jadian?” ucap seseorang membuat Putri dan Susan menoleh dan di lihatnya Bella sedang menatap mereka dengan tatapan meremehkan. “Jadi lo jadian sama Damar?” tanya Bella pada Putri dengan nada menantang.


“Emangnya kenapa kalau gue jadian sama kak Damar? Itu 'kan hak gue.” ucap Putri.


“Apa lo bilang? Hak? Eh, cewek cup!u, lo itu udah ngerebut Damar dari gue!” ucap Bella.


“Heh cewek gila! Gak usah kepedean deh lo. Sejak kapan kak Damar mau sama lo. Liat sifat lo aja udah jijik.” ucap Susan yang tampak membela Putri.


“Elo tuh yang gila! Gue tu gak ngomong sama lo. Jadi gak usah sok ikut campur!” ucap Bella seraya menunjuk wajah Susan.


"Elo tu yang sok ikut campur urusan Putri sama Kak Damar. Sadar diri dong kalau Kak Damar tuh gak suka sama lo. Apa perlu gue kasih kaca supaya lo sadar!"


Bella kesal dengan ucapan yang keluar dari mulut Susan. "Jaga ya mulut lo! Baru pacaran sama kakak kelas aja belagu. Lo pacarnya Angga 'kan?"


"Iya, kenapa emang kalau gue pacarnya Angga? Mau lo rebut juga? Mau lo katain gue perebut cowok orang juga?"


Susan tampak marah, ia pun berniat untuk menampar Bella. Namun rencananya gagal karena Angga berhasil menahannya.


“Eh Bella! Pergi sono lo. Gak usah gangguin cewek gue!” ucap Angga pada Bella.


Bella tertawa, “Gue? Gangguin cewek lo? Yang ada cewek lo tu yang sok ikut campur urusan gue.” ucapnya. Kini tatapannya beralih ke Putri, “Lo denger ya Put, gue gak bakal tinggal diem dengan apa yang udah lo rebut dari gue.” ucapnya lalu berjalan pergi.


Angga menoleh ke Putri, “Emang lo ngerebut apa Put dari dia?” tanya Angga penasaran.


“Dia bilang, gue udah ngerebut kak Damar dari dia.” jawab Putri.


Angga tertawa mendengar jawaban Putri, “Gak usah di dengerin Put, dia itu cewek gila.” ucap Angga.


“Tuh 'kan Put, apa gue bilang, dia itu gila. G-I-L-A.” ucap Susan membuat Putri terkekeh dan berjalan masuk ke kelasnya.


Susan masih terdiam di tempat dengan Angga di sampingnya.


"Kok kamu jadi jutek gitu yang?" tanya Angga.


Susan tak merespon ucapan Angga. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan tajam.


"Kamu gak suka mainin cewek 'kan?"