
Malam ini malam minggu, dan Damar berjanji akan mengajak Putri jalan. Sudah hampir 15 menit Putri memilih baju yang pas untuk ia pakai, tapi sampai sekarang belum ada yang pas menurutnya. Dia sengaja bersiap-siap lebih awal, karena ia tak ingin membuat Damar menunggu lama.
'Karena menunggu itu sangat membosankan. Apalagi menunggu doi yang tak memberi kepastian'
Akhirnya setelah lama Putri memilih baju yang pas, ia putuskan untuk memakai dress biru laut yang tingginya selutut dan dipadukan dengan flat shoes dengan warna yang sepadan.
Laras juga membantu Putri untuk dandan, katanya agar Damar terpesona dan makin cinta dengan Putri. Laras memang mama terbaik untuk Putri. Karena Laras selalu tahu apa yang Putri butuhkan dan apa yang Putri inginkan.
Laras memang sudah tahu soal kedekatan Putri dan Damar semenjak Damar menjenguk Putri saat Putri sakit beberapa hari yang lalu. Laras sangat setuju kalau seandainya Putri pacaran dengan Damar. Menurutnya Damar berbeda dengan pria-pria lain. Dia baik, sopan, perhatian, nggak berandalan.
Bagi Laras, Damar adalah calon mantu idaman.
Tanpa Putri sadari, kini Damar sudah dateng dan ia sudah menunggu di ruang tamu di temani oleh Putra. Putra dan Damar memang sudah sangat akrab. Tak jarang mereka menghabiskan waktu bersama untuk bermain basket ataupun menonton bola bersama.
Setelah di rasa siap, Putri segera keluar dari kamar dan mulai menuruni tangga.
Jantungnya seakan berdebar kencang saat ia lihat sudah ada Damar yang sedang asik mengobrol dengan Putra di ruang tamu.
Damar menoleh ketika melihat Putri berjalan kearahnya. Malam ini Putri terlihat sangat cantik dari biasanya. Itulah yang membuat tatapan Damar tak henti-hentinya beralih kearah lain.
"Gue tau lo terpesona sama adek gue, tapi nggak usah segitunya juga kali ah." cibir Putra membuat Damar sadar.
"Put, lo cantik banget malam ini." puji Damar sontak membuat Putri blushing di buatnya.
Tanpa menunggu waktu lama, Damar akhirnya meminta izin kepada Laras jika ia akan mengajak Putri keluar untuk sekedar jalan-jalan. Tanpa bertele-tele Laraspun memberi izin.
"Lo jangan sampe macem-macem sama adek gue ya. kalau lo sampe macem-macem, lo berurusan sama gue." ancam Putra yang membuat Putri, Laras dan Damar terkekeh.
"Lo tenang aja kak, adek lo aman sama gue." balas Damar dengan gaya berwibawa, kemudian ber-tos ria dengan Putra.
Sebelum Damar melajukan mobilnya, ia memberikan sebuah kain hitam kepada Putri.
Putri mengerutkan keningnya, "Buat?" tanya Putri bingung, karena ia tak tahu akan ia apakan kain tersebut.
"Buat nutupin mata lo, sini gue pakein." Damar memakaikan kain tersebut untuk menutup mata Putri. Setelah mata Putri tertutup rapi, ia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Damarpun memutar sebuah lagu berjudul Akhirnya kumenemukanmu milik Naff. Lagu itupun mulai mengalun di telinga Putri dan Damar.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai meragu
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Putri tertegun mendengar setiap bait lagu tersebut, apakah lagu itu merupakan isi hati Damar? Entahlah, ia tak tahu.
Jantung Putri terus berdetak kencang saat lagu itu terus mengalun di telinganya. Kemudian ia mencoba menghela nafas dengan perlahan.
Damar yang melihat perubahan raut wajah Putri hanya bisa tersenyum dan kembali fokus mengemudi.
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai meragu
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
(Naff - Akhirnya Kumenemukanmu)
Setelah sampai di tempat yang di tuju, Damar membukakan pintu untuk Putri dan menuntun Putri untuk melangkah.
Berkali-kali Putri bertanya dimana keberadaan mereka sekarang, namun Damar tetap merahasiakannya.
Ia terus menuntun langkah Putri sampai disatu titik. Hingga akhirnya Damar mulai membuka penutup mata Putri.
Dan..