
Dan..
Jeng-jeng!!!
Air mata kebahagiaan seketika turun di wajah Putri saat ia melihat apa yang sudah Damar persiapkan untuknya. Damar sengaja menghias danau yang sering mereka kunjungi menjadi lebih cantik dan romantis.
Di sini ada lilin yang bertuliskan nama Putri, serta banyak foto-foto Putri yang Putri sendiripun tak tahu kapan Damar mengambil gambarnya. Di foto itu terlihat Putri sangat bahagia.
Putri menatap Damar dengan senyum berseri, "Gue nggak tahu harus ngomong apa, ini keren banget. Gue suka. Makasih kak," ucap Putri sambil membersihkan air mata bahagianya.
Damar menarik tangan Putri dan menggenggamnya, "Sama-sama Put, gue seneng kalau lo suka dengan semua ini." Putri mengangguk. "Mau ikut gue nggak?" ajak Damar.
Belum sempat Putri menjawab, Damar menarik tangan Putri menuju tepi danau.
"Gue tahu lo suka ini." ucap Damar kemudian mengambil air menggunakan tangannya lalu ia cipratkan kearah Putri.
Putri yang terkena cipratan air dari Damar merasa tak terima dan membalas perbuatan Damar. Mereka saling menyipratkan air satu sama lain hingga akhirnya Putri terpeleset jatuh hingga membuat baju Putri tambah basah.
Damar yang melihat Putri jatuh bukannnya menolong malah tertawa. Putri sangat kesal dengan Damar kemudian ia mengerucutkan bibirnya membuat Damar ingin mencubit pipinya, lalu Damar menariknya untuk bangun dan menuntunnya menuju bangku yang biasa mereka duduki.
Damar melepas jaket yang ia kenakan lalu ia pakaikan jaket tersebut ke tubuh Putri. Putri tersenyum tulus kearahnya dan ia balas dengan senyuman yang lebih tulus.
Putri merasa hangat dengan jaket yang Damar pakaikan untunya, kemudian ia senderkan kepalanya ke bahu Damar. Damar tersenyum dan menggenggam tangan Putri. Mereka berdua menatap langit yang kini dipenuhi dengan bintang.
"Coba lo liat dua bintang itu deh Put." perintah Damar sambil menunjuk bintang yang ia maksud.
Putri pun menatap bintang yang Damar maksud, "Terang banget ya kak dua bintang itu." ucap Putri tersenyum.
"Iya, kayanya mereka lagi bahagia. Lo mau tau nggak kenapa mereka bahagia?"
"Emang kenapa?" tanya Putri.
"Mereka bahagia karena bisa liat dua makhluk ciptaan tuhan yang lagi bahagia." jawab Damar.
Damar menghela nafas dan menatap Putri, "Malam ini dan detik ini, gue namain dua bintang itu dengan nama Damar dan Putri. Suatu saat kalau lo kangen sama gue dan nggak bisa ketemu gue, lo liatin bintang itu aja ya Put. Terus lo anggep kalau gue ada di samping lo." ucapnya sembari merangkul pundak Putri.
"Gue nggak akan kangen kok sama lo." ucap Putri membuat Damar mengernyit membuat Putri tertawa. "Kan lo selalu ada di samping gue." lanjut Putri membuat Damar tersenyum lalu mencubit kedua pipi Putri.
Damar menarik tubuh Putri ke pelukannya, "Gue sayang sama lo Put." ucap Damar yang membuat jantung Putri berdebar lebih kencang.
"Buat siapa pun tolongin gue, gue rasanya pengen pingsan. Mungkin bener yang di bilang Susan dulu. Setiap deket kak Damar rasanya pengen pingsan di pelukannya." umpat Putri dalam hati.
"Jadian yuk." lanjut Damar tiba-tiba membuat Putri benar-benar ingin pingsan sekarang juga. Ia tak bisa berkata-kata lagi.
"Kok lo diem Put, lo mau kan jadi pacar gue?" tanya Damar memastikan.
Putri tidak dapat menjawab pertanyaan Damar, ia hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
"Jadi lo mau jadi pacar gue?" tanya Damar begitu antusias.
Putri mengangguk membenarkan, "Iya, gue mau jadi pacar lo." jawabnya.
Damar yang mendengar jawaban Putri merasa senang, lalu ia memeluk tubuh Putri lebih erat. "Makasih Put, Makasih. Gue janji, gue bakal jaga hati lo baik-baik. Gue juga janji nggak bakal nyakitin dan menyia-nyiakan lo, lo terlalu berharga buat di sia-siain. Gue sayang sama lo Put!" ucapnya lalu mencium kening Putri.
Kemudian Damar menyuruh Putri untuk naik ke pugungnya. Putri menuruti permintaannya, lalu ia berlari sambil menggendong Putri.
"Gue sayang lo Put!" teriak Damar sambil terus berlari.
"Gue juga kak." balas Putri pelan sambil menitihkan air mata terharunya. Lalu ia memeluk punggung Damar begitu erat.
Gue memang gak romantis, tapi gue yakin gue bisa buat lo tersenyum setiap hari.