
hari demi hari sudah berlalu bulan pun semakin bertambah, saat ini keluarga besar keduanya tengah gusar menunggu di luar ruang persalinan ya , Selvia akan segera melahirkan anak pertama mereka , Abram yang sudah berada di samping istrinya tak kalah khawatir ketika istrinya merintih menahan sakit . semua keluarga sudah menyarankan Selvia operasi saja, tapi ia tetap kekeh untuk melahirkan secara normal .
dokter sudah memberikan instruksi , agar Selvia melakukan pernapasan teratur agar lebih mudah mengeluarkan si baby. yang masih bandel di dalam perutnya , Abram tak kalah paniknya ketika tangan nya di remas sangat kuat oleh Selvia , sudah cukup masa ngidam istrinya yang membuat dirinya pusing. malah sekarang, pada saat melahirkan bukan hanya pusing tapi sakit luar biasa .
dokter kembali menyuruh Selvia mendorong nafasnya dan Selvia kembali melakukan nya. tapi tidak ada tanda-tanda pembukaan. hingga Selvia menggeleng beberapa kali.
“pak Abram sebaiknya kita lakukan tindakan operasi saja ”
“baiklah ,ayo dokter kita lakukan”
“aku tidak mau”
nafas Selvia Sudah ngos-ngosan mengatur nafasnya . Abram dan dokter berpandangan betapa keras kepala wanita yang mau berojol ini .
“aaaaaaaaa”
Selvia tengah berteriak keras dan dokter yang terkejut melihat di bawah sudah nampak kepala babby hingga ,
setengah jam kemudian.....
“oek...oek.....oek.....”
keluarga yang menunggu di luar sudah merasa tenang mendengar tangisan baby Abram dan Selvia .
Abram menangis haru sambil mencium kening istrinya yang di penuhi keringat . ia Tersenyum melihat baby twin nya ,
Baby nya kembar tidak identik atau lebih jelasnya laki - laki dan perempuan .
selvia juga menangis haru melihat kedua baby nya yang masih sangat kecil .
nampak seluruh keluarga antusias dengan kelahiran cucu kembar mereka , dan si baby sudah di masukan ke dalam box bayi .
“cucu ,eyang ganteng dan cantik”
“cucu ku sangat manis ”
kedua orang tua Selvia begitu bahagia atas lahirnya cucu pertama mereka .
“siapa dulu jeng bibit nya ”
mami juga ikut nimbrung . dan Abram hanya tersenyum sambil mencium kening istrinya .
“mirip abram kan baby nya ”
“enggak”
jawab kempat orang tua yang tengah melihat penuh kasih sayang malaikat kecil yang hadir di tengah-tengah mereka.
Selvia hanya tertawa kecil melihat wajah sebal suaminya .
"selamat datang baby twin"
Abram bermonolog sendiri sambil tersenyum melihat semua orang yang tengah bahagia .
setelah selesai ia mengadzani kedua buah hatinya. kini ia beralih pada istrinya yang tak pernah berhenti memandangi wajahnya . hingga membuatnya salah tingkah di perhatikan seperti itu , sedang Selvia sesekali mengedipkan matanya genit menggoda sang suami.
“aku pengen makan kamu sebenarnya, tapi kan kamu baru saja melahirkan”
lantas Selvia mencubit perut suaminya yang sudah duduk di samping nya.
“iiih mommy nya si kembar jail ih nanti anak kita nangis kalau Daddy nya di giniin ”
“no”
“bunda dan ayah kan bagus”
“pokoknya gak boleh ”
Selvia merajuk dengan apa yang Abram katakan. ia hanya mendesah saja karena sudah hafal pasti istrinya ini ngambek , tapi tiba-tiba pintu ruangan Selvia di rawat terbuka dan nampak dua wanita cantik yang super gesrek itu cengengesan dan nyelonong masuk untuk melihat si baby karna keluarga mereka pulang dan akan segera kembali.
“hebat banget sih Vi, sekali lahiran ada dua , mana ganteng dan cantik lagi nanti kita besanan ya ”
Lina terkekeh di ikuti Ita .
“nggak boleh”
Abram yang menjawab nya .
“dasar cecunguk”
Lina mendelik dan kemudian pintu kembali terbuka nampak kedua sahabat Abram yang juga datang hanya sekedar melihat kelahiran si baby nya Abram .
“gila ,bro udah jadi bapak aje lu, mana ekor dua lagi”
“mau nambah ekor sembilan kagak”
Harman menambah ucapan dari beto
“sinting Lo , kenapa gak kasih kabar udah nyampe sih ?”
Abram berpelukan ala pria dewasa dengan sahabat nya .
“biasa lah bro, oo iya bro gila ini kayaknya beneran gila, cewek cantik bertebaran dimana-mana bahkan di kampus gue itu surgawi nya wanita seksi ”
harman sambil melirik ke arah dua wanita dewasa yang tengah menatap nanar saat percakapan mereka tadi .
“terus,terus”
nampak Abram sangat antusias dengan cerita harman . sedangkan wajah selvia sudah masam.
“ya seksi dan hot apalagi coba ”
nampak ipong tertawa terbahak .
“beruntung banget loe man, coba aja gue kuliah ke tempat loe kan lumayan cuci mata”
tawa pecah memenuhi ruangan Selvia hingga babby twin menangis.
“abram”
Selvia tengah melotot dan langsung keluar dengan kedua sahabatnya yang bobrok itu.
saat ia tengah susah menahan tawanya tampak, wajah Rara yang sudah lama tidak ia lihat , sudah lama Rara tidak datang lagi menemui nya bagai di telan bumi bahkan sejak kejadian Hadi yang meninggal. hanya itu terakhir melihat Rara , tentu ia mematung ketika gadis cantik itu berlari dan memeluk nya sambil berkata lirih .
“kak abam”
seketika air matanya jatuh mengenai kepala rara , semuanya terasa seperti mimpi bagaimana bisa Rara menyebut dirinya kak abam dan setaunya hanya Yasa yang tau tentang panggilan kesayangan nya itu .
TBC♥️♥️♥️♥️