
Selvia melamun dalam kamar sambil mencerna apa yang di katakan Hadi dan itu sungguh mengganggu pikiran nya sekarang , tiba tiba tiba Abram masuk ke dalam kamar sambil cengengesan seperti Abram yang dulu , tapi Selvia sama sekali tidak tertarik untuk melihat nya.
“aku udh punya bukti semuanya , yuk ikut aku”
“hem, seharusnya kamu jujur dari awal sama aku bram”
“jadi,kamu percaya kalau aku selingkuh”
“hem, seperti dugaan mu , sekarang aku sadar bahwa aku benar-benar benci sama kamu ,bahkan sangat”
“vi,aku kan masih ada kesempatan untuk membuktikan semuanya ”
“keluar Bram,sebelum aku benar-benar marah ”
Abram hanya diam mematung di tempatnya,dia tidak tau apa maksud yang di bicarakan Selvia tapi ia berusaha untuk menerima nya. Abram memutuskan untuk duduk di bawah rindangnya pohon mangga, sesekali ia menatap langit ,banyak yang ia keluh kesah kan tentang apa yang terjadi pada takdir nya , sakit yang parah, perselingkuhan , bahkan yang terakhir Abram tidak mengerti apa lagi kesalahan yang telah ia perbuat. air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi ia sudah merasa tidak ada harapan lagi sekarang, hanya tinggal menunggu istrinya akan pergi dari rumah yang penuh kenangan ini ,
flashback on
Selvia tengah menyiram tanaman bunga di depan rumah ,tiba tiba saja tangan genit itu memeluknya dari belakang .
“sepertinya ada yang mau mandi air nih”
“nggak lah , orang cuman gak sengaja aja”
“bohong” Selvia mengarahkan selang untuk menyiram Abram yang selalu mengganggu kegiatan paginya.
“dosa sama suami kayak gitu ”
“dosa ya , aku telpon Malaikat atid dulu aku bener dosa nggak”
“titip salam juga sama malaikat Izrail hahaah” Abram tertawa terbahak sambil menggelitik tubuh istri nya .
flashback off
Abram menggeleng beberapa kali ,dia tersadar ketika buk Sumi menepuk bahunya.
“ada apa mbok”
“aden kenapa di sini ,udah mau Maghrib den”
“nggak kok,buk oo iya masakin Abram sayur lodeh ya kayaknya Abram lagi pengen makan itu ”. dan di balas anggukan buk sum .
****
saat di meja makan hanya ada Abram sendiri tidak muncul istrinya untuk makan bersama seperti hari biasanya . kemudian ia berpikir.
" jadi begini rasanya makan sendirian tidak punya teman ,gimana via yang aku cuekin selama setengah bulan ,kamu sabar banget sih Vi sama kelakuan aku selama ini "
“buk, tolong panggil via ya”
buk Sumi pun menuju kamar Selvia .
“non,makan malam dulu den abram sudah menunggu”bok sum dengan sopan mengetuk pintu kamar Selvia .
Selvia membuka pintu kamarnya nampak matanya sembab mungkin karna sering menangis.
ia kemudian duduk di hadapan Abram tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya ,dan mulai menyendoki makanan nya sendiri .
Selvia begitu lahap makan sekarang dan tubuhnya nampak lebih berisi , melihat pemandangan itu Abram sudah kenyang . lihatlah betapa lucunya wajah cemberut yang tengah menikmati makanan nya .
“makan nya pelan-pelan ay, nggak ada yang ambil makanan kamu kok”
Selvia hanya diam tanpa menghiraukan ucapan Abram. yang penting dia kenyang dan kembali ke kamarnya .
“buk Sumi , bikinkan via omlet daging ya bawa ke kamar , oo iya jangan lupa buk jus alpukat nya ” . dan di angguki buk Sumi .
Selvia sudah selesai makan dan berjalan pelan menuju kamar nya .
“buk sum biar Abram yang masakin ,ibuk bikinkan aja via jusnya , Abram satu juga ya ”
akhirnya Abram yang mengambil alih untuk memasak untuk istri tercinta, bagaimana bisa istrinya makan melebihi dari biasanya , mungkin ia lagi butuh aja kali . Abram tidak mau berpikir macam-macam sekarang yang terpenting via senang .
Abram memutuskan untuk menonton tv, ia ingat kapan terakhir ia menonton waktu pagi itu . pagi di mana ia berniat untuk bolos makul nya dan Selvia sudah siap siaga membawa sapu untuk menghalaunya . mau tak mau ia pergi kuliah .
"kamu harus kuliah Abram,gimana kamu mau kasih aku nafkah "
“iya ampun iya aku kuliah sekarang ”
“den,den abram ” buk sum menepuk bahu nya , dengan segera Abram sadar ternyata dia hanya sedang bermimpi saja .
“kenapa tidur di sini, ke kamar aja den”. Abram mengucek matanya dan ia tersadar ternyata dia baru saja memejamkan matanya.
“iya ,buk saya ke kamar dulu”
*****
Rara sekarang sudah di dalam mobil Abram ,karna Abram sudah ada di depan rumah nya . dia kesal dengan sikap arogan dan pengancaman seperti Abram , kenapa langit begitu adil padanya ,memiliki paras tampan plus kaya lagi ,tapi sifatnya kini bertolak belakang dengan status itu.
“gak usah liatin aku terus , nanti malah suka lagi”
“ish,siapa juga yang suka sama kulkas 100 pintu kayak kamu”
“jiilah, siapa yang deg degan pas aku buka seat belt nya ” Rara yang kaget langsung mencubit perut Abram sontak saja Abram meringis kesakitan.
“nanti kalo tabrakan gimana ?”
“biar cepet mati kan kamu pengen mati”
“dulu ia, sekarang enggak”.
“mentang-mentang sekarang tes nya baik sombong ya anda”
“aku bersyukur Ra,tuhan masih kasih aku kesempatan walau beberapa bulan”
“moga selamanya, amiinnn” rara mengaminkan doanya di susul Abram . mereka telah sampai di pekarangan rumah minimalis itu .
“welcome to the my house”
“biasa aja Bram biasa aja ”
mereka masuk beriringan, saat Abram masuk dia bertemu buk Sumi dan menanyakan di mana saat ini istrinya .
“tadi non via keluar den”
“sama siapa ?”
“kurang tau den , mobilnya hitam orang nya nggak kelihatan”
“baiklah buk , yuk Ra sepertinya nanti malam baru kita ngomong sama Selvia ” dan di angguki Rara . tiba-tiba saja ada notif di ponsel Abram, memperlihatkan foto istri nya sedang duduk di sebuah cafe dengan seorang yang ia kenal ya saat ini Selvia nampak berpegangan tangan dengan Hadi bahkan ia memberikan alamat cafe tempat mereka sekarang , padahal foto itu ia ambil kemarin.
rara yang menyadari perubahan air muka Abram langsung membuka bicara.
“kenapa Bram ”
“pak Yosep,” Abram berteriak keras dan membuat Rara dan buk sum kaget .
pak Yosep lari tergopoh-gopoh saat di panggil abram.
“antar rara pulang ” .
“baik den”
“tapi Bram ”.
“aku ada urusan sebentar Ra ” berlalu keluar memacu kuda besinya menuju tempat Hadi dan Selvia bertemu .
TBC♥️♥️♥️♥️
HARAP BIJAK MEMBACA DI PART SELANJUTNYA 😟😟😟😟😟