
Abram tengah duduk manis di sebuah kursi di taman rumah sakit ,ia teringat tentang apa yang ia katakan pada roman tentang kebenaran bahwa ia merahasiakan penyakit nya dari Selvia maupun keluarga nya sendiri. awalnya roman kaget dengan apa yang di katakan Abram. tapi mau bagaimana lagi semua ini adalah permintaan nya jadi roman hanya menurut saja .
flashback on
“jika nanti suatu saat ada yang melihat ku tengah tidak berdaya aku hanya ingin melihat orang itu harus bahagia setelah kepergian ku ”
“aku tidak bisa membayangkan kalau aku pergi tapi tidak ada yang menjaga nya , aku berharap itu kamu” . saking seriusnya mendengar roman tidak sadar kalau abram menatap tajam dirinya.
“bukan istri ku , dasar bodoh”. roman menautkan alisnya, dengan apa yang abram katakan padanya .
“aku menyuruh mu menjaga Rara ,hanya Rara sedang Selvia sudah ada orang lain aku percaya kan ”
“maksud mu kamu sudah menemukan pengganti mu begitu?”
“lebih tepatnya begitu ”
“harusnya kau tidak mengatakan apa-apa padaku , karna aku juga punya seseorang yang istimewa”
“siapa ?”.
“ra...”
“aku tau” Abram langsung memotong ucapan roman . sedangkan ia hanya mengernyit heran sejak kapan Abram tau tentang Ratih, seorang wanita yang amat di sukai nya . jadi Abram mengambil asumsi bahwa yang di bicarakan roman adalah Rara.
flashback off
matanya berpendar melihat lihat sekitaran, tidak sengaja ia melihat Selvia tengah berjalan beriringan dengan Hadi. mereka juga menuju ke arah taman . dengan buru buru ia memakai masker nya agar wajahnya tidak terlihat oleh Selvia .
Selvia duduk tepat tidak jauh dari sisi nya . nampak ia tengah mengusap kandungan nya yang baru menginjak usia dua bulan tapi sudah nampak agak membesar karena mungkin bayi kembar jadi lebih terlihat benjolan nya. samar samar ia mendengar obrolan Hadi dan Selvia .
“makasih ya di , udah mau nemenin aku check up”
“gak apa apa kok Vi ,aku senang nemenin kamu”
“apa Abram sudah menandatangani surat perceraian kalian” Hadi kembali bersuara dan itu membuat hati Abram amat sakit.
“aku nggak tau, tapi yang pasti surat itu pasti sudah sampai padanya , dan juga pengadilan masih belum menerima gugatan ku, karna mengingat aku tengah mengandung anak abram” .
“sabar saja Vi, setelah bayi ini lahir kamu bisa kok , kembali menggugat Abram”. sial Abram tidak suka suasana seperti ini, apalagi ia berada tidak jauh dari dua manusia itu. ia segera bangkit dari duduknya tak sengaja ia tersandung dan tersungkur di depan Selvia dan Hadi. sontak saja mereka kaget begitu pun Abram. Hadi segera berdiri dan membantu Abram.
“kamu tidak apa-apa?” Hadi membantu Abram berdiri dan di angguki Abram. sedangkan Selvia tengah menatap tidak asing pria itu , Selvia mengenali manik mata hitam pekat itu, ya itu seperti manik mata Abram, tapi perawakan nya sangat jauh dari kata itu Abram. karna melihat orang tersebut kurus kering jadi agak sulit menentukan itu abram atau bukan. karna setau Selvia tubuh Abram gempal dan berisi. dulu Abram orang yang sangat amat di cintai nya itu , tapi sekarang rasa itu sedikit demi sedikit sudah terkikis dengan perlakuan Abram yang sudah sangat melewati batas nya.
saat ia sudah masuk ke dalam kamar nya , ia melihat seorang wanita tengah bersedekap dada menatap tajam arahnya.
“dari mana saja kamu , apa kamu tidak tau aku menunggu mu sudah lama” ya dialah Rara wanita yang sangat menyebalkan itu. Abram hanya memutar bola matanya malas .
“hey tuan bodoh yang arogan”
“iya ,sayah”
“jangan......”
“suuuuuutsssss iya aku cuman lagi cari angin , aku udah janji akan bangkit kembali demi kamu, puas aku akan berjuang untuk sembuh, tapi ingat jika aku gagal dan kalah dengan penyakit ini berarti Tuhan sudah selesai menguji ku , oke kan”
“aku akan membantu mu”
“stop , menghawatirkan aku seperti orang yang sekarat mulai sekarang, dan mari kita lanjutkan hari hari yang tidak akan bertahan lama ini. aku akan membuat sejuta kenangan manis dengan mu”
"lebih tepatnya aku akan mendekatkan mu dengan roman"
“benarkah....” mata Rara berkaca-kaca mendengar semangat hidup dari Abram , Abram hanya mengangguk setuju sambil tersenyum manis .
“aku akan menjadi Abram yang sangat gila sekarang , aku sudah menulisnya dalam jurnal yang sudah lama tidak pernah aku buka ” menyerahkan jurnal tersebut pada rara.
dengan senang hati Rara menerima pemberian Abram . karna jujur saja ia akan melihat cahaya matahari kembali pada Abram. yang ia kenal sebagai pria terkaku di seluruh Indonesia raya ini .
“kau yakin akan ke sini?”
“tentu saja aku ingin menikmati indahnya kota malam Jakarta di jembatan,kaki lima ,pengamen ,pengemis dan suara riuh ******* mereka ” Abram terbahak dengan ide konyol nya untuk malam ini .
“ayo pulang Ra ,aku sangat rindu dengan rumah ku” ia sudah menggandeng rara layaknya kedua sahabatnya yang saat ini menempuh pendidikan jauh dari Abram .
ia mengikuti saja apa kemauan manusia itu .
“kamu gak ganti baju dulu bram?”
“aku suka seperti ini ,biar keliatan keren , apa kamu liat tubuhku sudah sangat kurus kering begini , aku mau banyak makan malam ini ,kamu traktir” rara hanya berdesis dengan tingkah Abram yang berubah 190° ini .
TBC♥️♥️♥️♥️
Menurut, kalian apa Eneng bikin ya novel versi cinta diam² nya Rara terhadap dokter roman . kalo setuju langsung komen ya 🙏🙏🙏