
pagi ini ada yang berubah dari wajah bocil sableng ini , Selvia semalam sangat bahagia dengan kencan pertama mereka .
flashback on
“ini kencan pertama, kita ya, makanya mata kamu aku tutup ” Abram masih memegangi tangan istrinya.
“cepetan Bram gelap ”
“yap tuan putri ” dengan segera ia membuat penutup matanya .
“ini” sudah tidak bisa lagi menggambarkan betapa indahnya malam ini , bintang gemintang bertaburan indah , rembulan nampak tersenyum menyapa mereka berdua .
“indah bukan?” Abram memeluk Selvia dari belakang .
🎶🎶 you are so beautiful 🎶🎶
“kamu suka lagunya?”. Abram memberikan pertanyaan pada istri cantik nya itu .
Selvia mengangguk , sambil tersenyum dan Abram mulai menggerakkan tubuh istrinya sambil berdansa dengan pelan dan riang . malam ini adalah pelengkap dari semua yang ingin Abram sampaikan pada istrinya , walaupun gerakan dansa Abram masih kaku tapi via bisa mengimbangi nya dengan baik .
flashback off
“kamu kenapa?” Selvia baru keluar dari kamar mandi memperhatikan suami abg nya itu seperti melamun sambil tertawa.
“haluin kamu”
“ye...dasar , tapi menurut aku besok malam mau lagi deh ” duduk di samping Abram .
“jangan , jangan nanti aku bangkrut” sambil tertawa pelan dan wajah Selvia cemberut .
“iya, tapi kok cuman aku yang kasih hadiah sih ,kamu juga lah sayang” Abram mencium pipi istrinya.
“eeemmmm, ekhem ,aku kemarin udah ...”
“apa”
“nggak sabaran banget deh bocil” .
“aku ngambek” Abram mengalihkan
pandangannya.
“gak malu Ama umur, iya deh aku udah resign kemarin ,so sekarang aku jadi pengangguran”
“yang bener, wah....kata siapa kamu nganggur sih, kamu itu kerja buat aku , mana dapat pahala lagi ”
“apanya ?” .
“iya, aku kan mau kerja di kantor papa, nanti kamu yang pasangin dasi, masak sarapan , beresin rumah ,nyuci baju, piring . dan semua yang kotor kamu yang ngerjain”
“enak aja ,emang aku pembantu ”
“bukan sayang kamu istriku” Abram memegang pipi istrinya.
“pokoknya aku ,mau santai aja di rumah ”
“ih, kalo malam kamu kan kerja juga ”
“kerja apa sih Bram?”
“kerja di atas ranjang ,chuaks” ia langsung berlari ke kamar mandi.
****
saat ini mereka sarapan pagi dengan membahas hal-hal yang sedikit konyol , Abram selalu membahas anak , sedangkan Selvia membahas tentang cara membuat abram sadar.
“pokonya anak 12” .
“gantian , kamu 6 aku 6 ”
“oghey” sambil mengangkat tangan nya .
“kamu lupa sama perjanjian kita , kalau kamu ,akan mencoba membuat aku jatuh cinta , dalam 3 bulan ya kan”
“kamu gak perlu nantang aku, kan kamu emang udah cinta sama aku”
“siapa bilang”
“dari sikap mu kem” mulut Abram di tutup Selvia dengan tangannya , ia malu sekali sekarang.
“cie..”
“ih....Bram ”
“aku juga ada hadiah spesial buat kamu”
“apa?”
“ hari ini aku mau ajak kamu ke Bogor , ke vila ku di sana ”.
lihatlah betapa antusiasnya Selvia di ajak jalan-jalan.
“kamu gak kuliah emang ”
“enggak ,semua tugas udah selesai ,mungkin lusa aku baru masuk ”
“jadi kita nginep di sana nya? ” pertanyaan istrinya di angguki Abram .
***
saat ini mereka sudah berada di vila keluarga Abram yang terletak di pedesaan. perkebunan teh dan tanah yang masih asri di pandang oleh mata.
“kamu bawa tas ku sekalian ya ”
“aku pembantu apa?” Abram kesal tapi masih membawa barang istrinya ,karna selvia sedang berjalan menuju perkebunan .
“eh ,Aden Abram udah lama Dateng nya kenapa nggak kasih mamang kabar?” dia adalah seorang penjaga villa sekaligus kebun teh milik almarhum kakeknya.
“santai lah mang, oo iya Andik sama uis kemana ?”
“mereka lebih Sibuk sekarang ,mungkin karna sudah besar” mamang tertawa kecil.
“ya sudah kalau gitu ,kalo ada mereka suruh ke vila ya mang , eh ini juga titipan buat teteh Lisna ”
Abram memberikan paper bag pada mamang khodri .
“pasti istri nya mamang teh seneng ini”
“jangan cemas mang, ada juga kok di situ untuk mamang” lanjut Abram berlalu masuk ke dalam vila .
dimana mereka sekeluarga berlibur ke sini satu Minggu full. ia melangkahkan kakinya menuju kamar orang tua nya di sana.
sambil ia berjalan dan melihat ke arah balkon dan terlihat Selvia sedang bercengkrama dengan anak-anak yang tengah bermain di kebun . tawa itu seakan menunjukkan kebahagiaan tersendiri untuk istrinya.
“bangunan ini tetap kokoh, kamar,tata ruang . mamang khodri memang luar biasa dalam mengurus ini semua ” Abram kemudian memasukan beberapa pasang baju dan baju istrinya ke dalam almari .
“via!” dari balkon vila dan selvia menoleh ke arah Abram yang memanggil nya . dan ia hanya melambaikan tangan saja ke arah Abram . menyebalkan gerutu Abram pada respon istrinya .
****
“ehem ,boleh gabung gak ” ia langsung duduk di antara anak-anak.
“ih Abram ,kapan ke sini nya?”
“tadi terbang”
“uuuu,” anak-anak bersorak kecil mendengar jawaban Abram .
“hey, para bocah ” Abram melotot kan matanya , malah di tertawakan anak-anak, begitupun Selvia
“padahal dia juga masih bocah “ Selvia mencebik ke arah Abram .
anak-anak di sana semakin senang menertawakan Abram yang semakin cemberut, padahal dia sudah kelihatan sangat dewasa.
“ih Vi, yuk balik ke vila pengen sus ” Abram sengaja menggoda istrinya, sampai ia melihat telinga Selvia memerah karena malu dengan ucapan nya barusan .
“bram, ada anak-anak ya sudah semuanya kalian segera pulang ke rumah nya masing-masing ya, sekarang sudah sore ” lanjut Selvia supaya anak-anak tidak ada yang mencontoh apa yang Abram katakan.
“iya kak via, tapi kenapa kak via mau sama om Abram ?”
“padahal kan om Abram itu fackboy ”
“pasti om Abram suka cari wanita wanita cantik ya ?”
“yang satu aja belom jebol cil, masa mau nambah satu cewek lagi , tapi boleh juga ” Abram menaik turun kan alisnya menggoda Selvia .
pertanyaan ketiga bocah itu sebenarnya membuat Abram kesal juga, kenapa kecil-kecil udah tau hal hal begituan , memang nya orang tua mereka tidak mendidik anak-anak nya apa ?
“soalnya bapak nya Anton bawa cewek cantik lagi kemarin ” pertanyaan polos itu mengundang tawa anak-anak yang menertawakan Anton yang memang bapaknya itu berpoligami.
“udah udah, mending kalian pulang ke rumah masing-masing nanti keburu gelap ” lanjut Selvia dan anak-anak pun mulai pergi .
“kebiasaan ngomong tanpa filter ” dan melepaskan cubitan nya dari Abram .
“ya Allah vi, ini sampe biru” Abram menunjukkan perutnya yang sedikit memerah dan membiru sedikit karna cubitan istrinya .
Selvia hanya tertawa dan berlari kecil meninggalkan suaminya menuju vila ,karna Susana sudah hampir gelap .
♥️♥️♥️
“gimana makan malam nya enak?”.
“enak kok bram”
“yang masak itu teteh Lisna, istri dari mamang khodri orang yang telah menjaga vila ini sama perkebunan” . dan di angguki Selvia .
“aku, keinget pas waktu liburan sama keluarga , seru banget pokoknya” .
“sekarang sama aku nggak seru” tetap mengunyah tanpa henti .
“sama kamu jauh lebih seru, apalagi tadi aku liat kamu akrab banget sama anak-anak, jadi pengen punya anak sendiri, wah lucunya ”
“fighting”
“maksud kamu ngomong kayak gitu apa vi?”
“bukan apa apa sih” selesai dengan makanan nya .
”cepet banget kamu makan vi” .
“kamu nya aja yang ngomong terus kayak emak emak beli cabe”
“rakus” .
“tapi cantik kan” ia mengedipkan mata genitnya ke Abram.
aduh kenapa juga sih istrinya ini sangat nakal kan bisa membangunkan miliknya, mana lagi istrinya menggunakan kemeja putih oversize di tambah hotpants ketat dan memperlihatkan bentuk tubuh bawah dan atasnya, uh sangat seksi .
selesai dengan acara makan-makan nya Abram dan Selvia naik ke kamar
mereka di vila .
tapi tiba-tiba saja Selvia merasakan dingin luar biasa karna semakin malam suasana semakin dingin . di tambah sekarang malah turun hujan. karna serasa tubuhnya semakin dingin ia semakin bergerak gerak di dalam selimut, dan tentu saja abram merasa tertekan sekarang! mana sesekali bagian tubuh Selvia menyentuh miliknya yang memang sudah menegang dari saat mereka di meja makan .
“abram aku dingin”
“sini ku peluk” Abram memeluk Selvia erat .
“dingin banget” semakin menyenderkan kepalanya dalam dada bidang suaminya .
“vi, aku yang bisa gila sekarang”
“kenapa ?”
“itu” Abram melihat ke bawah dan wajah Selvia seketika memerah menahan malu .
“vi, sekali saja ya, aku udah nggak kuat ” Abram bicara dengan suara berat menahan nafsu nya .
“tapi .. Bram aku”
“ini menyakitkan, aku ke kamar mandi dulu ” sudah hampir duduk tapi dengan segera Selvia menahan tubuh tegap itu .
karna seperti mendapat angin segar Abram segera mencium pipi,bibir dan leher istrinya perlahan , semakin pelan dan semakin menghanyutkan suara ******* Selvia tertahan dengan perlakuan Abram .
lihat lah Abram melakukan foreplay yang bagus sekali membuat lawan lemah dan terbawa dalam suasana nikmat duniawi . Selvia di buat semakin gila oleh tingkah Abram yang melakukan semua itu .
TBC♥️♥️♥️
**cie..... di gantungin wkwkwkwk
like
comment
vote
IG : wiridie.s**