
malam ini langit begitu indah menghiasi bumi Bali, tapi berbeda dengan seorang wanita yang sedang melamun di sebuah restoran seafood yang sendirian sambil melamun. ia kira Abram akan menelpon nya beribu ribu kali tapi nyatanya hanya dua panggilan di notif nya , mana yang katanya lalu laki-laki udah khawatir pasti banyak panggilan untuk orang yang dia cinta tapi Abram hanya dua panggilan saja , dasar brengsek
, Selvia tak hentinya mengumpat suami yang mungkin sedang senang senang sekarang . tapi tak lama kemudian Selvia di kejutkan oleh kemunculan orang yang tidak begitu asing di pintu masuk ,ya itu Abram bersama Rara sedang berjalan beriringan masuk ke restoran. sungguh Abram tidak menyadari bahwa dirinya sedang di tatap oleh mata elang yang siap memangsa buruan nya .
“eh, loe tau gak tadi orang yang pas di samping kita gilak,ciuman di tempat umum” rara membuka obrolan mereka.
“biasa” .
merek hanya tertawa kecil mengingat kejadian tadi sore saat Rara menikmati sunset .
sungguh Selvia sudah tidak tahan lagi dengan langkah cepat ia mendekati table sepasang manusia yang sedang bicara sambil sesekali saling lempar senyum. saat Abram ingin bicara tiba tiba mulutnya seakan terkunci dan matanya terbelalak kaget melihat siapa yang ada di belakang Rara.
“kenapa Bram?” dengan reflek Rara melihat kebelakang dan tampak lah seorang wanita yang cantik sedang bersedekap dada yang mana menampilkan wajah sebalnya melihat ke arah abram.
“silahkan di lanjutkan, boleh gabung kan” langsung duduk begitu saja. Abram tersenyum getir bagaimana mungkin istrinya sampai menyusul nya kemari.
“silahkan mbak” Rara dengan ramah
"cih...bahkan Abram bum mengatakan kalau dia sudah punya istri"
“iya ” tapi matanya langsung menatap tajam Abram yang seperti nya sudah mulai pucat .
“ra ,kenalin dia...”
“guru SMA abram”.
"mampus aku" Abram sudah bermonolog dengan hatinya.
“ooo,iya buk saya Rara teman kampusnya ” .
“jangan panggil buk dong Ra ,panggil aja kakak ,kan enak dengernya ”
masa bodoh lah sekarang yang terpenting Abram sedikit bisa menyenangkan hati istrinya yang terlihat kesal itu.
“silahkan di lanjutkan pesanannya ”
“iya kak” . giliran Rara yang menjawab
saat di tengah tengah mereka menunggu pesanan datang tiba-tiba seorang laki-laki yang sama saat Selvia bertemu dengannya .
“selvia,boleh gabung?”
Selvia mengangguk saja , sedangkan Rara merasa canggung sekali , karna mungkin situasi saat ini membuat abram tidak nyaman lihatlah wajah yang putih itu berubah menjadi memerah .
“eeeem, kak kami permisi dulu ya ,kayak nya kita harus kembali ke penginapan ”
“loe duluan aja Ra, tar gue susulin ”
“tapi”
“gue gak masalah, kita makan tunggu di sini kita makan malam sampai selesai ”nada bicara sudah berubah sangat datar .
Rara menurut saja apa yang di katakan Abram.
“apaan sih, Rom gak usah ngomong gitu ” Selvia mendelik ke arah pria yang menyebalkan itu.
“becanda via”
dan di susul tawa oleh Abram yang tiba-tiba ,wali terdengar kaku dan amarah ia masih bisa mengontrol keadaan sekarang .
semua mata tertuju padanya .
“calm down bro”
“kalian pasti anak kuliahan ya?” pertanyaan roman beralih pada dua remaja ini. dan di angguki Rara .
“ooo, iya kak aku Rara, dan dia temen aku Abram ”
“kalian sudah pesan? , but anyway aku akan traktir kalian makan sepuasnya malam ini ” . Rara bertepuk kecil kegirangan kapan lagi coba makan gratis.
kalau Abram yang mentraktir dia pasti mengungkit nya sepanjang waktu, dasar perhitungan .
“senang sekali ya” lanjut roman .
“iya lah kak ,kalo Abram yang traktir, dia pasti itu terus yang dia omongin aku aja capek denger dia bilang ,aku yang bayarin loh tadi , itu Mulu yang dia ulang”. sedangkan Abram masih saja diam,
sedangkan Selvia tersentak dengan apa yang di katakan Rara.
“masih ABG wajar lah ,ya kan vi” roman tiba tiba memegang tangan Selvia.
“jangan sentuh, tangan nya ” mata Abram semakin tajam .
“memangnya ada masalah Bram ?” roman bertanya tanpa berdosa, lihat wajah Abram yang sudah menakutkan membuat selvia sedikit bergidik ngeri .
“ku bilang jangan sentuh”
“kenapa?”
suasana makan mereka menjadi tegang seketika Abram sudah membuka mulut nya untuk bicara .
“dia adalah......”
TBC♥️♥️♥️
ekiiewweweww
penisirin aku jadi penisirin
akan up besok ya ....
stay in the story guys🤣🤣🤣
IG : wiridie.s