My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Butuh ketenangan



Abram memacu motor nya menuju kampus untuk menemui Rara. saat ia sudah sampai ia mencari rara di kelas dan tampak lah ia dikerubungi banyak orang , saat itu kemarahan Abram semakin berlipat .


“apa yang kalian lihat” ia berteriak dan semua menoleh ke arah nya dan Rara juga melihat Abram yang dengan lantang berteriak .


“eh, Abram kita cuman lagi liatin wanita murahan ini kok”


“tidak tau malu” Abram mendengus mendorong kerumunan nan yang mengerubungi Rara . dengan cepat ia menarik Rara dari Kungkungan manusia bangsat itu.


“kamu mau bawa aku ke mana bram” Rara berjalan terseok-seok karna tangan nya di tarik paksa oleh Abram .


“pergi”


“bram lepas” ia mencoba berontak tapi cengkraman tangan Abram semakin kuat .


“naik” melepaskan cengkraman nya .


“kemana” .


“pulang ,kemasi barang mu kita ke Bali sekarang”


“wtf”


“cepat naik” .


“iya ”


Abram melajukan motornya menuju alamat rumah Rara .


di saat perjalanan menuju rumah Rara tak ada percakapan keduanya tapi kemudian Rara membicarakan tentang tugas mereka.


“tugas kita kemarin ,kurang afdol” .


“hem” .


“di balikin sama dosen” .


“terus”


“di suruh meriset ulang, dan aku minta waktu tiga hari dan ia mau”


“bali” .


“kamu gila apa”


“iya”


mereka sudah sampai di rumah sederhana tempat tinggal Rara yang hanya memiliki satu pintu depan dan belakang. rumah itu membuat abram berhenti sejenak melihat Rara yang akan segera masuk .


“kamu jijik ya Saman rumah aku” kenapa juga pertanyaan itu Rara lontarkan padanya .


“sangat, itu rumah kambing”.


“sombong, mentang mentang anak sultan” rara membuka pintunya kasar.dengan cepat Abram turun dan ikut masuk ke rumah Rara.


“kenapa kamu masuk, katanya kandang kambing” .


“aku bukan manusia sombong seperti yang otak licik mu itu pikirkan , dasar wanita dua”


“maksud mu apa?”


“muka dua” . Rara hanya mencebik saja apa yang di ucapkan Manusia menyebalkan versi nya itu .


“aku gak akan ikut ke bali” duduk di ruang tamu yang menyatu dengan dapur .


.“kenapa?”


“nenek gak ada yang jaga” di lihatnya wanita tua renta itu tengah tidur lelap .


“aku telpon seseorang dulu, kamu tenang aja tentang semuanya ”


~drt... panggilan tersambung di sana .


"halo er, loe cari baby sitter yang bisa jaga orang tua untuk tiga hari "


"......."


"gak ada bantahan, jam 10 pagi harus ada, alamat nanti gue kirim lewat WA " .


"......,......."


"bonus gede" .


"okhey"


~tut...tut...


“semuanya udah beres ,kamu tinggal packing nanti jam , setengah sebelas aku jemput , aku udah pesan tiket pesawat tadi , nanti berangkat nya setengah satu siang ”


“terserah”


Abram keluar dari rumah Rara tanpa pamit pulang, dasar manusia gak ada akhlak rara mengumpat nya . tapi hari ini Rara seperti mendapat angin segar, bali adalah pulau yang sangat ingin ia kunjungi dari waktu kecil tapi apalah daya .


🌹🌹🌹


Abram sudah sampai di rumah sekarang sekarang gantian buk Sumi yang bingung kenapa tuan mudanya pulang begitu cepat bukan nya katanya sampai malam ya .


“buk, via udah sarapan?” .


“tadi pas ibuk kasih sarapan non via kaget den, katanya ia nggak suka menu yang Aden suruh tadi ,tapi ia akan makan kok den”


“ya sudah buk, lanjutkan kerjanya Abram mau ke atas dulu”


Abram segera berlari pelan menuju kamar tanpa mengetuk pintu ia melihat Selvia yang sedang memandangi sarapan yang tak ia sentuh sedikit pun.


“kenapa gak di makan”


“aku gak suka , roti bakar setengah gosong, apa ini spaghetti seafood aku juga gak suka, sama ini teh hijau ,aku juga gak suka ,yang aku suka cuman orange jus tapi nggak harus kental ”


“makanya kalo bangun gak usah kesiangan”


“maksud kamu apa”


“kalo kamu kesiangan lagi ya jadi gini , lagian semua makanan itu kesukaan aku”


“aku kesiangan juga karna kamu” bersedekap dada cemberut.


“akh, terserah lah ,aku mau pergi sekarang ” Abram sudah membuka almari dan mulai memilih


beberapa baju untuk di bawa ke Bali dengan Rara.


“ada tugas kampus jadi aku mau pergi ke bali” .


“maksud kamu pergi sendiri gak ngajak aku”


“vi stop jangan mulai aku capek”


“kamu bener pergi sendiri”


“iya ,puas sekarang” .


“kenapa kamu kayak gini sih, berubah banget” .


“aku masih sama ,kamu makan sarapan kamu ,aku berangkat setengah sebelas untuk ke bandara ”


“aku anter”


“nggak usah, kamu harus banyak istirahat, kan kamu lagi capek” mencium kening istrinya .


“tapi....” Abram dengan menyodorkan telunjuknya ke bibir sang istri agar berhenti nyerocos.


“aku gak akan macam macam” .


“bukan itu”


“apa?”


“celana mu, resleting nya gak ketutup dengan bener” Selvia memalingkan wajahnya malu, sedangkan Abram lebih malu lagi . pantas tadi para wanita memandang lapar ke arahnya .


“kamu ini”


“mau aku bantuin” Abram mengangguk saja dan akhirnya istrinya yang mengerjakan semua keperluan nya dan ia segera mandi untuk menjemput partner nya .


“kamu jangan telat makan ya vi”


“kamu juga” .


“i love you” Abram mengecup kening istrinya dengan dalam .


“hem”


saat ini Abram sudah naik taksi di depan rumahnya, karna tidak memungkinkan untuk ia di antar istrinya kalau Samali via tau dia pergi dengan seorang wanita bisa habis riwayat nya.


rumah Rara. ...


“udah siap Ra?”


“udah semua ”


“wey, titip ingat bonus” dan di angguki orang suruhan nya .


Abram dan rara sudah masuk ke dalam taksi menuju bandara .


“kamu suka bali”


“banget”


“jangan malu maluin kalau ketemu bule”


“emang aku sekatrok itu apa”


Abram tersenyum samar , ternyata kemiripan ketus dan menjengkelkan sifat Rara sama dengan istrinya..


mereka sekarang berada di bandara karna pesawat mereka akan take of 5 menit lagi .


“aku nervous bram”


“kenapa”


“aku baru pertama naik pesawat”


“huh, dasar” .


“aku takut abram”


“tenang aja ,ok santai dan rileks paling kalo jatuh matinya juga di bawah”


“gak usah ngomong sembarangan kamu”


“iya, yuk bentar lagi take of ”


mereka berdua berjalan beriringan di garbarata bandara untuk naik ke pesawat. saat ini mereka telah masuk ke dalam dan mereka duduk berdampingan Rara berada di samping jendela pesawat sedang Abram di samping nya .


wajah Rara tiba-tiba pucat , melihat kondisi Rara dengan cepat Abram menggenggam tangan gemetar gadis itu .


“tenang ,ada aku”


dan Rara hanya mengangguk pasrah . dan saat ini burung besi itu terbang setelah menempuh waktu hampir 3 jam mereka sampai di bandara I NGURAH RAI Bali, Denpasar .


mereka sudah keluar dan benar saja wajah Rara sudah kembali normal , saat perjalanan ke sini di dalam pesawat tak henti hentinya Abram menertawakan reaksi Rara saat take of dan lending nya pesawat sangat lucu pikirnya.


Abram sudah berada di hotel tempat mereka menginap dan kamarnya berdampingan dengan Rara , malam ini Abram akan mengajak Rara berjalan-jalan sebentar sambil menikmati surganya para turis asing .


“heh, lihatlah betapa lucunya wajah wanita berisik itu ”


ia berbaring di ranjang nya dan kemudian ia teringat tentang untuk menelpon istrinya di sana dengan segera ia merogoh sakunya dan ia menelpon istrinya.


mereka mengobrol hanya sekitar 20 menit karna istrinya ada janji dengan sahabat nya untuk mendatangi sebuah pesta dan ia berencana untuk belanja.


“aku sangat mencintai mu via” sambil mencium wallpaper ponsel nya yang menggunakan foto tersenyum manis istrinya .


“ooo,iya aku lupa apa si gadis berisik itu belum sadar aku membaca sedikit diary nya ” Abram terkekeh geli dengan kelakuan nya yang membaca privasi orang lain . ya ia tau bahwa Rara sangat ingin pergi ke Bali , dan Abram mencoba mewujudkan nya.


"hallo, lakukan apa yang aku perintahkan tadi "


"......."


"semuanya harus baik" .


".......,......"


"aku tidak menerim alasan klasik" .


Abram mematikan sambungan telepon ya saat menyadari ada yang mengetuk pintu kamar hotelnya.


**TBC♥️♥️♥️


MAAF JIKHA THYPO BHERTEBHARAN DHIMANA MHANA 🤣🤣🤣🤣🤣**