
stelah selesai menulis dan menganalisis ulang laporan tugas nya , Abram dan Rara memutuskan untuk pulang ke hotel.
saat di perjalanan Abram sama sekali tidak membuka bicaranya begitu pula Rara yang masih sibuk dengan gawai nya .
saat taksi yang mereka tumpangi mengambil jalan melewati sekolah menengah atas tiba-tiba Abram teringat kembali bagaimana, dia menjadi seorang laki-laki yang berhasil menangkap momen konyol dan langka yang di lakukannya pada Selvia.
flashback on
saat bel istirahat berbunyi semua pelajar berhamburan keluar , dan pas sekali Selvia mengajar MIPA dan bisa di pastikan Selvia melintas di depan kelas nya, Abram sudah menunggu di depan pintu , terdengar ketukan suara heals menuju ke arah nya sedikit ia mengintip di balik pintu kelas.
senyum itu mengembang seketika Selvia berjalan dengan anggun nya menapaki setiap jalan tanpa ia sadari Abram juga menyamakan langkah mereka kalau secara harfiah mereka seperti beriringan , bedanya Selvia di luar Abram di dalam kelas , mata Abram tak hentinya memandang wanita pujaan nya itu . saat Selvia sudah melewati kelasnya brugh ...Abram malah menabrak dinding di kelas.
kedua sahabat dakjal nya tertawa terbahak melihat Abram .
saat jam pelajaran di mulai Abram tak hentinya memandang wanita sempurna itu sedang menerangkan pelajaran tapi lihatlah mata nakal Abram mengedip ngedip genit ke arah Selvia.
saat tau seperti ada yang memperhatikan nya Selvia segera melihat ke arah Abram dan benar si bocil itu tersenyum cengengesan di kursinya .
“abrama , apa mata kamu kelilipan?” semua teman sekelas nya melihat ke arah nya .
“eh...enggak kok buk”
“maju ke depan, dari tadi saya perhatikan kamu tidak fokus ya pada pembelajaran ” . Abram segera maju ke depan .
“coba terangkan ulang ala yang saya jelaskan tadi ”
“apanya buk”
“rangkuman buku terkenal yang di tulis oleh Buya Hamka dan di film kan tahun 2013”
“ooo, yang filmnya menceritakan anak nya yang hilang ya buk” Abram malah menjawab ngelantur sekali .
siswa yang lain malah tertawa mendengar apa yang Abram katakan. wajah Abram tetap datar tapi mampu menghipnotis para siswi kelasnya , semua siswi malah terang-terangan memberi kan jawaban pada Abram dengan mengedipkan matanya.
“siapa yang membantunya saya akan skorsing dari jam pelajaran saya selama seminggu” . semuanya terdiam tidak ada lagi yang bersuara .
walaupun Selvia wajahnya tidak seseram guru yang lain tapi ia cukup tegas dalam memerintah ,makanya ia juga di segani di sekolah .
“makanya kalo guru lagi jelasin kamu hargai”
Selvia mengambil mistarnya dan memukul kan dua kali pada tangan Abram yang lain meringis melihat bunyi pukulan itu, sedang Abram hanya diam saja , aneh bukan kalau Abram merasa enak di pukul dengan kuat begitu .
“makasih buk, pengen di hukum lagi”
“berdiri dengan kaki satu di luar pintu ”
Abram dengan segera menuju luar kelas. tapi ia malah tersenyum melihat arah gurunya . aneh bukan , bukan nya kapok malah semakin senang dia membuat wajah kesal itu . ya alasan Abram awal mula menyukai Selvia adalah karna wajah kesal nya yang terlihat sangat cantik,imut dan menggemaskan.
flashback off
“bram,abram” Rara menyadarkan Abr dari lamunannya.
“kenapa?”
“udah sampe'”
“oo iya , yuk turun”
dan lihat lah Abram yang malah meninggalkan Rara , sungguh menyebalkan pria itu , melamun tiba tiba dan senyum senyum sendiri nggak jelas saja , dan akhirnya ia menyusul Abram masuk ke dalam hotel .
“mau ke mana Bram?”tanya Rara .
“via gak ada di kamar aku ,aku mau cek di lobby dulu”
******
“mbak tamu atas nama Selvia, apa sudah check out?”
“saya periksa sebentar ya kak”, resepsionis mulai mencari daftar tamu yang bernama Selvia .
“gimana mbak?”
“atas nama Selvia sudah check out 1 jam yang lalu kak ”
bak di sambar petir di siang bolong tubuh Abram seakan melemas mendengar Selvia sudah keluar dari hotel .
“kalau pak roman ?”
“pak roman juga sudah check pak ”
Abram semakin frustasi karna Selvia pergi begitu saja , tak berapa lama ia melihat ada notif pesan dari orang yang ia khawatir kan sekarang .
"Bram aku pulang sekarang, pesawat aku udah take of, semoga perjalanan kamu besok lancar"
Abram segera menelpon Nomor itu tapi tak kunjung di angkat bahkan sudah beberapa kali ia menghubungi istrinya dan Sekarang sudah panggilan ke sepuluh ponsel Selvia sudah tidak aktif .
“ah ,sial...” Abram mengacak rambut nya frustasi.
kenapa sampai sejauh ini kemarahan istrinya kemudian ia berlari menuju lift pikiran Abram kalut, dia juga akan pulang hari ini .
“rara ” Abram mengetuk pintu kamar Rara dengan keras, Rara pun sudah membuka pintu nya dan melihat wajah panik Abram .
“ra kita harus pulang hari ini ”
“kenapa emang?”
“via pulang aku takut dia balik ke rumah orang tua nya”
“tuh kan ,apa gue bilang gak usah main tarik ulur Bram ”
“ayo cepat kemasi barang mu , aku check tiket pesawat dulu” .
Rara pun segera masuk kembali untuk mengemasi barang-barang nya .
saat ini ia tengah mengecek jadwal penerbangan Bali - Jakarta , Abram berjalan dengan lesu, ketika melihat jadwal penerbangan nya menuju Jakarta adalah besok pagi .
“abram jadi nggak” Rara mengetuk pintu kamar nya.
“besok pagi Ra,” Abram lesu membuka pintu kamarnya .
“ya udah, kamu tenangin diri kamu dulu, kalo udah ngerasa tenang baru kamu telfon lagi kak via , dan inget positif thinking ok” sambil mengedipkan mata genitnya ke Abram .
Abram kembali masuk dengan lesu menuju kamar nya . hanya kekosongan yang ia lihat tak ada bekas percintaan semalam yang mengharu biru ,hanya kekosongan .
**TBC♥️♥️♥️
😆😆😆😆 rasain lu Bram ,makanya kagak usah bilang Eneng glandangan terminal 🤣🤣🤣🤣**