My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
pertandingan terakhir



malam ini Abram memutuskan pulang menemui istrinya sambil membawa rawon buatan Rara, lihatlah wajah yang pucat tadi kini berubah berbinar sekarang , walaupun tadi ia beradu argument dengan rara.tapi tak melunturkan niatnya untuk pertandingan besok . besok Abram akan kembali ke dalam ring setelah sekian lama vakum.


_____


“abram kamu baik kan?” rara yang melihat Abram sudah bangun dari istirahat nya sejenak .


wajah Abram hanya datar tak tersentuh ,jika Abram sudah di mode seperti ini tidak ada yang main main yang akan ia katakan .


di tatap nya wajah cemas teman wanita nya ini, ia menghembuskan nafas beratnya kemudian ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi , ia mengatakan semuanya pada rara tapi kenapa malah menyembunyikan nya dari Keluarga bahkan istrinya. di situlah rara tidak paham maksud dari pemikiran Abram yang di nilainya sangat bodoh .


“kenapa kamu menyembunyikannya dari semua orang ,Bram kenapa ? ”


“aku tidak butuh simpati dari siapapun mengingat aku yang sudah sekarat ini”


“kenapa aku yang kamu pilih untuk bersimpati pada mu”kata kata itu keluar saja dari mulut cerewet Rara.


“karna kamu banyak utang sama aku, apalagi utang Budi beuh.....banyak pokok nya ”


“masih santai aja ya wajah kamu ,apa kamu pikir penyakit ini lelucon apa?”


“ya iya lah, ini cuman skenario tuhan yang menertawakan aku yang lemah ini, akan lebih baik mati di arena tinju daripada mati di rumah sakit, biar estetik”


“sinting emang”


“nonton ya, besok aku tanding”


“maksud lu?”


“MMA,besok dan mungkin juga pertandingan terakhir ku di arena ” lanjut Abram sudah berdiri untuk segera pulang .


“rawon mu” Rara menyerahkan rawon yang sudah dimasukkan kedalam kotak bekal .


“anggap ini cicilan sarapan pagi yang aku kasih waktu itu” Abram mulai berjalan menuju pintu keluar.


Rara hanya mengantar nya sebatas pintu dan sebenarnya ia sangat khawatir dengan keadaan Abram saat ini.


_____


Abram lenggang masuk ke dalam rumah di lihatnya meja makan sepi tidak ada penghuni , kemudian ia melihat buk Sumi sedang membuat sesuatu.


“bik via nya ke mana?”


“non via dari tadi pagi nggak keluar kamar , katanya sih males gerak, lagi bikinkan non via salad buah,”


“dia udah makan belum?” .


buk sum menggeleng.


“buk sum siapin makanannya ya ,ini ada rawon Abram tunggu di meja makan”


dan buk sum mengambil alih kotak bekal yang di berikan Rara tadi yang berisikan rawon .


beberapa saat kemudian makanan itu sudah tersaji dan tak lupa ada salad buah di dalam nampan , Abram mengambil alih semuanya dan berjalan pelan membawa ke dalam kamar sang istri .


“malam cantik” Abram sudah masuk ke dalam kamar, Selvia memalingkan wajahnya dari tatapan suami nya.


“jan ngambek dong” Abram duduk sambil meletakkan nampan di nakas .


“kamu kemana aja sih Bram,kamu kan tau aku gak suka di tinggal pergi” lihat lah betapa imutnya mulut cemberut istrinya bagi Abram.


“aku sedang berjuang membuat ini” menunjukan mangkok berisi rawon.


mata Selvia berbinar melihat masakan yang di bawa Abram, dan perutnya tiba tiba berbunyi . Langsung saja Abram tertawa terbahak sambil mengusap matanya yang berair. ketahuilah Abram bukan tertawa senang karena mendengar suara perut istrinya, sebenarnya dia benar benar menangis, apakah ia akan bisa menikmati momen ini lagi .


“iiih jangan ketawa ,mana sampe' kayak nangis lagi” Selvia cemberut . Abram gemas dan ia mencubit pelan hidung Selvia.


“iya ,bercanda makan dulu ya ,tadi aku udah makan sama rara” .


deg ... jantung Selvia seakan berhenti berdetak, lancang sekali Abram menikmati makan malam dengan wanita lain , dengan cepat Selvia mendorong nampan makanan itu sampai jatuh ke bawah dan berhamburan di lantai , Abram yang kaget dengan reaksi istrinya hanya bisa diam. ia tau jika saat ini Selvia tengah kesal padanya.


“aku udah gak nafsu makan” matanya sudah memerah menahan tangis .


di sana ia meneteskan air matanya yang selama ini ia tahan ,ia hanya bisa melihat pantulan mengenaskan dari seseorang yang mungkin besok akan mati di arena tinju, atau akan benar-benar mati di rumah sakit, karena tidak kuat menahan sakitnya.


“tuhan,ambil nyawaku besok, aku tidak mau mati dalam keadaan sakit ,ku mohon ” Abram sudah bersimpuh duduk dengan keputusasaan nya .


******


pagi ini mereka lewati dengan tidak adanya obrolan ringan seperti pagi yang lalu , di mana yang paling sering mengganggu adalah Abram kini meja itu sunyi , sangat sunyi hanya suara sendok dan garpu yang berdenting.


“ay...aku pulang nya mungkin agak telat, tidak usah menunggu” Abram sudah selesai dengan sarapan nya .


Selvia tidak menggubris sebenarnya ia mendengar tapi malas untuk bersuara.


“tidur jangan terlalu larut ,nanti kamu sakit,aku pergi” berlalu tanpa gombalan tanpa kejahilan nya seperti kemarin , semua membuat Selvia bingung dengan sikap nya sekarang. saat ia akan berdiri tiba tiba saja kepalanya pusing. belakangan ini ia sering mengalami nya bahkan ia sampai muntah-muntah.


****


Abram sekarang sedang menunggu seseorang di arena . dia masih menunggu seseorang , hingga akhirnya ia melihat Rara datang.


ia berlari sambil ngos-ngosan menghampiri teman nya itu . di tambah banyak sekali orang yang berbondong-bondong untuk menonton pertandingan siang ini .


semua mata memandang dua orang laki-laki berbeda usia ini tengah saling menatap tajam ya Abram dan lawan nya yang di ketahui bernama Remos.


gadis ring sudah memasuki arena sambil membawa papan ronde ya saat ini ronde satu pertandingan .


semuanya telah siap dan.......


*****


Selvia kembali ke kamarnya dengan di bantu buk sum karena ia merasakan pusing dan mual yang berlebihan ,saat ia sudah sampai di dalam kamar buk sum mencoba untuk menyarankan agar memberitahu kepada orang tua Abram. tapi Selvia menolak dan lebih memilih untuk di buatkan minuman hangat oleh buk sum .


****


saat ini Abram masih mampu mempertahankan poin nya dalam bertarung , sudah ratusan kali Rara menjerit hebat saat Abram terkena pukulan tapi si Abram hanya tersenyum mengejek dan masih santai .


saat ini hasil imbang dan saatnya pertandingan akhir. siapa yang akan menang kali ini? ... para gadis ring super seksi sudah berjalan melenggak lenggokkan tubuhnya membawa papan ronde terakhir .


Abram menarik nafas nya sejenak , dan bunyi gong besar pertandingan terakhir pun di mulai , saat ini yang dia mau adalah mati, tapi kenapa tuhan masih memberikan dirinya kekuatan penuh ,kenapa seakan tuhan masih ingin bersenang-senang dengan penderitaannya sedangkan penyakit sialan itu tidak muncul sedikitpun.


seluruh tenaga Abram kerahkan dan ia kembali tumbang dengan luka yang semakin banyak , rara semakin histeris, kemudian ia bangkit kembali dan ia menyerang Remos dengan membabi buta hingga lawan tumbang tak bisa berdiri lagi . yah...ia harus menelan kekecewaan karena tidak mati secara estetik.


ia turun dari arena dan menemui tim nya .


“selamat jagoan” anggap saja dia ketua tim Abram .


“sangat di sayangkan seharusnya aku kalah dan berakhir hari ini”


“jalan mu masih panjang bram”


“hey ,ayolah ji, gue minta uang nya sekarang”


“oke gue kasih semuanya, karna mengingat loe sendiri yang mutusin buat kelar sampe'di sini gue bisa apa” .


ya Abram memutuskan untuk berhenti selama lamanya dari dunia yang namanya MMA, yang sebenarnya penghasilan dari bermodalkan tenaga sama kekuatan ini jauh lebih banyak dari pada ia bekerja di kantor Daddy yang gajinya kecil bagi Abram , bahkan sangat kecil karna pengobatan nya butuh uang yang banyak .


“bram ayo pergi” . semua melihat ke arah rar yang menarik tangan Abram dari teman temannya.


“iya ,wey thanks ya aku pergi” ia berlalu saat ia di seret paksa oleh rara.


“loe itu bodoh apa gimana sih, loe gak tau gue udah kayak orang gila tau nggak ,liat muka loe tangan semuanya luka , kalo emang mau mati minum racun aja biar cepet ” Rara menangis terisak tali masih bisa memarahi Abram .


“jangan sedih lagi, makasih udah datang Ra tanpa kamu aku juga gak mungkin mau tanding, aku udah anggap kamu adik aku sendiri”abram mengelus rambut Rara.


cekrek....cekrek....cekrek....


seseorang tersenyum melihat hasil jepretan kamera nya dan ia segera mengirim foto tersebut ke orang yang di tuju .


TBC♥️♥️♥️♥️♥️