
saat mereka sedang asik asik nya berpelukan tiba tiba saja mami dan Daddy masuk melihat adegan mesra anak dan menantunya.
seketika deheman keduanya membuat abram dan Selvia kaget langsung saja pelukan terlepas begitu saja .
“wah, sepertinya kami mengganggu ya” kini Daddy menampilkan wajah menyebalkan itu .
“daddy jangan gitu dong, lihat tuh pipi menantu sama anak kita merah kayak tomat”
“moms”
“Abram sebel ya”sungguh mata Abram jengah juga sekarang. mami dan daddy mendekati mereka berdua .
“tadi dokter bilang kamu ,telat makan dan juga stres , kecapean juga”
“iya, Bram nanti kalau kamu udah mendingan bisa pulang”
“abram mau pulang sekarang aja ,dad ,moms kan ada via yang rawat aku” menatap istrinya yang masih menatap intens dirinya .
“yakin”
“yakin mami, udah Abram rawat jalan aja”
“ok, Daddy akan ke ruang dokter sekarang”
“mami ikut ya dad, nanti mami ganggu lagi”
mami mengedipkan matanya. saat ruangan hanya ada mereka berdua langsung saja Selvia mencubit tangan abram dengan keras sehingga membuat nya meringis .
“kenapa mau di rawat jalan ha”melepaskan cubitan nya .
“aku mual nyium bau obat di sini”
“tapi ini kan juga demi kebaikan kamu Abram ”
tiba-tiba saja ponsel Selvia bergetar dan ada panggilan masuk dari mertuanya .
"hallo mi"
" ............,......."
"ooo, gitu ya mi, ya udah via kasih tau Abram sekarang"
Abram yang penasaran pun mulai bertanya pada istrinya apa yang terjadi saat panggilan sudah berakhir .
“mami sama Daddy katanya pulang dulu, kata dokter kamu pulangnya besok pagi” .
“aku kan pengen nya sekarang”.
“nurut sekali apa susah nya sih”
“aku kan mau *** *** sama kamu sayang, aku kangen ******* mu” Abram sudah menoel pipi istrinya.
“ish.... masih aja pikiran nya mesum”
“sama istri kan gak dosa sayang”
“abram stop”
“aku mau kamu panggil nama aku dengan sebutan sayang”
“sayang ndasmu”
“lah kan aku suami mu”
“aku gak mau”
“mas aja gimana” .
“tuaan aku dari kamu”
“ok ini paling mutlak panggil aku bubu, manis kan ay”
Selvia malas saja menanggapi ocehan nyeleneh suaminya dan ia segera ke kamar mandi , jujur saja dia juga pusing mencium bau menyengat dari obat, ya namanya saja rumah sakit! kalau harum itu di toko kosmetik hahaha.
🌹🌹🌹🌹🌹
“loe , terus cari info apapun termasuk orang yang ada di club itu , dengan begitu akan mudah membuat abram menjauh dari Selvia”
“baik bos, ”
mereka berlalu meninggalkan orang yang menyandang gelar bos itu .
“abram ,jangan sebut aku Hadi kalau aku tidak bisa menghancurkan mu balik” ia tersenyum misterius memandangi jalanan beraspal.
flashback on
saat ini Hadi sedang berada di dalam sebuah gudang tua yang entah letaknya di mana ia juga tidak tau karna saat ini matanya di tutup dengan kain hitam .
“siapa kalian” suaranya nyaring melengking tinggi menggema di seluruh gudang . terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya .
“sebut ini neraka sementara buat loe” pria itu berteriak menggema .
“mau loe apa?”
“mau gue gak ada tapi bos gue yang mau ,loe paham kan” ia langsung memukul perut Hadi hingga ia meringis menahan sakit.
“apa mau bos loe”
“nih” memberikan ponselnya
" *siapa loe?"
"......"
"gue gak akan ngelepasin siapapun bahkan via "
"..........,........"
"persetan sama perusahaan yang terpenting gue sama via akan tetap menikah* "
"......."
"loe psychopat, anjing, brengsek, binatang loe”
kemudian Hadi kembali di pukuli oleh seseorang yang memukul perut nya tadi hingga ia tersungkur ke bawah .
"*bos apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"baik*"
tiba tiba Hadi berteriak, dia tidak mau sampai keluarga nya juga terseret padahal kesalahan ini karena ulah nya sendiri .
“tunggu, tunggu aku akan meninggalkan via aku ...” ucapan hadi terputus putus .
“baik, tawaran di terima”
"bos sudah dengar kan,dia seperti anjing kecil yang tidak berdaya sekarang" mereka tertawa terbahak bukan hanya ada satu orang di sana jika Hadi mendengar lebih jelas ada sekitar lima orang yang berada di ruang berbau itu .
kemudian pintu gudang terbuka bersamaan orang asing itu membuka penutup matanya dan ia sedikit memicingkan matanya melihat bayangan yang ada di depan nya, seorang laki-laki yang tidak asing lagi di matanya .
“kamu!! ” Hadi menatap nya dengan tajam .
“ah....kau mengenalku rupanya , sangat di sayangkan, coba saja kau tidak mengingatnya
mungkin sekarang aku lebih tenang”
“apa mau mu?” .
“batalkan pernikahan mu, selesaikan”
“aku tidak akan....”
“baik, berarti kau rela menukar keluarga mu dengan cinta ok ”
“kau......” Hadi benar-benar memberikan tatapan penuh kebencian pada tuan muda itu.
“jawab sekarang brengsek” ia berteriak nyaring ,dan dengan keras pria yang berada di samping nya menendang Hadi hingga ia terduduk .
“tidak ada yang berani menentang keinginan tuan muda”
“jangan terlalu keras jo” kini ia sudah mendekati Hadi dan berjongkok .
“ingat baik baik wajah ini, ingat penghancur keluarga mu ini ” ia berteriak.
“siapa kau”
“heh...kamu tidak tau nama ku sayang sekali ,ok ingat ini bodoh , namaku Abrama, mudah bukan ? Abrama Winarta Saputra ” ia tersenyum devil ke arah Hadi.
seluruh tubuh Hadi merinding mendengar nama Saputra yang di miliki pria ini. siapa yang tidak mengenal keluarga besar Saputra yang sudah menjadi raja bisnis di dalam dan luar negri siapa yang tidak kenal ?
“kenapa harus Selvia ,kenapa bukan yang lain”.
“sstttt, akan menyenangkan bermain dengan peliharaan mu” Abram meludah di samping nya.
flashback off
“aku tidak akan lupa Abrama dengan semua yang kau lakukan,bahkan aku sangat ingat” ia meremas gelasnya sampai pecah dan mengenai tangan nya hingga berdarah.
jadi ini alasan Hadi sangat membenci Abram, ternyata ada hubungannya dengan si abg tampan yang mengancamnya. Abram sosok yang dingin itu bisa mengancam orang lain , heh hanya tuhan yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya .
🌹🌹🌹
“vi pinjem hp bentar mau nelpon rara” seketika mata selvia melototi nya .
“aku cuman mau bilang, aku ada di rumah sakit. aku butuh teman yang bisa di ajak debat tanpa baper” .
Selvia tidak bergeming masih mengupas buah untuk di suapinya ke Abram yang bertingkah manja padanya.
“bentar doang”
“kalo aku gak mau ,kamu mau apa” .
“mogok makan lagi”.
“kalau sampai kamu mogok makan lagi aku tusuk kamu sekalian biar mati”.
tapi lihat lah pisau itu sudah menari nari indah di dekat wajah Abram , istrinya memang benar benar menakutkan.
“iii iya janji, pisau nya taruh dulu aku takut” Selvia pun meletakkan pisaunya dengan kasar di nakas.
“pinjem bentar”. Selvia akhirnya memberikan ponselnya .
tak selang beberapa menit panggilan sudah tersambung dengan yang di sana entah apa yang di lakukan gadis bodoh itu , yang terdengar di telinga Abram adalah suara keributan seperti ada sebuah pertandingan.
"*aku sakit, tidak bisa ke kampus hari ini".
"iya"
"hanya itu"
"udah ya"
"ke sini , alamatnya di jl merdeka hospital Cemara pelita"
"nanti habis selesai basket"
"sekarang*".
tut ..tut ... panggilan berakhir .
Abram kesal sekali dengan respon wanita bodoh itu .
“kenapa nyuruh dia ke sini”
“mukanya gak usah kesal gitu”
“aku gak suka kamu terlalu dekat sama dia”.
“just friend ”.
“rasa akan segera timbul jika terbiasa, apalagi sekarang lagi marak maraknya berita tentang pelakor”
“trust me honey” Abram sudah menggenggam tangan istrinya. ia hanya menghela nafasnya dan tetap tersenyum melihat keseriusan suami nya.
“janji ya bubu”
“iya ay, janji”
TBC♥️♥️♥️♥️
ijinkan Eneng alay sebentar ya🤣🤣