My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Masalah baru



sekarang kondisi abram sudah pulih seutuhnya , dan pagi ini rencana nya ia akan berangkat ke kantor Daddy nya .


“ay, bantuin makein dasinya ,” berdiri tak jauh dari lemari sedang Selvia sedang membereskan ranjang yang kusut bekas semalam, pasti tau kan apa yang terjadi 🤭🤭, ia mendekat dan mulai memakaikan si bocah itu dasinya tak lupa juga dengan jas yang begitu cocok di pakai Abram , bahkan umur Abram terlihat seperti sudah dewasa dengan pakaian formal itu.




cup......( Abram mencium kening istrinya lama)


“ih, udah nanti telat ” ia mendorong tubuh si bocil .


“siap ibu komandan”


“o iya , bu nanti aku mau keluar sama sahabat di cafe biasa”mereka saat ini sudah di meja makan untuk sarapan.


“gak ada cowoknya?” , Selvia menggeleng cepat.


“ya ,udah jangan pulang terlalu sore ,”


******


saat ini Abram tengah duduk di ruang HRD , ia akan segera interview. walaupun perusahaan milik Daddy, Abram tetap wajib menjalankan peraturan perusahaan kan? ,


“baik ,hari ini sesuai apa yang di katakan bapak Mahendra saya akan langsung menanyakan apa saja yang harus kamu lakukan” di angguki Abram .


suasana saat interview berjalan dengan semestinya . abram dengan mudah dan cepat menjawab semua soalan yang di berikan pak Harto .


di sisi lain sekarang Selvia sedang duduk bersama kedua sahabatnya menikmati indahnya pemandangan kota ,


“gimana kelanjutan kisah loe sama si abg?” Ita membuka bicaranya .


“baik ”


“loe udah jebol ya?” pertanyaan Lina membuat Selvia terbatuk saat minum jus nya.


“fix bener”kedua teman gesrek nya ini mendelik ke arahnya.


“eee, enggak”


“enggak kok gugup”


“ya ,Karana emang nggak” menyelipkan anak rambutnya sebelah kiri.


“berapa taun kita temenan Vi, bahkan dari gerakan-gerakan aneh loe itu kita juga tau kalo loe lagi boong”


“ternyata kalian lebih tau ya”


“sakit nggak sih vi?”


“lin, bisa gak seh pertanyaan loe itu bermutu dikit” kesal ita


“tapi benar sakit kan vi” lanjut Ita penasaran .


“somplak loe ta ,sama juga kan ujung ujungnya”


Selvia jengah dengan pertanyaan kedua sahabatnya ini .


“makanya nikah”.


“mentang mentang udah nikah, bisanya ya lu ngatain kita belum nikah pake bahasa halos”


“apa yang lu bilang ada bener nya ta”


“hem, rasanya itu gak seburuk apa yang loe kira, dan loe tau dia itu melakukan foreplay yang sangat memabukkan”


“wtf”


“anjay.....”


“ssstt, becanda gue” Selvia sudah tertawa sambil memegangi perutnya , lihatlah betapa sebalnya dua wanita yang ada di depan nya .


***


“jadi, Abram selamat bergabung dengan kami”


tak jauh dari tempat selvia nongki dengan sahabat nya , ada sesuatu yang selalu memperhatikan ke arah mereka. ya dia adalah Hadi.


“saat Selvia sudah keluar dari sana cegat dan di giring masuk lagi, bawa dia ke private room , aku menunggu di sana ” Hadi sudah berdiri menuju tempat yang ia rencanakan untuk bicara serius dengan Selvia.


****


tiba-tiba Abram merasakan aneh yang terjadi pada tubuhnya, seketika semua sendinya mulai melemah mungkin karna masih dalam kondisi baru sembuh makanya ia seperti ini, sedikit pusing.


“ada apa pak?” mungkin dia seorang karyawati perusahaan ini .


“saya tidak apa-apa, bisa tolong panggilkan taksi,” dan di angguki si karyawati itu.


***


siang ini mereka memutuskan untuk pulang, bukan sahabat via sih, tapi si via nya yang pengen pulang, karna tiba-tiba saja firasat nya tidak enak.


tapi tiba-tiba kedatangan tiga orang pria bertubuh kekar menghadangnya saat Ita dan Lina sudah menjauh .


“siapa kalian?”


“ikut saja nona, tuan sedang menunggu”


“saya tidak mau”


“apa kau mau mati di sini” yang satunya sudah melotot menakutkan bagi via.


akhirnya ia mengalah dan mengikuti ketiga pria kekar tersebut ke dalam cafe menuju private room, dan pikiran Selvia sudah liar ke mana saja, apakah ia akan di perkosa rame ataukah akan di jual ke sugar Daddy ? pikiran nya sangat kalut sekarang.


saat tiba di tempat Selvia melotot kan matanya ya dia melihat Hadi tersenyum padanya .


“kalian boleh pergi” mengusir ketiga pria kekar itu, dan mereka pergi meninggalkan via dan Hadi di ruangan tersebut.


“apa mau mu”


“via, tentang duduk dulu”mengangkat alisnya.


akhirnya Selvia duduk di hadapan Hadi .


“apa kamu tau siapa pria itu?” tiba tiba saja pikiran Selvia melayang pada kejadian kemarin tentang foto seorang pria yang masuk dan keluar dari club malam .


“apa maksud mu ” jangan sampai apa yang dia pikirkan itu benar tentang pria yang mirip seseorang .


“abrama” .deg jantung via seakan berhenti mendengar nama seorang laki-laki yang kini tengah membuatnya sedikit demi sedikit melupakan laki laki pengecut yang ada di depan nya sekarang .


“itu tidak mungkin” langsung berdiri .


“vi,kamu tidak tau apa yang terjadi di waktu pernikahan kita ” . Selvia menoleh melihat Hadi .


“abrama , yang menghancurkan semuanya Vi, dia sudah menjebak ku”


“mana mungkin ABG seperti Abram punya kekuatan buat ngejebak kamu hadi”.


“via,Abram itu berbahaya buat kamu”


“aku muak dengan semuanya di ,benar benar muak”


“dia seorang pemain wanita, MMA,dan yang satu lagi dia seorang psychopat vi”


“aku tetap tidak percaya ” sudah pergi dan berlalu dari tempat terkutuk itu .


****


saat ini Abram terduduk lemas , di depan sebuah danau . kenapa harus dia yang mengalami ini semua kenapa harus dia? , di remasnya lembaran kertas yang entah apa isinya itu di remasnya Bahakan sampai tak berbentuk lagi .


“hah......kenapa harus aku tuhan ,kenapa aku, aku baru saja merasakan bahagia kenapa harus aku, kenapa? di mana letak keadilan mu di mana ”


Abram berteriak kencang di sebuah danau yang saat itu terlihat sepi, hanya menyisakan beberapa orang di kala sore itu. yang heran melihat kearahnya, Abram tidak perduli sekarang yang terpenting dia bisa mencurahakan segala rasa kemarahan nya.


TBC♥️♥️♥️♥️


**makasih stay humbel🤗🤗


Eneng 😡 sekarang**,