My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Roman dan Rara



sudah sebulan setelah kejadian Abram di tolak oleh Selvia, saat ini ia tengah berbaring di rumah sakit , tubuhnya semakin terlihat semakin kurus kering, rara yang harus bolak balik menjenguk nya tidak pernah menyerah hanya untuk memberi semangat dan motivasi hidup untuk Abram. tapi lihat lah laki laki egois itu masih saja tidak mau lagi membicarakan penyakit yang ia derita pada keluarga nya , seperti saat ini rara tengah menatap tajam kearah nya yang tengah tidak mau makan ,dari kemarin bahkan tim dokter di buat sangat pusing oleh tingkah manusia yang hampir mati itu .


“makan dulu Bram,gak usah kayak gini terus dong, kalo kamu tetap kayak gini aku akan tetap ngomong sama keluarga mu”


“kau sudah janji padaku Ra ”


rara hanya menghela nafasnya ketika berhadapan dengan manusia yang satu ini.


“atau aku kasih tau saja , sama kak via kalo kamu besok mati”. eh Abram malah tertawa kecil mendengar suara Rara .


“aku, mati? lucu sekali bahkan sudah tiga hari ini penyakit bodoh ini tidak muncul, tuhan sedang menertawakan aku Ra,dia membuatku seper,boneka mainan yang sangat mengasyikkan sekarang”.


“oooo, iya apa motor udah laku kemarin?” Abram memastikan apakah Rara bener gan bisa mengelola penjualan aset nya , motor yang begitu Abram sayangi melayang untuk menutupi seluruh biaya berobat nya yang memakan puluhan bahkan ratusan juta, mobil dan tabungan dalam rekening nya juga sudah kosong melompong, dulu waktu ia masih jadi anak konglomerat ia memegang uang begitu membengkak di rekening nya ,tapi sekarang jangan kan membengkak seribu rupiah pun sudah tidak ada lagi.


“kayaknya aku harus turnamen lagi deh Ra ”


“nggak usah gila Bram ”


begitulah Rara,ia selalu menjadi penghalang Abram untuk melakukan apapun yang membahayakan dirinya sendiri. dan semenjak Abram di rawat di rumah sakit banyak suka duka yang telah ia lewati bahkan ia pernah menangis panik melihat keadaan Abram yang sempat kritis . ia bukan wanita yang kuat seperti apa yang sering ia katakan. bahkan selama sebulan ini Abram tidak tau kalau nenek Rara telah meninggal dunia, saat itu Rara pernah sangat terpuruk dan seminggu ia tidak menjenguk Abram . kenapa mereka berdua berlomba untuk menyembunyikan masalah mereka masing-masing? .


Abram kembali bicara pada pada Rara .


“aku tau Ra, aku banyak merepotkan mu tapi simpan lah uang itu untuk mu, selesaikan kuliah mu dan jadilah pembisnis wanita yang hebat ”


“aku sebenarnya tidak menyukai jurusan itu bram” .


Abram menatap sendu wajah Rara yang terlihat murung .


“kenapa ?”


“nenek meninggal Bram ,dunia ku sudah hancur berkeping keping dengan kenyataan itu”. Abram membelalakkan matanya tidak percaya kenapa Rara baru mengatakan nya sekarang .


“kapan?”


“satu minggu yang lalu”.


Abram benci keadaan sekarang kenapa si Rara tidak mengatakan dari awal kalau nenek sudah meninggal dan hanya meninggalkan Rara sendiri .


“sekarang aku sudah pindah jurusan, aku ambil kedokteran dan di universitas berbeda ”. sekali, di lagi Abram menghela nafasnya.


“apa mama kamu yang jahat itu tau ?”


“hem.... awalnya dia marah besar sama aku ,tapi karena aku mau menuruti semua keingina nya ”.


“syarat bodoh apa yang di berikan nya ”.


“aku di jodohkan dengan anak temen nya , namanya Haris ”


“bodoh!, kau tulis di harian mu kenapa roman ,dasar bodoh ”.


“cukup Bram ”


“kau terlalu bodoh mengambil keputusan kau memang wanita bodoh Ra ”


“bram kalau pun aku berjodoh dengan mas roman , pasti kita ketemu lagi tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda bertemu lagi kan”


“bodoh, bodoh, bodoh dan bodoh”. Abram duduk dari tempat nya seperti nya ia marah dengan apa yang Rara katakan .


“mana diary mu akan ku bakar semua isinya, biar kamu tau rasanya seperti apa rasanya kehilangan sesuatu yang sangat berharga”


“kamu tidak tau Ra , penyesalan selalu datang di akhir, bahkan sangat akhir , apa kamu tidak liat aku sekarang bahkan kematian segan datang untuk membawaku ”


“apa kamu tau kesalahan terbesar ku adalah aku tidak pernah jujur pada hati ku ,aku tidak pernah jujur pada orang yang paling berarti dam hidup ku ra dengerin aku, jatuh cinta sekali, menikah sekali dan mati pun sekali. aku , tidak mau kamu menjalani kehidupan dengan keterpaksaan”


“bram, ini yang terbaik”. Abram lagi lagi menggeleng .


“bukan terbaik tapi terburuk, apa kamu pernah bertemu dengan orang yang akan di jodohkan sama kamu?”


“udah, dia pria dewasa dia juga punya perusahaan sendiri”


“kamu suka sama dia ?”. Rara hanya diam tanpa bersuara sedikit pun , tapi jika ia lebih berani mungkin akan mengatakan tidak pada semua orang tapi apa daya nya ia lelah dengan semua nya .


“diam mu adalah jawaban untuk ku” .


“kau tau apa tentang hidup ku Bram ,kau hanya manusia sekarat yang hanya bergantung pada pengobatan bahkan kamu tidak mau menunjukkan wajah pengecut mu itu para keluarga mu , bahkan istri mu sendiri”. Abram tersentak dengan apa yang barusan di ucapkan Rara padannya dan betapa beraninya wanita itu mengungkit penyakit nya di dalam obrolan mereka .


“perbedaan bodoh , goblok dan tolol itu nggak jauh beda Bram ,tapi kamu sudah menyandang semuanya dari awal , saat aku datang dan merawat mu di sini seperti babu , apa ada sedikit saja kamu menghargai itu ,dana apakah kamu pernah bertanya padaku apa yang terjadi di kampus saat kami tidak ada ,aku di bully lebih parah dari sebelumnya aku di beri pilihan oleh pihak kampus, pindah atau di do, dan apa kamu tau kenapa aku memilih jurusan dokter ,agar suatu saat aku bakal berguna buat orang orang bodoh seperti kamu” sudah berdiri dari duduknya .


“ooo iya,satu lagi kalau kamu masih seperti ini berbaring seperti mayat terus kapan kamu akan membuktikan pada dunia bahwa kamu baik baik saja, atau kamu takut menghadapi kenyataan kalau istri tercinta kamu akan bahagia dengan pria lain, kemarin aku melihat nya bersama seorang laki-laki yang tidak aku kenali di sebuah taman kota”. well sebenarnya Rara hanya sedang menjalankan trik nya agar Abram mau bangkit dan melawan penyakitnya yang semakin parah


“kalau kamu memang mau liat dia bahagia untuk terakhir kalinya, temui dia sekali saja dan katakan padanya bahwa kau itu sangat membencinya, mungkin karna ini Tuhan masih menahan nyawamu ”


Abram hanya diam dan memunggungi rara.


“aku tidak akan menemui nya lagi ”


“terus saja katakan semua itu sampai mulut mu berbusa ”. Rara membanting pintu keras ruang rawat Abram ia muak dengan kelemahan teman sekaligus rekan terbodoh nya.


tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamar rawat Abram.


“kenala kamu balik lagi Ra ” membalikkan tubuhnya dan nampaklah wajah terkejut dokter dan Abram.


“abram”


“roman”


yah si dokter itu adalah roman dan si pasien ternyata abram . dan kenapa mereka bertemu di saat seperti ini di saat Abram tengah menderita sakit parah , ia mendekati nya dan mulai memeriksa infus yang menempel pada tangannya.


“jadi kamu itu pasien yang keras kepala dan selalu membicarakan tentang kematian” ia sudah selesai memeriksa Abram.


“di mana dokter ku?”.


“dokter mu pindah ke luar kota , makanya gak usah sok sok jago melawan penyakit tanpa bimbingan dokter langsung”


“aku di sini menggantikan nya , jadi kau harus menurut, oooo iya mana Selvia?”


“di rumah”


“dia gak temani kamu?”


“bukan urusan anda” Abram berbicara dengan ketus pada roman yang notabene nya pernah memgang tangan istrinya waktu di Bali bahkan riman juga yang mengantar Selvia ke Bandara.


“baiklah pasien, tenang saja” ia hanya tersenyum simpul melihat tatapan membunuh Abram.


“aku tidak mau kau terlalu terlibat semakin dalam dengan urusan ku ,lebih baik aku menunggu ajal ku saja ”.


“apa kau yakin ingin mati,kau tau rasanya kematian itu sangat sakit seperti hewan yang di kuliti tapi rasanya beribu kali lipat”


“apakah kau pernah mati”


“aku hanya membacanya dari sebuah hadits”


baiklah Abram mengeri sekarang, ternyata roman ini tau juga tentang ilmu agama , komplit juga ya ,pantas saja Rara menyimpan sebuah rasa yang dalam padanya , ternyata isi tentang roman pada diary nya hampir seratus persen sama ,


*dear diary


mas roman,


malam itu entah kenapa bintang gemintang bertaburan indah di langit , saat itu aku melihat senyum begitu menawan.


kamu baik, bahkan kamu memberikan banyak pemahaman padaku , walaupun pertemuan kita hanya dua kali tapi aku merasakan sesuatu yang aneh pada hati ku .


mas aku mulai suka terhadap mu


sangat suka .


jika kita berjodoh semoga dengan mudah tuhan mempertemukan kita berdua


♥️♥️♥️


Rara*


abram tersenyum sendiri mengingat tulisan diary dari Rara ,jelas sekali dalam kalimat tersebut ia sangat berharap roman akan menjadi seseorang yang amat sangat berarti dalam hidupnya .


“apa ada sesuatu Bram?”


“nanti akan aku ceritakan” melihat langit langit kamar. sepertinya takdir memang berpihak penuh pada Rara , walaupun takdir itu melalui penyakitnya tapi Abram merasa dirinya adalah sebuah jembatan penghubung antara Rara dan roman . selain itu ia juga bersiap jika sudah waktunya nanti ia sudah tidak sedih lagi karna sudah ada yang menjaga Rara , dan ia harus membuat Rara segera sadar bahwa mamanya itu manusia jahat yang ada di muka bumi . dan meninggalkan semua nya untuk bersatu dengan roman . tuhan kali ini saja ia bisa berguna untuk orang yang berarti di dalam hidupnya, hanya satu kali ini saja .