
ini bukan kisah tentang cinta dan bukan ada apa dengan cinta? , tinggalkan kisah romansa tentang cinta yang romantis, sebuah tulisan ini akan mengecewakan ekspetasi roman kalian di dunia haul.
waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam ,tapi tak ada tanda-tanda suaminya akan pulang, Selvia begitu resah sekarang . hp Abram tidak dapat di hubungi dari tadi siang. saat Selvia masih bergelut dengan pikiran nya , tiba tiba saja seseorang membuka pintu . dan tampaklah suami ABG nya terlihat kacau sekali malam ini .
dengan segera ia menemui Abram yang tidak bicara sepatah katapun saat mulai melangkah pelan .
“kamu dari mana Bram aku”
“berisik tau gak”. selvia mengernyit heran , kenapa tiba tiba Abram bicara ketus seperti itu . saat ia sudah menyusul Abram di kamar di dapati nya Abram sedang ke kamar mandi.
“bram kamu dari mana ? kenapa kamu kacau sekali apa ada masalah?”saat ia mendapati Abram sudah keluar dari kamar mandi.
Abram tak menggubris sedikit pun,apa yang di katakan Selvia, ia memilih untuk duduk di sofa.
“bram” ia duduk di samping suaminya. bibir Abram sedikit terbuka tapi ia urungkan niatnya untuk bicara pada Selvia.
“bram”
“vi, lebih baik kamu tidur,udah malam juga ” terdengar ketus sekali di pendengaran nya.
“bram,kalau ada masalah kamu ceritain ke aku”
“vi,aku butuh privasi, jadi aku harap kamu ngerti ”
“tapi.....”
“ya ,sudah aku keluar sekarang”
“eeeh jangan iya , aku tidur sekarang ,tapi aku mohon sekali lagi sama kamu untuk harus segera cerita sama aku” Abram hanya memalingkan wajahnya .
akhirnya Selvia kembali berbaring di ranjang.tapi matanya tak beralih menatap laki laki yang sedang sepertinya ada masalah .
mata Abram memendar melihat ke langit-langit kamar , ingatan nya melayang tentang kejadian tadi siang .
flashback on
saat ini Abram sedang berada di ruangan seorang dokter menangani nya . Abram harap harap cemas menunggu hasil lab nya keluar .
“hem dok berapa lama saya harus menunggu ?” Abram terlihat gusar sekarang.
“tenang dulu , sebentar lagi ya harus tetap tenang ya”
“sudah berapa lama kamu mengalami tubuh yang lemas dan sendi-sendi kamu tidak berfungsi dengan baik? atau kamu pernah mengalami mimisan yang berlebih?”
“seingat saya kalo nggak salah SMP terus yang terakhir pas kelas tiga SMA agak lupa lupa ingat juga kapan terakhir ,saya kira itu hanya panas dalam biasa dok ”
“yang kamu anggap sepele ini yang paling berbahaya abram”.
Abram tidak mengerti apa yang dokter katakan , kemudian dokter mengerti dari tatapan Abram dan ia pun kembali melanjutkan apa yang akan ia sampai kan .
“kamu terkena leukimia Abram sudah masuk stadium lanjut , penyakit ini sudah lama kamu derita tapi kamu selalu menyepelekan nya , jadi untuk pengobatan selanjutnya kamu harus kemoterapi dan yang paling penting adalah mencari donor sum-sum tulang belakang”
“maksud dokter sa...saya ”
“kanker darah abram”
“apa saya akan cepat mati?” . dokter Ridwan tersenyum samar mendengar apa yang di katakan Abram .
“abram ,sakit kamu sudah sangat parah,tapi saya dan tim dokter yang lain akan berusaha untuk menyelamatkan kamu”. sungguh yang di maksud Abram bukan pertanyaan seperti itu .
“berapa tahun” Abram kembali bertanya .
“abram, kami masih belum bisa memprediksi nya , tapi tunggulah saat kemoterapi mu berjalan dan sampai mana tingkat kesembuhan yang akan kamu capai” terlihat dokter Ridwan menatap sendu pasien nya yang masih terlihat muda .
sedangkan Abram tersenyum manis dengan apa yang di katakan dokter . lucu saja dia di suruh menunggu lagi, benar benar gila!! dengan kasar Abram keluar dan membanting pintu ruangan dokter Ridwan.
Abram duduk termangu sambil merenungkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana mungkin dia memberitahukan pada keluarga dan yang terutama adalah istrinya. bagaimana ia akan menjalani hari-hari nya penuh dengan rasa kasihan dari keluarga nya , tidak Abram tidak akan mengatakan apapun pada keluarga maupun istrinya, ia lebih memilih bungkam dan sedikit demi sedikit ia akan menjaga jarak dari orang orang yang sebenarnya adalah kekuatan utama untuk dia bertahan.
flashback off
bulir air mata Abram tiba tiba saja jatuh tanpa permisi, Abram menangis dalam diam . ketahuilah menangis dengan kondisi seperti itu lebih menyakitkan dari pada menangis dengan meluapkan segala nya . pilu tangisan yang tanpa suara itu benar benar pilu. ia akan melepaskan satu satunya wanita yang amat ia cintai begitu pun dengan seluruh keluarga nya.
“vi,aku janji sama kamu saat waktu ku telah tiba nanti tak akan aku biarkan kamu menangisi kepergian ku” melihat wajah damai istrinya tengah tertidur pulas.
kemudian dengan perlahan Abram juga sedikit demi sedikit memejamkan matanya dan tertidur di sofa menyusul sang istri.
rencana apa yang akan Abram lakukan supaya istri dan keluarga nya tidak mengetahui penyakit yang dia derita sekarang ini? ,
**TBC♥️♥️