My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Amarah Abram (25-30+)



saat ini Abram tengah duduk di balkon dengan perasaan begitu kacau bahkan penampilan nya sangat memprihatikan sekarang. air matanya jatuh tanpa bisa di kawal sejak sore, ia hanya duduk di sini sampai pagi menjelang .


“aku yang bodoh Vi, aku yang tidak bisa mengatakan semuanya ”


kalimat itu yang sering Abram ulang- ulang bahkan darah sudah mengering dari sudut bibir dan hidungnya. Abram tidak perduli dengan nyawanya sekarang kalau pun mati itu adalah sebuah pilihan , rumah yang ia anggap sebagai sumber kebahagiaan kini sunyi tak berpenghuni. bahkan langkah kaki yang berirama dengan suara cerewet istri nya pun hilang tak tersisa, satpam yang berjaga di depan maupun belakang juga tidak ada. bau masakan buk sum juga sudah tidak tercium seperti dulu. rumah ini benar benar kosong tak berpenghuni hanya dia . ya hanya Abram tinggal dengan bayangan saja , saat kejadian kemarin ia benar-benar kesepian .


flashback on


Abram melajukan mobilnya menuju cafe tempat selvia dan Hadi bertemu . saat sudah sampai ia segera memacu langkah nya dan melihat Selvia sedang bicara serius dengan Hadi. Abram melihat tangan mereka seperti sedang bertaut , padahal sebenarnya Hadi memohon agar Selvia mau memaafkan nya dan kembali lagi seperti dulu.


“oooo, jadi kalian ketemuan lagi” .Selvia dan Hadi menoleh ke sumber suara .


selvia yang kaget langsung melepaskan genggaman tangan Hadi padanya dan langsung berdiri .


“heh, aku ngerti sekarang siapa yang sebenarnya mempunyai scandal”. Abram menatap hina selvia dan Hadi bergantian.


“jangan melempar batu sembunyi tangan abram, aku sama Hadi hanya sekedar bertemu itupun di tempat umum seperti sekarang ”


“ok, its fine” Abram langsung pergi dari hadapan Selvia .


Abram meremas rambutnya beberapa kali sambil memukul-mukul setirnya dan berteriak keras tidak jelas , dan yang pasti nya sekarang dia akan memberi pelajaran pada Selvia tunggu saja nanti .


***


Selvia sudah masuk ke dalam rumah dengan cepat Abram melempar gelas dan hampir saja gelas itu mengenai wajah Selvia, untung saja Selvia masih bisa menghindari nya , kalau sampai itu melesat sedikit ke arah nya sudah di pastikan wajah nya akan terluka.


“apa maksud kamu”selvia mulai berani dan menatap tajam Abram . ia yang sudah gelap mata dengan gerakan kasar Abram menyeret Selvia ke dalam kamar , Selvia sudah menangis menahan sakit di perlakukan Abram seperti ini.


lalu dengan kasarnya Abram menghembuskan tubuh istrinya hingga membentur ranjang dan pelipis Selvia hingga berdarah.


Abram mulai menyetarakan duduk nya dengan Selvia yang sedang menahan sakit di kepalanya.


“bagaimana, kamu suka dengan hukuman nya via ? , oh iya apa kamu sudah tau kebusukan ku selama ini? bagaimana menurut mu ?” Abram menarik rambut Selvia menghadap pada wajahnya sedang Selvia semakin meringis ,


“kamu monster Abram ,monster ” Selvia berusaha lepas dari Abram .


Abram melepaskan tarikan tangan nya pada rambut istrinya, yang katanya ia mengidolakan rambut itu saat masih SMA.


“iya,aku memang monster via, tapi monster ini tidak bisa menerima penghianat ouh .....kenapa kau berkhianat pada monster ini via ” Abram memasang wajah memelas, sambil jarinya membelai wajah istri nya yang masih mendongak menatap nya .


“kamu yang khianati aku abram” Selvia semakin terisak pedih , ia merasakan seluruh tubuhnya sakit secara bersamaan.


Abram yang mendengar suara itu semakin marah, dan ia langsung mencekik leher istrinya dengan kuat hingga Selvia kesulitan untuk bernafas.


“akgh.....ak....ab....” nafas Selvia mulai putus putus karna cekikan Abram semakin kuat .


kemudian ia kembali mendorong tubuh lemah itu hingga kembali terhempas ke lantai. dan sekarang bukan hanya pelipisnya yang berdarah tapi bibir nya juga terluka .


“aku akan membuat mu mati sekarang via” suara Abram menggelegar di dalam di dalam kamar.


Selvia menggeleng beberapa kali dengan apa yang baru saja Abram katakan ,dengan pelan ia mulai mundur dengan sisa sisa tenaganya.


buk sum yang melihat kejadian itu bergetar hebat kala melihat tatapan membunuh Abram . ya Abram menyeret istrinya sampai Selvia tertatih tatih dengan sisa tenaganya.


kemudian ia membuka pintu gudang yang penuh sesak di halaman belakang, dengan kasar Abram mendorong tubuh istrinya ke dalam gudang hingga Selvia terhempas ke lantai bau dan penuh kotoran.


jangan lupakan gudang ini tidak punya penerangan sedang Selvia memiliki phobia pada kegelapan , dengan cepat ia mengunci pintu gudang tersebut . di dalam Selvia sudah mengetuk-ngetuk untuk di keluarkan bahkan suara Isak tangis istrinya tidak Abram perdulikan lagi. selagi hatinya puas dia tidak akan pernah menyesali itu .


tentu saja nanti kau akan menyesal Bram, dasar menyebalkan.


“jangan ada yang memberitahu kepada siapapun, kalian semua saya pecat , pergi dari rumah ini sekarang” semuanya menunduk takut dan pergi .


Abram dengan angkuh memasuki kamarnya, saat buk sum sudah melihat Abram masuk ke kamar dengan segera ia menelpon orang tua Abram dan menceritakan kejadian sore ini di rumah sang anak majikan .


*******


“buk sum di mana Selvia ?” mami sambil menangis


“di gudang nyonya ”


“mami sama Daddy liat keadaan Selvia di sana ,aku mau liat Abram ” wajah Revian sangat marah besar .


mami dan Daddy pun berjalan mengikuti buk sum menunjukan gudang tempat Abram mengurung Selvia . saat pintu gudang terbuka terlihat lah wajah lebam dan pelipis berdarah itu terkulai tak berdaya , mami yang melihatnya teriak histeris dengan cepat Daddy mengangkat tubuh menantunya yang sangat mengenaskan karena ulah putranya sendiri.


Revian sudah berada di kamar atas dan di tendang nya pintu kamar itu dengan kasar , Abram nampak terkejut ketika ia melihat ada kakaknya di rumah tiba tiba . tanpa babibu Revian langsung memukul wajah Abram dengan keras.


“apa yang loe lakuin”


“bangsat,anjing iblis loe , manusia keji”


“apa-apa an loe ”


Abram juga membalas pukulan dari Revian hingga mereka baku hantam di kamar minimalis itu ,hingga semua barang berserakan. Abram bisa di lumpuhkan oleh Revian dengan segera ia menyeret tubuh Abram ke bawah , saat mereka tiba di bawah nampak wajah Daddy yang panik sambil menggendong menantunya yang pingsan . Abram terdiam tak bergeming seperti patung . tiba-tiba rasa penyesalan nya timbul melihat keadaan Selvia yang sangat memprihatinkan.


“mami kecewa sama kamu” mami sudah menangis sesenggukan .


“ayo , rev kita harus bawa via ke rumah sakit sebelum semuanya terlambat” Daddy sudah menatap tajam Abram.


mereka meninggalkan kediaman Abram begitu saja mungkin karena waktu yang tidak memungkinkan untuk memberi Abram pelajaran. tapi dengan pukulan Revian yang bertubi-tubi tadi sudah lebih dari cukup , tinggal membawanya ke jalur hukum .


Abram terduduk lemas melihat wajah istrinya ia meremas rambutnya frustasi , semuanya sudah terjadi , tiba-tiba saja penyakit nya kembali kambuh bahkan sakitnya melebihi dari sakit dari biasanya , sangat sakit darah semakin mengalir dengan deras


flashback off


“aku harus ketemu sama via ,iya harus ”


Abram sudah berdiri tapi tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa pada tubuh nya dan kemudian ia jatuh pingsan. semilir angin menghembus rambutnya yang kacau tak tersisir tubuhnya yang sudah kurus kering , mata hitam itu melingkar bebas di jendela dunia nya , dengan jahatnya langit menurunkan hujan hingga membasahi tubuh pria yang tidak berdaya itu.


😭😭😭😭😭 **kamu jahat Bram


TBC♥️♥️♥️♥️**