My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Belum siap kehilangan....



acara Mingguan kampus tengah di gelar sekarang banyak dari para alumni universitas tersebut ikut mengisi kursi sebagai tamu undangan karena yang alumni tersebut bukan orang yang sembarangan karna dari yang di undang adalah lulusan terbaik. . suara riuh mulai terdengar mengisi simposium , dan terlihat dari sekian banyak yang datang nampak seorang perempuan tengah di tarik sahabat nya menuju kursi paling depan . sedangkan ia hanya menurut saja .


“kapan lagi bisa di depan mumpung kita yang duluan ”


“lina” .


mereka adalah Selvia ,Lina dan Ita .saat acara seperti ini hanya Lina yang lebih antusias sedang dua manusia itu sangat malas meladeni tapi mau gimana lagi udh terlanjur di undang kan mubazir gak datang.


saat ini nampak dua orang gadis cantik tengah berdiri untuk membawakan sebuah acara yang sangat spektakuler ,


“liat deh Vi , yang satu itu rambutnya sebahu kayak kamu ” Lina mulai bicara asal .


“ye....elu , cantikan juga yang pake jilbab”


“serah dah ”


saat tengah tengah pembawaan acara mereka mendengar teriakkan histeris para kaum hawa sontak saja semua mata melihat ke arah yang membuat para wanita berteriak histeris , ternyata Abram tengah berjalan untuk mencari kursi kosong untuk mendudukkan bokong nya yang sedikit lelah , banyak mata memandang sedang ia malah asik mengedipkan matanya genit ke arah semua wanita, Selvia yang melihat itu entah kenapa ia sangat sebal dengan sok kepedean Abram.


“vi suami brengsek loe tuh”. Lina hanya memberitahu tanpa mengalihkan tatapannya pada Abram begitupun Ita ia hanya mengangguk .


“udah lah” akhirnya mereka melihat kembali ke arah panggung .


“karna acara sambutan dari pemilik kampus, dan juga ada beberapa patah kata yang di bantah pak dekhand ,maaf pak dekhand” semua di simposium itu tergelak .


“kita tadi menerima request dari seorang anak duit juga ya , wah apa benar kak Karin ?, ” tanya pembawa acara yang pakai jilbab dan di angguki si wanita berambut sebahu itu.


“bukan duit lebih tepatnya, penyuka aset ya ?”


“bukan aset kak ,tapi emang otak bisnis sejak dini” semua kembali tergelak.


“ini lah dia perwakilan di sepanjang sejarah anak bisnis , di juluki fackboy kelas kakap tidak lupa juga seorang yang sudah lama absen dari kampus karna alasan berlibur ,maklum sultan ya bund..... ini dia Abram Winarta Saputra”. tepuk tangan penonton riuh menggema memenuhi simposium tersebut. Abram berjalan dengan percaya diri melewati para wanita sambil mengedipkan mata genitnya .


“check,check hahah, maaf suara saya sedikit ngebas ,hari ini saya menerima tantangan dari anak pecinta aset ya ,kata dua wanita cantik itu” melirik sekilas .


“terimaksih untuk teman-teman yang tidak punya akhlak akhirnya saya berdiri di sini untuk menghibur kalian sementara, karna saat ini band nya tengah mengalami masalah sedikit, jadi mempersingkat waktu saya akan membawakan sebuah lagu yang menyedihkan harap tisu selalu di aman kan” semua ruang di penuhi tawa , banyak sebagian mahasiswa heran dengan perubahan sikap Abram belakangan ini , bahkan ia tidak sekaku dulu dan selalu mengumbar senyum genit pada wanita.


alunan gitar sudah berbunyi indah ketika jari jemari Abram sudah mulai memetik senar demi senar. gitar bututnya ,ya gitar itu dia pinjam dari teman jalan nya bang openg.


🎶sewindu sudah...


ku tak mendengar suara mu


ku tak lagi lihat senyuman mu


yang selalu menghiasi hari ku


kau tak berada di sisiku


kau menghilang dari pandangan ku


tak tau kini


kau di mana....


ternyata belum siap aku.....


kehilangan dirimu ......


belum sanggup untuk jauh darimu


yang masih selalu ada dalam


hatiku......


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


semua terdiam sambil menghayati setiap lirik lagu yang Abram bawakan , terdengar itu bukan sebuah lagu yang biasa nampak itu adalah sebuah lagu curahan hati Abram yang paling dalam . sedangkan Selvia tersentak dengan lagu yang di bawakan ABG itu , sesaat Abram melihat ke arah istrinya yang tengah diam mematung memperhatikan ia bernyanyi dengan dalam .


saat lagu berakhir semua sempat terdiam dan tiba-tiba satu orang bertepuk tangan dan di ikuti semuanya bahkan ada yang meneteskan air matanya tanpa sadar , perfomance Abram sangat bagus hari ini , bahkan ada yang berfikir Abram lebih cocok jadi musisi daripada kuliah jurusan bisnis .


“terimaksih, atas tepuk tangan nya lagu ini saya bawakan untuk kalian semua dan seseorang yang spesial tanpa harus di sebutkan siapa ? dan hanya ini yang bisa saya berikan untuk rekan rekan mahasiswa semuanya selamat berjuang untuk sidang skripsi nya fighting”


“seseorang pernah menulis ini dalam kamus hidup saya "sejauh apapun kamu melangkah, jangan sampai lupa arah pulang" dia adalah seorang guru terbaik dalam hidup ku , terima kasih” Abram tengah menahan supaya air matanya tidak mengalir, tapi ingatkan dia kalau ia juga manusia bukan malaikat. tentu saja air matanya jatuh begitu saja .


“dan saya juga mau mengucapkan salam perpisahan sama kalian semua , hari ini adalah hari terakhir saya berada di kampus tercinta ini , karena ada beberapa hal yang memang begitu tidak bisa lagi saya selesaikan, jadi saya memutuskan untuk berhenti dan tetap menjalani hari-hari gemilang saya”


“aku cuma mu mengucapkan terimakasih banyak , untuk bapak dekhand dan pemilik kampus untuk mempersilahkan saya naik ke panggung”. Abram Kemabli lagi melanjutkan kalimatnya


“jangan sedih, aku anak sultan kok” ia terkekeh getir dengan leluconnya sendiri, lebih tepatnya anak sultan yang di buang anggota keluarga nya sendiri .


langkah Abram terhenti sebentar dan menoleh Selvia yang tengah menatapnya tanpa ia mengerti maksudnya dan Abram kembali melanjutkan langkahnya untuk segera keluar dai simposium tersebut.


*******


Abram tengah terduduk lesu menyesali sesuatu yang telah hilang dalam dirinya, tidak ada yang bisa mengobati lukanya, baru sekarang ia merasakan hampa, dan seperti inikah hidup sendirian, benar benar sendiri.


di sisi lain Selvia tengah menangis di bawah selimut sambil sesenggukan mengingat acara kampus nya tadi, ia merasakan sesuatu penderitaan yang dialami oleh Abram , ia sedih tapi hati nya masih belum bisa berdamai untuk menerima Abram kembali dalam hidupnya.