My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Kedatangan Hadi



pagi ini Selvia berguling ke kiri dan kanan, tak ada satupun yang membuatnya tertarik untuk ke kamar mandi . mungkin karna abram sudah tidak sekamar dengan nya dan juga mungkin sekarang Abram juga melakukan hal yang sama , hanya berguling-guling saja .


“biasanya ada Abram, yang ngeselin di pagi begini”


karna sudah lama bergumul dengan selimut nya akhirnya ia masuk ke kamar mandi . di sisi lain di sini ada Abram di kamar apartemen ia kelihatan sibuk memasak sarapan pagi, untuk segera ke kampus karna sekarang sudah tidak ada yang memasak untuknya , akhirnya ia sendiri yang terjun langsung ke dapur , ia merenung sejenak ,sedang apa istri tercinta nya sekarang .


dengan cekatan ia mengirim pesan singkat ke istrinya.


"pagi raflesia" Abram terkikik geli mengirim pesan yang mungkin menyebalkan bagi istrinya . pesan yang singkat yang berkilo kilo meter jaraknya sempurna terkirim pada orang yang di tuju tanpa kesalahan data sedikitpun. yang di sebrang sana mngerinyitkan matanya ,siapa yang mengirim pesan nyeleneh di pagi hari seperti ini ,Daan saat ini ia sudah rapi dengan outfit nya karna berhubung ia ambil cuti dan akan hang out bersama sahabat nya.


“ini dari siapa?”karna heran tapi masih saja jemari itu mengetik dan mengirim pesan itu . yang di sebrang sana masih senyum senyum melihat pesan singkat yang bahkan tidak istimewa ,kenapa ia malah tersenyum manis seperti itu balasan dari sana hanya "siapa"


“istriku memang manis”abram kembali mengirim pesan "Dugong" Abram ngakak abis mengirim pesan nyeleneh di pagi ini.


“ih....nih orang iseng bgt sih” tapi tunggu setelah Selvia melihat bagian profil muncul lah foto si pengirim yang tersenyum manis sambil membawa buku , ya itu seragam sekolah, tempat ia mengajar, dan ternyata itu adalah foto suami ABG nya yang sudah iseng iseng di pagi hari. emang nyebelin suami yang satu ini.


kemudian ia juga mengetikan sesuatu yang membuat abram di ujung sana melebar kan matanya tidak percaya.


“apa ,via pengen di cium” sambil menelan ludahnya saking kagetnya .dengan cepat ia menekan tombol panggil dan tersambung lah Panggilan mereka .


“aku ke sana ya” Abram mulai menggoda


“nggak usah ,dari sini aja ciumnya ” terkekeh tapi masih mau berbicara dengan abram .


“muach...muach....” mencium istrinya bertubi tubi dari jarak jauh .


“peluk jauh” Selvia semakin menggoda suaminya .


“iiiihhhh pengen cubit gemesyy”


“ih...alay banget”


“yang penting via nya sayang”


“iiih udah deh ,kamu berangkat ke kampus cepet ,aku juga mau keluar sebentar”


“siap ibu komandan ”


panggilan berakhir begitu saja karna waktu yang tidak memungkinkan untuk saling menebar ke alay-an mereka berdua .


***


Selvia tak pernah berhenti tersenyum karna telpon tadi pagi bahkan sempat sempat nya ia melayani suaminya yang rada rada gesrek itu . tapi ia suka pengen ngulang hahah, seperti mood booster bagi via di pagi ini karena suami bocah nya itu .


“gilak Vi lama amat sih nyampek nya ” yang di ajak ngomong malah duduk santai tanpa menghiraukan ucapan sahabat nya itu.


“emang gak ada akhlak dia” .Selvia malah tertawa terbahak .


“tuh kan gila”


“lupa minum obat kali ”


“ih apaan sih, gue ngerasa lucu aja pagi ini” Selvia sudah menghentikan tawanya.


“apa yang lucu?”


“suamiku ”


“malu dia liat orang somplak”


“sorry” ia tertunduk dan meminum jus sahabatnya.


“minum gue di embat”


Selvia hanya tersenyum simpul tanpa suara lagi .


di saat mereka sedang bercerita tentang kehidupan yang tidak ada habisnya . pepatah mengatakan


"one thousand problems,million solustion" sepertinya tidak berlaku bagi merek bertiga apalagi Selvia yang sudah jelas problem nya sedangkan dua cecurut itu masalah nya ngeblur antara tampak dan tidak.


****


Abram sekarang berada di roftop karena dia mencari cari Rara tapi tidak ketemu karena ia ingin memberikan bekal makanan yang sudah di buatnya untuk wanita unik itu .


“enak sekali dia tidur di sisni ”abram memperhatikan wajah lelah itu yang tertidur pulas di meja kelas yang tidak di pakai. tapi tiba-tiba matahari muncul dan membuat wajahnya terkena sinar nya dengan segera abram menjadi pelindung matahari sambil mendekatkan sedikit telapak tangan nya ke wajah Rara , dan yang merasa ada yang mendung tersenyum karna ia bisa melanjutkan tidurnya di alam mimpi .tapi tunggu itu bukan orang kan , karna setahunya hanya Abram yang suka datang ke sini setelah dia . akhirnya dia membuka mata perlahan dan tampak Abram yang berwajah datar yang juga menatapnya . dengan segera dia terbangun dan duduk .


“kaget” ucapan itu yang Abram ucapkan


“dikit”


“bekal buat kamu, gak usah makan di kantin lagi” meletakan bekalnya dan berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban si empunya.


“dasar cowok es”


ia juga berjalan untuk ke kelasnya.


“vi, itu kayak Hadi deh”lina yang tidak sengaja melihat pintu masuk langsung menangkap sosok yang tak asing bagi mereka , dan benar saja jadi sudah mendekati table mereka sambil tersenyum cerah membawa buket bunga entah untuk siapa bunga itu . yang jelas ketika Selvia melihat ke arah nya sudah jengah setengah mati dan tiba tiba saja moodnya rusak begitu saja. dan tanpa tau malu jadi berdiri di samping nya dan memberikan bunga itu .


“masih punya muka ya loe di ” sekarang Ita yang bersuara menyindir .


“gak tau malu banget deh jadi manusia” sekarang suara Lina tak kalah sinis dari Ita.


“kalian gak tau masalah nya ” jadi masih menatap selvia yang entak kemana arah tatapan matanya , tapi yang jelas ia melihat seorang laki-laki yang hampir mirip dengan Abram tengah berjalan dengan seorang wanita.


“vi” panggilan itu membuyarkan lamunan nya.


“ayok ,guy kita pergi ” Selvia sudah berdiri dan di ikuti sahabatnya .


“vi, kamu gak tau apa yang sebenarnya terjadi , suami kamu bukan orang baik” teriakan Hadi menghentikan langkah kalau tiga wanita itu.


“walaupum dia nggak baik tapi dia sudah menyelamatkan harga diri keluarga via” lanjut Ita yang sudah menarik lengan sahabat nya.


______


“gara gara motor mogok, jadi jalan kaki deh mana panas lagi”


“sabar Ra, ” Abram mencoba menenangkan amarah Rara yang merah padam ,karna tugas dari dosen yang begitu sulit membuat dia harus banyak berkorban .


“dasar dosen ***** ****** kurang” .


“berhenti mengumpat” Abram tersenyum sambil memberikan topinya untuk melindungi kepala rara dari panasnya terik matahari siang ini . dan saat itu juga Selvia melihat ke arah dua manusia yang sudah pasti ia tau bahwa itu Abram ,tapi ia enggan untuk menghampiri karena sudah ada Hadi yang membuat pikiran nya semakin kacau .