
beberapa kali Selvia mengedarkan pandangannya, ia lupa kalau Abram tidak ada menemani nya pagi ini . bagaimana bisa suami bocil nya pergi begitu saja , mengurus urusan kampus , tak berapa selang lama ia berdiri untuk menuju kamar mandi ponselnya berdering nyaring dengan cepat ia mengambil nya ia kira suami ABG nya yang telpon ternyata si sepupu gesrek nya yang pagi-pagi begini sudah mengganggu
"hallo ,ya" .
"......."
"dia nggak bilang mau ke mana"
"......,........"
"ah, dia sendiri katanya"
"........"
Tut...Tut....
Selvia melihat ada notif pesan gambar masuk dan tampaklah Abram sedang berjalan beriringan dengan seseorang wanita di garbarata bandara, dan wanita di foto tidak asing baginya karna ia pernah melihat adegan Abram menggenggam tangan wanita tersebut . air muka Selvia berubah seketika bercampur aduk apakah ia tengah cemburu sekarang?
dan kenapa secepat ini ia merasa tidak suka ada wanita lain dekat dengan suaminya . ini sungguh tidak bisa di biarkan ,dengan cepat ia membuka aplikasi untuk memesan tiket pesawat ke Bali , Yap penerbangan nya pagi ini . dengan segera ia ke kamar mandi.
Selvia nampak menggunakan pakaian formalnya hari ini, ia hanya membawa ransel sedang untuk beberapa baju, karna kalau sampai ia kehabisan pakaian kan bisa minta sama suami.
ia berjalan menuruni anak tangga, tapi seketika langkah nya terhenti di anak tangga terakhir karna ternyata mertuanya datang dan duduk sambil sarapan di situ juga ada Ariana yang sedang memandangi nya heran.
“mam,dad” terbata menyebut sang mertua .
mami dan Daddy melihat ke arah nya yang juga bingung .
“mau ke mana sayang” sudah berdiri menghampiri menantunya.
“mau..ke itu mam...eee ” Selvia jadi gugup sendiri menjawab pertanyaan mertua nya .
“mau nyusul abram”.lanjut mami masih dengan mode sangat santai.
what dari mana mami tau kalau ia berencana menyusul Abram ke Bali? yang entah melakukan apa di sana dengan seorang wanita . mami dengan segera menuntun menantunya ke meja makan .
“sarapan dulu ,mami antar ke bandara ” . dan di angguki nya.
“kamu udah baca berita kemarin?”
“belum”
“abram belum cerita”
“belum”
“kemarin masalah besar sedang terjadi di keluarga kita sayang, status Abram yang selama ini ia jaga supaya tidak terbongkar malah kebongkar kemarin”
“maksud mami?” .
“abram marah kemarin”
“intinya ya Vi ,tuh anak emang tempramen ”ariana ikut menjawab pertanyaan Selvia .
“ariana saat mami bicara jangan di potong” mami sudah melototi putrinya itu. dan di bales nyengir oleh perempuan muda tersebut.
“kamu penerbangan nya jam berapa ?” kini suara Daddy yang bertanya .
“setengah 8 pagi dad”
“sekarang sudah pukul 7 : 5 menit loh” .
“oh, ya ampun via bisa telat nih”
“ya sudah kamu begitu,Daddy pesankan tiket menantu kita ini”
“udah mi, tadi via udah pesan tiket pesawat ”
“kelas?”
“ekonomi”
“nggak bisa kamu harus...”
“mams, menantu mami ini itu wanita yang gak pernah gengsian, ish gimana sih ” lanjut Ariana yang sebal melihat kepanikan mami hanya karena pesawat yang di tumpangi menantu nya kelas ekonomi bukan busines clas.
“ya ,udah ayo kita berangkat sekarang” Daddy sudah berdiri dan di ikuti semuanya.
di sisi lain.....
🌹🌹🌹
“abram kenapa kamu bangun nya kesiangan sih, pagi sekali kan kita udah ada di lokasi , ini boro-boro mau ke sana ,jalan aja belum”
“sarapan dulu, gak usah ngomel-ngomel deh”
“tapi”
“aku selesai”
“cepet banget ” rara cemberut sambil mengaduk sarapan nya.
“makanya , kalo makan gak usah ngengomel ”
“kamu ngomong kayak psikopat tau gak ,dingin.....banget kayak kulkas 500 pintu ya itu”
“mau lanjut?”
“iya ,iya ih orang becanda juga”
🌹🌹🌹
Selvia sudah sampai di bandara Ngurah Rai Bali. ia mencari cari taksi untuk segera mencari penginapan yang ada di sana.
tiba tiba suara seorang laki-laki mengagetkan nya.
“kemana?” .
“ya ampun,”
“sampe kaget gitu,” tersenyum jahil ke selvia .
“ya ,iya lah orang kalo mau ngomong langsung di depan bukan di belakang”
“ok,aku pindah ”
“gak usah di depan juga” . pria itu tersenyum jenaka ke arah Selvia.
“picisan ya”
“romantika di amor” die tertawa kecil .
“serius ”
“nama ku emang roman ”
“iya, iya aku selvia ”
“nice to meet you” .
“ya”
“mau ke rumah orang tua,hotel atau ke rumah teman?” .
“mau cari penginapan intinya”
“wah...tujuan kita sama ternyata, aku dari Surabaya, kamu anak mana?” .
“jakarta ” Selvia menjawab pertanyaan roman.
“ya udah, kalau gitu yuk kita menginap di hotel yang letak nya cukup strategis ,aku udah beberapa kali pulang pergi Bali , sedikit untuk menghibur diri”
mereka berdua naik taksi yang sama menuju hotel , sepanjang perjalanan tak henti-hentinya roman bicara pada via.
ia sedikit terhibur sih dengan pria yang baru beberapa menit kenal dengan nya sudah seperti lama kenal. mungkin orang nya supel juga kali ya? , tapi satu hal yang masih membayangi pikiran nya .
yaitu di mana Abram menginap dia menepuk jidatnya pelan , kenapa gak tanya suaminya ia sedang di mana dengan cepat ia merogoh ponsel nya dan menelepon Abram .
beberapa detik kemudian tak ada jawaban dari si empunya , kemudian ia kembali menelpon masih saja tidak di angkat , Selvia kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya berharap Abram kembali menelpon tapi sudah setengah jam tak ada tanda-tanda kalau ia menghubungi balik .
“ayo turun, kita sudah sampai” . lamunan Selvia terhenti karena suara roman yang menyadarkan nya dari lamunan panjang itu.
ia langsung turun dengan langkah gontai menuju hotel .
“kayak gak ada semangat, kamu kenapa?” sudah beriringan di samping nya .
“im good ”
roman tersenyum manis di samping selvia.
roman sudah menuju resepsionis untuk memesan kamar untuk dirinya dan Selvia.
“ini kunci kamar kamu” memberikan kuncinya. dan di terima oleh Selvia tanpa semangat .
“mau pindah hotel?”
“nggak usah, aku duluan ya” berjalan melalui lift .
“bahakan dia lupa berterima kasih padaku”
“pak roman, apa ada hal lain lagi” resepsionis bertanya sopan padanya dan roman hanya menggeleng dan berlalu menyusul Selvia .
saat di dalam lift Selvia sendirian dan tiba tiba saja benda yang di tunggu nya untuk berdering akhirnya ada panggilan masuk dari orang yang di tunggu nya dari tadi .
"hallo"
"......,....."
"Hem"
".......,......"
"Hem"
".....,....."
"bye"
Selvia menutup ponselnya begitu saja . kemudian ponselnya kembali berdering nyaring dengan cepat Selvia menonaktifkan ponsel nya . sedangkan Abram di sebrang sana sangat frustasi dengan apa yang di lakukan istrinya.
“loe kenapa sih, bukan nya loe baik baik aja tadi ” Rara mengambil alih laporan nya dari tangan Abram yang tidak bergeming dari tadi .
“udah selesai belum, yuk blaik ke hotel ini juga udah siang ,nanti sore kan mau ke pantai ”
“ooo, jadi dari tadi loe kepengen pulang, ngomong dong gak usah kayak orang bego yang cengo gitu” .
akhirnya mereka memutuskan sejenak untuk pulang karna sore nanti mereka akan ke pantai sambil menikmati pemandangan Lautan luas yang menakjubkan.
Selvia dengan gontai berjalan menuju kamar mandi ,serasa tidak ada semangat sama sekali . kenapa dia jadi lemes begini sih , jadi ini rasanya tidak di perdulikan.
“kita lunch nya di hotel aja ra”
“terserah sih, dimana pun yang penting gratis hahaha”
“dasar ”
“kan kamu sendiri yang bilang apapun yang aku mau adalah gratis”
“mata duitan”.
“gue ngambek nih ,turun nih”
Abram Tersenyum manis ke arah rara , bagaimana bisa gadis cerewet ini bisa juga jadi lebay bin alay .
🌹🌹🌹🌹
TBC♥️♥️♥️
eneng : Bram ada yg komen
Abram : komen apaan sih neng
Eneng : lu kagak usah Deket Deket dong sama Rara ,kan nanti timbul fitonah jadinya
Abram. : gak papa kali neng cowok punya simpanan ,ckckckc
Eneng ; 😡😡😡
Abram : ampun.....
dan Abram berlari terbirit-birit di kejar Eneng di dunia halu🤣🤣🤣🤣