
waktu sekarang sudah silah berganti dua Minggu Abram lewati tanpa keluarga dan istri. bahkan hanya Rara satu satunya yang selalu menemani masa masa sulit nya. Abram termenung mengingat betapa indahnya watu dulu, ingin rasanya ia memutar waktu.
flashback on
Abram kecil dengan saudarinya yang bernama abriyasa tengah bermain dengan ria ,kala itu usia mereka sama-sama lima tahun. pasangan anak kembar ini sangat akur dan saling melindungi , Abram sangat menyayangi adiknya yang sangat cantik dan menggemaskan, bahkan ia akan menjadi sosok pelindung jika adiknya ada yang menyakiti, saat itu jam kanak-kanak pulang ke sekolah .
“kak abam, yas mau es klim” dengan gaya bicara cadel tapi cukup cerewet bagi Abram .
“nanti kita suruh pak supir ke toko es krim ya ” mengusap rambut berponi adik tembamnya. sedangkan Yasa sudah manyun manyun karna perlakuan kakanya, ya yasa tidak suka rambut nya di acak acak seperti itu, dia sangat jengkel kemudian dengan langkah cepat Yasa mencubit kakanya abram yang kaget malah bermain kejar-kejaran dengan sang adik .
“non,den ayo pulang tuan dan nyonya sudah menunggu” terdengar supir pribadi memanggil nama mereka.
akhirnya rutinitas kejar mengejar pun berakhir kini merek berlari kecil masuk ke dalam mobil panther hitam.
“pak, singgah sebentar ke tempat es krim yas katanya mau makan es krim ”
“baik den”
Yasa dan Abram tengah memakan es krim entah kenapa tiba-tiba Yas langsung terdiam dan memegangi giginya .
“yas nya Abam kenapa ?”
“gigi Yas sakit kak”
tapi naasnya mobil mereka sudah sampai di rumah utama , dan itu membuat abram sangat panik , dia tidak mau adiknya di marah mami dan Daddy nya karna gara gara makan es krim gigi Yas nya sakit. dua bocah kecil itu masuk ke dalam rumah nampak semua keluarga menyambut mereka berdua.
“yas kenapa sayang?” mami sudah mendekati putri kecilnya .
“mami ,maafin abam ya, abam yang maksa Yas buat makan es krim ” Abram kecil menunduk takut takut kalau mami marah.
“itu.....” ucapan Yasa terhenti karena suara Abram kecil.
“maafin abam ya mi ,abam janji gak nakal lagi”sambil mengelap ingus nya karna menangis.
“cup...cup...cup...mami nggak marah sama abam , ya udah kak abam masuk dulu ya ke kamar ganti baju, Yas ikut mami kita ke dokter Ferdi sekarang” lanjut mami .
“ada apa sayang” Daddy sudah mendekati istri dan kedua anak kembarnya.
“ini sayang gigi Yas katanya sakit habis makan es krim ,terus kak abam nya yang minta maaf ”
“nggak apa apa sayang, jagoannya Daddy kok cengeng sih, sambil mengacak rambut kedua anak itu.
“daddy” kesal kedua anak kembar itu , dan hingga ada suara tawa dari mereka.
flashback off
tiba-tiba saja ada seorang menepuk bahu nya ,dan Abram menoleh karna ia terlalu asik dengan flashback nya semasa kecil yang penuh bahagia.
“ngelamuni apa?”
“nggak kok ra, aku cuma inget aja pas kamu utang sama aku” Abram terkekeh melihat wajah kesal Rara.
“kan aku udah jadi suster dadakan buat kamu , jadi utang aku sama kamu lunas ya ”.
“baiklah mata duitan”
“ih....enak saja ,kamu tuh yang mata duitan segala serebu aja jadi itungan , dasar medit”. Abram malah tertawa kecil .
“ketawa lagi kagak lucu buambang”.
“iya , bintang gemintang di malam hari”. Rara menyipitkan matanya mendengar apa yang di katakan Abrama .
“seperti pernah dengar tapi di mana ya ?”
“di buku diary” lanjut Abram.
“ha...iya hey diary ku ” rara kaget dengan apa yang abram ucapkan .
“pftt”. sungguh Rara kesal setengah mati dengan manusia yang menyebalkan ini.
“sejauh mana loe baca diary gue ,Abram ”.
“maksudnya ”
“aku sudah membaca semua tulisan diary mu hahahah” Abram sudah tidak bisa menahan tawanya mengejek Rara.
“abram......” . Abram langsung berlari terbirit-birit meninggalkan Rara.
*******
saat ini Selvia ada check kandungan nya di rumah sakit , di temani dua wanita yang selalu ada di dekatnya siapa lagi kalau bukan mertua dengan mama nya .
saat nama Selvia di panggil dan masuk , mereka berdua pun ikut serta .
“silahkan berbaring nyonya ”
dokter memberi instruksi , dan selvia pun berbaring , kemudian dokter mengusapkan gel pada perutnya yang sudah mulai membuncit padahal masih belum genap sebulan kehamilan nya . saat dokter melakukan USG pada Selvia dokter tak hentinya tersenyum begitu pun Selvia nampak di sana baby nya sangat kecil .
saat USG telah selesai ia kembali duduk di bangku pasien.
“apa masih sering mual mual nyonya ?”
“bahkan sering dokter ”
“selamat ya nyonya , melihat hasil dari USG tadi saya menemukan ada dua baby yang sedang bertumbuh kembang di janin anda . makanya nona mengalami mual berlebihan ”
sontak saja membuat ketiga mata wanita itu berbinar.
setelah dokter memberikan vitamin dan gambar hasil USG nya Selvia bersama mami dan mama pun keluar . entah sengaja atau tidak Abram melihat ke arah mereka yang seperti nya baru keluar dari dokter spesialis kandungan, abram sampai hapal di mana letak dokter spesialis karna terlalu sering keluar masuk rumah sakit , hari ini Rara tidak bisa mendampingi nya karna ia harus mengerjakan tugas kampus nya dan sebenarnya Abram juga tidak tega selalu melibatkan Rara. dengan cepat Abram bersembunyi di balik tembok karna takut ketauan oleh istrinya . saat di rasanya aman ia segera masuk ke dalam dokter spesialis kandungan tanpa permisi, sontak saja dokter yang di ketahui bernama Diana itu kaget dengan kedatangan Abram .
“ada apa?”
Abram langsung duduk memegangi dadanya yang bergemuruh.
“dokter ,pasien anda yang tadi hamil?”
“yang mana ?”
“yang baru keluar barusan ”
“emmm nyonya Saputra ?” .Abram mengangguk
“apa benar ”
“iya ,anda siapanya ya”
“su....eh sepupu dok”.
“lantas?”
“apa kandungan nya baik?”
“sangat baik, dia mengandung bayi kembar ” dokter tersenyum ramah pada Abram. Abram hanya bisa mematung mendengar nya ,hamil? bayi kembar?
.
“boleh minta hasil USG nya”
“maaf tapi itu tidak di berikan pada sembarang orang”.
“baiklah saya mengaku sekarang kalau saya adalah suaminya, kami memiliki masalah yang tidak bisa saya ceritakan ”
“apa anda sedang tidak berbohong?” . Abram menunjukkan sebuah foto pernikahan nya dengan Selvia dan dokter mengangguk kemudian memberikan hasil USG Selvia tadi .
“ooo, ya dok sudah berapa bulan ?”
“tiga Minggu 10 hari”
seperti di sambar petir di siang bolong, tiba tiba keringat dingin mengucur deras di dahinya , itu adalah tepat kejadian kekerasan itu terjadi. kalau dalam perhitungan nya ia telah menyiksa istrinya yang tengah mengandung buah hati mereka . Abram berdiri pelan dan keluar dari ruangan dokter . ia bersandar pada dinding rumah sakit sambil jatuh terduduk dengan linangan air mata yang tak bisa ia hentikan. di peluknya gambar hitam putih yang menampilkan dua bayi kembar yang masih belum terlihat jelas itu.
“maafkan Daddy sayang” mendekap foto tersebut sambil sesenggukan.