My Teacher is My Wife

My Teacher is My Wife
Hanya sekedar tanda pamit



Abram tengah melamun di balkon kamarnya, ia baru saja selesai memakan obatnya yang kemarin telah ia buang . ya Abram membuang semua obatnya, untuk apa dia hidup tapi keadaan sepahit ini . tapi ....surat kecil berpita merah yang baru saja ia baca membuat dirinya tertampar keras . dengan cepat ia membongkar tong sampah komplek untuk mencarinya dan untung saja masih belum di angkut petugas kebersihan.


isi surat tersebut tidak banyak tapi sangat berkesan untuknya.


"terimakasih sudah menerima kaligrafi ku Bram, kau tau untuk menebus obat di rumah sakit itu mahal bahkan sangat. aku titipkan obat dari segala obat itu padamu, ingat! selesaikan masalah mu bagaimana pun caranya"


"dari sekian banyak orang hanya kamu yang paling sulit untuk di tebak,kau tau dalam kamus ku? (Abram menggeleng)


tak akan hidup siapapun yang telah mati! jadi selagi di beri kesempatan berjuang lah sampai darah penghabisan! . kau masih punya keluarga,kekasih,sahabat bahkan bayangan mu sendiri"


"kau tau ketika mata ini mulai redup ada satu hal yang aku lihat, sesuatu itu indah dan bercahaya, dua orang tua sedang melambaikan tangannya padaku , dan aku kemudian berlari menuju mereka......"


btw surat ini ku tulis malam ini di saat aku tengah berbaring tak berdaya di rumah sakit , kalaupun kita tidak bertemu esok , jangan pernah kamu merasa di khianati hahahaha, semua orang mencintai kamu.....


perlahan air mata itu jatuh di pipinya, bahkan seorang yang sekarat masih bisa menulis sebuah surat, yang bahkan dia sendiri yatim piatu. hanya ada sahabat jalanan yang menjadi saksi betapa keras dan hancur nya hati berkekuatan baja itu . kembali Abram mengingat suara berat mas tom teman seniman yang selalu membicarakan tentang sebuah kehidupan.


"Bram kau tau ,ketika seorang anak yaitu piatu menangis, maka tergoncang lah Arsy Allah , dan kau tau lagi siapapun yang bisa menghentikan tangisnya insyaallah Allah lebih tau apa yang akan mereka dapatkan ,"


"bagaimana aku percaya mas tom "


"karna kamu terlalu menyalahkan keadaan, kau tau sedikit rahasia ku?".


Abram hanya mengangguk saja .


"aku pernah melihat seorang pemuda tengah berteriak di tepian danau , dia sering mengumpat dan sering pasrah dengan keadaan nya "


Abram tersentak kaget ,bukankah dia sering ke sana untuk menyalahkan keadaan dan takdir nya.


"hahahaha, itu kamu kan".


"aku tau itu kamu Bram ,karna aku pernah seperti mu ,mudah dan liar dan banyak lagi"


"kehidupan akan mengajari mu cara yang tepat untuk bahagia"


saat ia mulai sadar dengan lamunannya tiba tiba pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang kemudian ia membuka pintu tampaklah Keiza teman barunya ini menampilkan wajah masam .


“masuk kez”. mereka berdua duduk di ruang tamu .


“kenapa pake keluar dari kampus segala”


“hahah,aku capek ”


“alasan mu terlalu klise ”


Abram hanya tersenyum jahil saja sambil berjalan membawa sebuah teh hangat untuk tamu nya ini , Abram dan Kezia sudah saling dekat belakangan ini.


“minum dulu,nanti teh nya dingin” akhirnya Keiza meminumnya dengan perlahan .


“apa yang membawa langkah mu kemari?”.


“aku mau pamit sama kamu bram”


“ke mana ?”


“hem....bokap gue nyuruh pindah kampus di Semarang”


“ya bagus”


“loe tau kan gue udah nyaman di JKT masa' di suruh pindah sih” sambil cemberut memakan cemilan yang Abram bawa bersama teh tadi .


“pasti ada yang kamu suka ya di sini” Abram menggoda Keiza dan yang di goda pipinya merona merah.


“enggak lah”


“eeeemmmmm, ehm”


“pfttttt jadi kamu bener suka sama dosen killer itu ”


Kezia hanya mengangguk pasrah . wait jadi selera Keiza duda anak satu, Abram hanya tersenyum geli melihat ekspresi nya.


*****


Abram tengah berdiri di depan rumah Selvia . sudah dua jam di sini karena sehabis berpamitan dengan Keiza ia memutuskan untuk memperjuangkan kembali hak nya sebagai seorang suami .


“via, keluar lah barang sebentar aku menunggu mu” Abram berteriak keras .


“vi, besok aku mau ke Serang, nanti kamu kangen lagi sama aku” ia malah terkekeh geli dengan kalimat terakhir nya .


“via,via,....ooooooo via sayang”


tak lama pintu terbuka menampakkan wajah sangar dari papa mertuanya


“kenapa kamu selalu berisik,pergi putri ku tidak membutuhkan orang tidak berguna macam kamu”


“pah sekali ini saja ”


Selvia dan mama juga ikut melihat Abram yang tetap kekeh berdiri di luar karna mengingat cuaca sangat panas siang ini .


“bram hati aku udah mati untuk kamu”


“bukan hatimu Vi tapi otak mu ,aku akan memperbaiki semuanya dari awal aku berjanji aku akan menjadi suami ,ayah dan kepala keluarga yang baik aku janji tidak akan melakukan nya lagi ,kamu boleh menghukum ku sesuka hati mu tapi aku pengen kamu kembali padaku ,aku mohon Vi ”


“pak satpam seret dia pergi, kalau kamu mau tau hukuman apa yang pantas kamu dapatkan adalah sebuah perpisahan tidak ada lagi cinta antara aku sama kamu”


Abram di seret paksa oleh satpam beberapa kali ia berontak dan lepas kemudian ia berlari menghampiri Selvia ia sudah memgang kaki istrinya supaya di maafkan tapi dengan cepat satpam menarik nya kembali dan mendorong ya sampai tersungkur di jalanan beraspal membuat kulit putih nya lecet.


“besok aku datang lagi muach.....” ia segera berlari berlari dengan sangat kencang agar tidak ada satupun orang melihat nya tengah menangis , Abram menangis tapi hanya dengan cara ini supaya dia tidak lemah lagi tidak harus takut dengan kenyataan . entah kenapa langkah kecilnya menaiki taksi dan menyebut kan alamat orang tuanya.


ia sudah berada di gerbang rumah mewah itu sambil sesekali melirik satpam yang juga meliriknya.


baru saja mulut nya terbuka tiba tiba gerbang terbuka dengan sedikit berlari ia nyelonong masuk ke dalam rumah besar itu . semua mata memandang ke arah nya , saat itu ternyata ada seorang laki-laki yang asing tengah duduk berhadapan dengan sang kakak dan nampak ada dua orang tua yang juga duduk di sana . apa ini apakah kalanya di lamar? .


Daddy tengah berdiri dan memberikan kode supaya abram menuju taman belakang . Abram menurut saja dan tak lama Daddy menyusulnya yang tengah duduk santai tanpa dosa.


“sudah lama tidak bertemu tuan, hnaha”


daddy tidak menyahut sedikit pun


“ooo,Iya aku lupa di mana mami eh bukan dia nyonya maaf sekali lagi”


Daddy menatap tajam Abram .


“aku hanya ingin pamit pulang, maaf atas semua kesalahanku yang di sengaja ataupun tidak , aku hanya ingin pamit , terima kasih telah merawat ku dari kecil , aku sangat beruntung di dunia ini ”


“apa tujuan mu datang kemari?”


“berpamitan”


“kalau hanya itu , silahkan pergi dan satu lagi Ariana putri ku akan segera menikah datang lah sebagai tamu ,bukan sebagai putra ku ”


“semoga waktu ku sampai pada hari itu ” Abram nyengir kuda dan langsung mengambil tangan Daddy nya mencium nya dengan hormat Dan sedikit lama , kemudian ia berdiri menuju ruang keluarga yang juga sudah ada banyak kerabat nya . ia mendekat dan bersalaman dengan mami,Ariana , Baban dan Revian yang juga merasa aneh dengan sikap yang selama ini telah membuat keluarga nya marah besar .


“aku pamit , semuanya terima kasih” ia berjalan keluar dari rumah yang penuh dengan sejuta kenangan indah bersama keluarga nya. ia kembali bergelut dengan jalanan kota yang semakin riuh dan ribut suara hujan dan petir bersahutan.


“mas tom , aku sudah melakukan semuanya dengan cepat bukan , semoga waktu ku semakin panjang dan aku akan membuat semua orang bahagia walaupun tidak bersama ku ”


jatuhnya air mata Abram sama derasnya dengan air hujan hari ini betapa sakit ketika ia mengharapkan keluarga maupun istrinya menerima nya kembali tapi ia sudah tidak punya kekuatan lagi selain menangis .


TBC♥️♥️♥️